Mengenal Aterosklerosis, Kondisi Penumpukan Plak di Arteri
Kesehatan Tubuh

Mengenal Aterosklerosis, Kondisi Penumpukan Plak di Arteri

30 Juni 2025 6 menit waktu baca
aterosklerosis adalah

 

Aterosklerosis adalah penumpukan plak secara bertahap yang dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan yang lebih berbahaya, seperti serangan jantung. Untuk mengantisipasi aterosklerosis sejak dini, mari simak gejala-gejala dan cara pengobatannya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Aterosklerosis?

 

Aterosklerosis adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan plak di dalam arteri. Perlu diketahui bahwa arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke organ dan jaringan di seluruh tubuh. Sementara itu, plak terdiri dari lemak, kalsium, kolesterol, dan zat lainnya di dalam darah. Penumpukan plak ini menyebabkan penyempitan arteri yang akhirnya dapat mengurangi suplai darah kaya oksigen ke organ dan jaringan tubuh.

 

Seiring dengan menumpuknya plak, dinding arteri akan menebal dan mengeras. Proses tersebut biasanya berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini pun pada akhirnya akan menyebabkan penyempitan arteri sehingga darah tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya. Di sisi lain, darah akan tetap mengalir sehingga hal ini bisa berdampak pada pecahnya plak atau erosi yang menyebabkan terbentuknya bekuan darah.

 

Ketika hal ini terjadi, efeknya dapat berbeda-beda pada tubuh, tergantung dari tempat terjadinya pembekuan darah. Sebagai contoh, penyumbatan di arteri koroner dapat membuat jantung mendapatkan lebih sedikit darah kaya oksigen. Akibatnya, kondisi ini dapat berujung pada serangan jantung.

 

Selain serangan jantung, aterosklerosis dapat menyebabkan sejumlah penyakit kardiovaskular lainnya, seperti stroke dan penyakit arteri perifer. Aterosklerosis juga bisa memengaruhi kerja arteri di bagian tubuh mana pun, terutama perut, tubuh bagian bawah, ginjal, dan otak.

 

Penyebab Aterosklerosis

 

Hingga saat ini, mekanisme pasti bagaimana aterosklerosis terbentuk masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini terbentuk ketika lapisan tipis yang melapisi arteri (endotelium) mengalami kerusakan. Kerusakan ini dapat memicu serangkaian respons inflamasi yang berujung pada pembentukan plak. Adapun kerusakan endotelium tersebut bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

 

  • Diabetes.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Penggunaan produk tembakau. Merokok berperan besar dalam perkembangan aterosklerosis pada aorta (arteri terbesar di dalam tubuh), arteri koroner, dan arteri di kaki. Merokok juga dapat mempercepat pertumbuhan plak.

  • Kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) atau trigliserida yang tinggi.

  • Obesitas.

  • Peradangan karena penyebab yang tidak diketahui atau dari penyakit seperti arthritis (radang sendi), lupus, psoriasis, atau inflammatory bowel disease.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, aterosklerosis merupakan kondisi yang terbentuk secara bertahap dan bisa terjadi selama beberapa tahun. Adapun tahapan dari aterosklerosis adalah sebagai berikut:

 

  • Kerusakan endotel yang memicu respons inflamasi (peradangan). Inflamasi akan memicu sel darah putih terutama sel monosit untuk berkumpul di area tersebut. Monosit akan berubah menjadi makrofag yang menyerap lemak dan membentuk sel busa (foam cell). Proses ini memulai peradangan kronis di dinding arteri.

  • Sel busa yang mati menumpuk di lapisan arteri rusak, membentuk garis-garis kuning tipis (fatty streak). Pada tahapan ini, biasanya pasien belum merasakan gejala apa pun.

  • Seiring dengan berjalannya waktu, fatty streak akan berkembang menjadi plak yang lebih besar. Plak ini terdiri dari lipid, sel inflamasi, jaringan parut (fibrosis), dan kalsium. Pertumbuhan plak akan mempersempit lumen arteri sehingga membuat darah yang mengalir ke organ atau jaringan tertentu lebih sedikit.

  • Plak yang tidak stabil dapat pecah dan atau mengalami erosi akibat tekanan darah tinggi atau stres mekanik pada arteri. Pecahnya plak memicu pembentukan gumpalan darah (trombus) yang dapat menyumbat arteri sepenuhnya dan menyebabkan kondisi seperti serangan jantung atau stroke.

 

Gejala Aterosklerosis

 

Aterosklerosis tidak menunjukkan gejala hingga pembukaan arteri menyempit atau terhalang. Biasanya gejala dapat terdeteksi apabila lebih dari 70% arteri tersumbat. Bentuk gejala aterosklerosis pun berbeda-beda tergantung pada bagian tubuh yang terdampak. Berikut pembagian gejala aterosklerosis berdasarkan lokasi yang terpengaruh:

 

  • Jantung

    • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada (angina).

    • Nyeri pada area bahu, punggung, leher, lengan, atau perut.

