Mengenal Ekokardiografi untuk Pemeriksaan Jantung
Kesehatan Tubuh

Mengenal Ekokardiografi untuk Pemeriksaan Jantung

17 April 2026 4 menit waktu baca
Ekokardiografi adalah

Ekokardiografi adalah pemeriksaan diagnostik noninvasif yang digunakan untuk menilai struktur dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini umum dilakukan, baik di poliklinik maupun ruang perawatan, untuk membantu mendeteksi berbagai penyakit jantung.

 

Prosedur ini memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasound), sehingga relatif aman, praktis, dan hampir tidak menimbulkan efek samping. Melalui hasil ekokardiografi, dokter dapat memperoleh gambaran kondisi jantung secara lebih jelas, sehingga membantu menegakkan diagnosis dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Mari kenali apa itu ekokardiografi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Ekokardiografi?

 

Ekokardiografi adalah tindakan medis noninvasif yang menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk menilai struktur dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lini pertama dengan akurasi tinggi dalam mendeteksi berbagai kelainan struktur dan fungsi jantung. Ekokardiografi juga sering disebut sebagai USG jantung karena prinsip kerjanya serupa dengan USG pada umumnya.

 

"Ekokardiografi memberikan visualisasi jantung secara real-time dengan praktis, aman, akurat, dan tanpa tindakan invasif. Direkomendasikan pada pasien dengan keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, berdebar, atau untuk evaluasi kesehatan jantung secara menyeluruh.”

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

 

Meski sama-sama digunakan dalam pemeriksaan jantung, ekokardiografi berbeda dengan elektrokardiografi (EKG). EKG berfungsi merekam aktivitas listrik dan irama jantung, sehingga lebih sering digunakan untuk mendeteksi gangguan irama (aritmia) maupun tanda-tanda kondisi serius seperti serangan jantung. 

 

Sementara itu, ekokardiografi memberikan gambaran langsung struktur dan kemampuan jantung dalam memompa darah. Dalam praktiknya, kedua pemeriksaan ini sering dilakukan bersamaan untuk membantu dokter mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.



Manfaat Ekokardiografi

 

Pemeriksaan ekokardiografi memiliki berbagai manfaat, seperti:

 

  • Mendiagnosis penyakit atau kelainan pada jantung, seperti gagal jantung, gangguan katup jantung, infeksi jantung, kelainan jantung bawaan, dan sebagainya.

  • Mengevaluasi fungsi jantung dalam memompakan darah ke seluruh tubuh.

  • Mendeteksi gumpalan darah di dalam jantung yang berkorelasi dengan kejadian stroke, akumulasi cairan di dalam jantung dan paru, dan tumor jantung.

  • Menilai dinamika aliran darah di dalam jantung dan sirkulasi (hemodinamik).

 

Jenis Ekokardiografi

 

Ekokardiografi adalah tes kesehatan yang dibedakan menjadi 4 jenis. Berikut penjelasannya:

 

1. Transthoracic Echocardiogram (TTE)

 

Transthoracic echocardiogram (TTE) adalah jenis ekokardiografi yang paling umum digunakan untuk menilai kondisi jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dari luar tubuh dengan menempelkan alat transduser pada permukaan dada. Sebelum pemeriksaan, area dada akan diolesi gel khusus untuk membantu menghantarkan gelombang suara. Prosedur TTE mirip dengan USG pada ibu hamil, di mana transduser akan mengirim dan menangkap gelombang suara untuk menghasilkan gambaran jantung secara langsung pada monitor.

 

2. Transesophageal Echocardiogram (TEE)

 

Transesophageal echocardiogram (TEE) adalah jenis ekokardiografi yang memberikan gambaran jantung lebih detail dibandingkan TTE. Pada prosedur ini, alat transduser dimasukkan melalui mulut hingga ke kerongkongan (esofagus), lalu diposisikan di dekat bagian belakang jantung. Posisi tersebut memungkinkan dokter memperoleh gambar struktur jantung yang lebih jelas dan akurat.

 

Pemeriksaan TEE umumnya dilakukan jika hasil TTE kurang memberikan gambaran yang optimal, atau untuk evaluasi lebih lanjut pada kondisi tertentu, seperti gangguan katup jantung, terutama bila direncanakan tindakan intervensi.

 

3. Stress Echocardiogram

 

Stress echocardiogram adalah jenis ekokardiografi yang dilakukan bersamaan dengan uji latih, seperti treadmill test. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai fungsi jantung saat bekerja lebih keras, karena beberapa gangguan jantung baru terlihat ketika tubuh beraktivitas, seperti penyakit jantung koroner atau gagal jantung tahap awal.

 

Dalam prosedurnya, pasien akan diminta berolahraga sesuai kemampuan, kemudian pemeriksaan ekokardiografi dilakukan saat mencapai puncak aktivitas dan segera setelahnya. Hasilnya membantu dokter melihat respons jantung terhadap stres fisik dan mendeteksi kelainan yang mungkin tidak tampak saat kondisi istirahat.

 

4. 3D Echocardiography

 

3D echocardiography adalah pemeriksaan ekokardiografi yang menghasilkan gambaran jantung dalam bentuk tiga dimensi. Teknologi ini memungkinkan visualisasi struktur jantung secara lebih detail dibandingkan metode standar, sehingga membantu meningkatkan akurasi penilaian.

 

Dalam praktiknya, 3D echocardiography sering digunakan pada kasus tertentu, seperti kelainan katup jantung, terutama untuk membantu perencanaan dan memandu prosedur tindakan atau pembedahan.

 

Efek Samping Ekokardiografi

 

Ekokardiografi adalah tindakan medis yang aman dan cenderung tidak sering menyebabkan efek samping pada pasiennya. Namun, beberapa efek samping mungkin dapat terjadi pada kasus tertentu. Berikut di antaranya:

 

  • Timbul rasa perih setelah elektroda atau alat yang menunjang ekokardiografi dicabut dari dada.

  • Sakit tenggorokan setelah melakukan transesophageal echocardiogram.

  • Pusing atau lelah setelah melakukan stress echocardiogram (uji latih)

  • Timbul rasa gatal atau reaksi alergi lain setelah diolesi gel khusus sebelum dilakukan ekokardiografi.

 

Itulah pembahasan mengenai pemeriksaan ekokardiografi yang perlu Anda pahami. Perlu diketahui bahwa informasi ini disajikan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Setiap individu dapat memiliki kondisi, gejala, serta risiko yang berbeda, tergantung pada keadaan kesehatan masing-masing.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.

 

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ekokardiografi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

 

Siloam International Hospitals memiliki layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung dengan cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung​.

 

banner artikel kv 2

Dokter Kami
dr-leonardo-paskah-suciadi-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leonardo Paskah Suciadi, SpJP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail