Ibu dan Anak
Trombosit Rendah pada Ibu Hamil, Penyebab dan Gejalanya

Table of Contents
Trombosit rendah pada ibu hamil merupakan kondisi yang cukup sering terjadi. Trombosit adalah salah satu komponen darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan. Ketika jumlah trombosit di bawah batas normal, ibu hamil memiliki risiko perdarahan yang lebih tinggi, terutama saat persalinan.
Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memahami penyebab, gejala, serta cara menangani trombosit rendah agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga selama kehamilan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, simak penjelasan lengkapnya.
Mengenal Masalah Trombosit Rendah pada Ibu Hamil
Trombosit rendah, atau trombositopenia, adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah trombosit dalam darah berada di bawah kisaran normal, yaitu <150.000/µL. Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga ketika jumlahnya menurun, risiko perdarahan dapat meningkat. Pada sebagian ibu hamil, trombositopenia dapat dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan perubahan tubuh selama kehamilan maupun kondisi kesehatan tertentu.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh American Society of Hematology (2022), trombositopenia dapat terjadi pada sekitar 10% kehamilan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kondisi yang relatif ringan, yang dikenal sebagai trombositopenia gestasional, hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk memantau jumlah trombosit selama pemeriksaan kehamilan agar dapat mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Penyebab Trombosit Rendah pada Ibu Hamil
Secara umum, trombositopenia pada ibu hamil dapat dipicu oleh beberapa kondisi medis berikut:
-
Gestational thrombocytopenia: Gestational thrombocytopenia merupakan penyebab trombosit rendah pada ibu hamil yang paling umum. Kondisi ini biasanya terjadi akibat perubahan fisiologis tubuh selama kehamilan. Umumnya, kondisi ini muncul pada trimester kedua atau ketiga dan jarang menimbulkan gejala serius.
-
Gangguan hipertensi (preeklamsia & HELLP syndrome): Gangguan hipertensi dalam kehamilan, seperti preeklamsia, dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan meningkatkan pemecahan trombosit. Pada kasus yang lebih berat, preeklamsia dapat berkembang menjadi HELLP syndrome, yaitu kondisi yang ditandai dengan kerusakan sel darah merah dan penurunan trombosit. Kedua kondisi ini paling sering muncul pada 15–20% ibu hamil di trimester ketiga atau menjelang persalinan.
-
Immune thrombocytopenia (ITP): ITP adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang trombosit. Akibatnya, trombosit dihancurkan lebih cepat sehingga jumlahnya menurun. ITP sering menjadi penyebab trombosit rendah yang ditemukan di trimester pertama.
-
Infeksi: Paparan virus tertentu, seperti hepatitis C atau HIV, dapat mengganggu produksi trombosit di sumsum tulang atau mempercepat penghancurannya.
-
Kekurangan nutrisi: Kurangnya asupan vitamin B12 atau asam folat dapat menghambat pembentukan sel darah baru secara efektif.
-
Gangguan sumsum tulang: Gangguan pada sumsum tulang dapat menyebabkan produksi trombosit berkurang, sehingga jumlah trombosit dalam darah menjadi tidak mencukupi.
Gejala Trombosit Rendah pada Ibu Hamil
Pada banyak kasus, trombosit rendah pada ibu hamil tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, terutama jika kadar trombosit masih ≥50 × 10⁹/L. Gejala trombositopenia umumnya baru muncul jika jumlah trombosit turun cukup jauh. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
-
Kulit lebih mudah mengalami memar meskipun tanpa benturan yang jelas.
-
Bintik-bintik merah atau ungu kecil di kulit (petechiae).
-
Perdarahan ringan yang berulang, seperti mimisan atau gusi berdarah saat menyikat gigi.
-
Luka kecil yang cenderung lebih lama berhenti berdarah.
-
Perdarahan yang tidak biasa, misalnya darah pada urine atau tinja (jarang, pada kondisi lebih berat)
Umumnya, perdarahan yang terjadi bersifat ringan dan muncul pada kulit atau jaringan mukosa, seperti mulut dan hidung. Namun, jika terjadi perdarahan yang lebih berat, kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut karena dapat berkaitan dengan gangguan pembekuan darah yang lebih serius.
Penanganan Trombosit Rendah pada Ibu Hamil
Penanganan trombosit rendah pada ibu hamil dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, pemeriksaan, seperti tes darah lengkap dan evaluasi klinis, diperlukan untuk membantu menentukan diagnosis secara cepat. Dilansir dari National Library of Medicine (2022), berikut adalah beberapa penanganan trombosit rendah pada ibu hamil berdasarkan penyebabnya:
-
Gestational thrombocytopenia
Kondisi ini biasanya bersifat ringan dan cukup dipantau secara berkala tanpa terapi khusus karena jarang menimbulkan komplikasi perdarahan. Jumlah trombosit biasanya kembali normal setelah persalinan.
-
Immune thrombocytopenia (ITP)
Pengobatan dapat diberikan ketika jumlah trombosit sangat rendah atau terdapat risiko perdarahan. Terapi yang sering digunakan adalah obat imunosupresif, atau tindakan lain dapat dipertimbangkan. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, terutama untuk menjaga keamanan ibu dan janin.
-
Komplikasi kehamilan
Penanganan utama yang umumnya diberikan pada kondisi trombositopenia yang berkaitan dengan komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia atau HELLP syndrome, adalah stabilisasi kondisi ibu dan terminasi kehamilan sesuai indikasi. Terapi suportif meliputi kontrol tekanan darah dan pencegahan kejang pada preeklamsia berat. Selain itu, transfusi trombosit dapat dipertimbangkan bila terdapat perdarahan aktif atau sebelum tindakan invasif. Karena kondisi dapat berkembang cepat dan berisiko bagi ibu maupun janin, pemantauan ketat juga diperlukan.
Demikian penjelasan mengenai trombosit rendah pada ibu hamil yang perlu diperhatikan. Penting untuk dicatat bahwa informasi di atas bertujuan sebagai edukasi semata karena kondisi kesehatan setiap ibu hamil dapat berbeda-beda dan memerlukan penilaian medis secara langsung oleh dokter.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada trombosit rendah selama hamil, seperti munculnya bintik-bintik merah atau ungu di kulit dan mimisan, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan penanganan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter akan tetap memastikan proses pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan standar medis yang aman dan tepat.
Untuk memudahkan Anda mengelola kesehatan, gunakan aplikasi MySiloam. Anda dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk perjalanan kesehatan yang lebih mudah.
Sumber
National Library of Medicine. Thrombocytopenia in Pregnancy. Diakses pada 2026 | American Society of Hematology. Thrombocytopenia in Pregnancy. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Thrombocytopenia (Low Platelet Count). Diakses pada 2026 | Medscape. Thrombocytopenia in Pregnancy. Diakses pada 2026 | NHS Scotland. Thrombocytopenia in Pregnancy, Diagnosis and Initial Management (453). Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Diagnosis and Management of Thrombocytopenia in Pregnancy. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