    • Sesak napas (dispnea) saat beraktivitas ringan.

    • Jantung berdebar-debar.

    • Merasa pusing.

    • Mual atau muntah yang terasa seperti gangguan pencernaan.

    • Kelelahan.

  • Lengan dan kaki

    • Nyeri otot (klaudikasio intermiten).

    • Kemerahan pada kulit.

    • Infeksi kulit dan jaringan lunak, sering kali pada tungkai atau kaki.

    • Rasa terbakar atau nyeri pada kaki dan jari-jari kaki saat beristirahat, terutama dalam posisi berbaring.

    • Luka pada kaki atau jari kaki yang tidak kunjung sembuh.

  • Sistem pencernaan

    • Kembung, mual, dan muntah.

    • Nyeri atau kram perut setelah makan.

    • Berat badan yang turun karena khawatir perut terasa sakit setelah makan.

    • Diare.

  • Ginjal

    • Pembengkakan (edema).

    • Jarang buang air kecil.

    • Tekanan darah tinggi dan tidak kunjung membaik meskipun setelah mengonsumsi berbagai jenis obat.

    • Sakit kepala.

    • Merasa cepat lelah dan mengantuk.

    • Kulit terasa kering, gatal, atau mati rasa.

    • Mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan.

    • Berat badan turun tanpa alasan yang jelas.

  • Otak

    • Pusing.

    • Sakit kepala yang parah.

    • Kehilangan kekuatan pada satu sisi tubuh.

    • Terkulai pada satu sisi wajah.

    • Kehilangan penglihatan pada satu mata.

    • Sulit membentuk kata-kata atau bicara cadel.

 

Diagnosis Aterosklerosis

 

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui riwayat medis pasien dan keluarga. Dokter juga mungkin akan bertanya tentang gaya hidup pasien. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh), pemeriksaan menggunakan stetoskop untuk mendengar detak jantung dan darah yang mengalir melewati arteri, dan lain-lain. 

 

Dokter juga bisa merekomendasikan sejumlah tes lanjutan untuk mendiagnosis aterosklerosis sesuai lokasinya dan sesuai dengan gejala yang dialami pasien, seperti:

 

  • Tes darah untuk memastikan kadar kolesterol, trigliserida, gula darah, enzim jantung, fungsi ginjal, fungsi hati, faktor pembekuan darah, dan lain-lain. 

  • Indeks pergelangan kaki-brakialis (ankle-brachial index), yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan membandingkan tekanan darah di kaki dan tangan.

  • Elektrokardiogram.

  • Tes stres latihan.

  • Ekokardiografi.

  • Rontgen dada.

  • USG karotis.

  • USG perut (abdomen).

  • CT scan.

  • MRI jantung.

  • Angiografi.

 

Pengobatan Aterosklerosis

 

Pengobatan aterosklerosis dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup, mengonsumsi obat-obatan, maupun menjalani prosedur medis atau pembedahan. Umumnya, pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bertujuan untuk:

 

  • Meringankan gejala yang dialami pasien.

  • Mengurangi risiko pembekuan darah.

  • Memperlambat atau menghentikan penumpukan plak di arteri.

  • Membantu mengembangkan pola makan yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  • Memperlebar arteri untuk memperbaiki aliran darah.

  • Mencegah terjadinya komplikasi, seperti stroke atau serangan jantung.

 

Berikut adalah beberapa upaya pengobatan yang ditujukan untuk mengatasi kondisi aterosklerosis dan kemungkinan risiko komplikasi yang diakibatkannya:

 

  • Perubahan gaya hidup

    • Menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah lemak jenuh, dan kaya akan sayuran, buah, serta biji-bijian untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

    • Menghindari produk tembakau.

    • Rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit per hari untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

  • Konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter

    • Obat untuk menurunkan tekanan darah.

    • Obat untuk menurunkan kolesterol.

    • Obat untuk mengatur kadar gula darah.

    • Obat untuk mencegah pembentukan gumpalan darah.

  • Prosedur atau pembedahan

 

Perlu diingat bahwa gejala-gejala yang disebutkan pada artikel ini juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami gejala serupa, seperti nyeri pada dada, bahu, dan lengan yang disertai sesak napas, untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Dokter akan menentukan prosedur pemeriksaan dan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien sehingga langkah-langkahnya bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Serangkaian tes dan penanganan pun akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas medis di masing-masing rumah sakit.

 

Untuk memudahkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa melakukan booking melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda untuk mengecek jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter, dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Laboratorium

Sumber

Cleveland Clinic. Atherosclerosis. Diakses pada 2024 | National Heart, Lung, and Blood Institute. What Is Atherosclerosis?. Diakses pada 2024 | American Heart Association. What is Atherosclerosis?. Diakses pada 2024 | WebMD. Atherosclerosis: Symptoms, Causes, and Prevention. Diakses pada 2024 | Heart.org. What is Atherosclerosis?. Diakses pada 2024 | Mayoclinic. Arteriosclerosis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail