Mengenal Aritmia, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Aritmia, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

27 Maret 2026 6 menit waktu baca
apa itu aritmia

Aritmia adalah suatu kondisi ketika irama atau detak jantung tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan masalah jantung dan pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, atau penyakit katup jantung.

 

Untuk menangani aritmia, dokter biasanya meresepkan obat-obatan hingga merekomendasikan perubahan gaya hidup bagi pasiennya. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab aritmia, gejala, diagnosis, hingga pengobatannya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Aritmia?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, aritmia adalah kondisi ketika detak jantung tidak normal. Aritmia bisa bersumber dari berbagai bagian jantung dan dapat membuat detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Sebagai informasi, memiliki irama jantung normal sangat penting karena jantung berperan dalam memasok seluruh tubuh dengan nutrisi dan oksigen melalui darah yang dipompa.

 

Lantas, aritmia jantung apakah berbahaya? Perlu diketahui, terdapat beberapa jenis aritmia yang tidak berbahaya dan mungkin tidak memerlukan pengobatan secara khusus. Namun, beberapa jenis aritmia lainnya dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan bahkan mengancam jiwa.

 

Penyebab Aritmia

 

Perlu diketahui bahwa detak jantung dikendalikan oleh sistem konduksi jantung. Sinyal konduksi listrik ini dimulai dari sekelompok sel di bagian atas jantung yang disebut sebagai nodus sinus (sinus node). Selanjutnya, sinyal tersebut akan melewati jalur antara ruang atas (atrium) dan bawah (ventrikel) jantung yaitu nodus atrioventrikular. Pergerakan sinyal listrik inilah yang membuat jantung berdenyut dan memompa darah.

 

Pada kondisi normal, proses pemberian sinyal jantung ini biasanya berjalan lancar dan menghasilkan denyut jantung normal saat istirahat sebesar 60–100 bpm. Namun, proses kelistrikan tersebut dapat mengalami gangguan dan menyebabkan aritmia. Hal ini bisa disebabkan oleh:

 

  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam darah, misalnya pada kondisi hipokalemia, hiperkalemia, hiponatremia, dan lain-lain.

  • Kondisi hipertiroid dan hipotiroid.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti golongan penghambat asetilkolinesterase (obat demensia), antidepresan, antihipertensi, antikanker, dan antiaritmia.

  • Mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan.

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan ganja.

  • Faktor genetik.

  • Merokok.

  • Stres dan kecemasan (anxiety).

  • Berat badan berlebih (overweight).

  • Infeksi, seperti endokarditis.

  • Iskemia.

 

Di samping itu, aritmia juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, di antaranya sebagai berikut:

 

 

Gejala Aritmia

 

Aritmia terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun. Detak jantung tidak normal yang tidak menimbulkan gejala biasanya terdeteksi secara tidak sengaja ketika penderita melakukan pemeriksaan untuk alasan lain. Jika timbul gejala, beberapa keluhan yang dirasakan oleh penderita aritmia adalah sebagai berikut:

 

  • Jantung berdebar-debar (palpitasi jantung).

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.

  • Sering pingsan.

  • Sesak napas.

  • Lemah dan mudah lelah.

  • Kecemasan (anxiety).

  • Berkeringat.

  • Pusing atau sakit kepala ringan.

 

Gangguan irama jantung

 

Diagnosis Aritmia

 

Pertama, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat medis pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, termasuk mengukur tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, suhu tubuh), dan memeriksa jantung dengan stetoskop. 

 

Apabila dokter menduga adanya suatu kondisi aritmia, biasanya akan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:

 

 

Jika aritmia tidak ditemukan setelah pemeriksaan di atas dilakukan, dokter mungkin menyarankan tes lebih lanjut untuk mencoba memicu aritmia. Tes ini meliputi:

 

  • Stress test. Beberapa aritmia dipicu atau diperburuk oleh olahraga. Selama stress test, aktivitas jantung dipantau saat pasien bersepeda statis atau berjalan di atas treadmill. Jika pasien tidak dapat berolahraga, pasien mungkin diberi obat yang memengaruhi jantung dengan cara yang mirip dengan olahraga.

  • Tilt table test. Tes ini biasanya dilakukan jika pasien pernah pingsan. Denyut jantung dan tekanan darah akan diperiksa saat pasien berbaring di atas meja. Selanjutnya, meja akan dimiringkan sehingga menempatkan pasien dalam posisi berdiri. Dokter akan mengamati bagaimana jantung dan sistem saraf pasien merespons perubahan sudut.

  • Studi elektrofisiologi. Pemeriksaan ini dapat mengonfirmasi diagnosis aritmia dan dapat menunjukkan sistem konduksi listrik jantung seseorang. 

 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mencari tahu penyebab aritmia, seperti:

 

  • Tes darah, meliputi darah lengkap, kadar elektrolit, enzim jantung, dan lain-lain.

  • CT scan.

  • MRI.

 

Pengobatan Aritmia

 

Pengobatan aritmia akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Pada beberapa kasus, kondisi aritmia mungkin tidak memerlukan perawatan medis khusus. Dalam situasi ini, pasien dapat mempertimbangkan untuk memperoleh second opinion dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang memiliki subspesialisasi terkait. Dengan begitu, pasien bisa lebih terbantu dalam pengambilan keputusan mengenai metode pengobatan aritmia yang paling sesuai dengan kondisi tubuhnya.

 

Adapun beberapa pilihan pengobatan aritmia adalah sebagai berikut: 

 

1. Obat-obatan

 

Terdapat berbagai pilihan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi aritmia. Setiap pasien mungkin akan menerima jenis obat dan dosis yang berbeda-beda, tergantung pada kondisinya. Secara umum, beberapa jenis obat aritmia yang biasa diresepkan oleh dokter adalah sebagai berikut:

 

  • Obat antiaritmia, untuk mengubah ritme tidak teratur menjadi ritme normal atau mencegah aritmia.

  • Obat yang mengendalikan detak jantung.

  • Obat terapi antikoagulan atau antiplatelet, untuk mengurangi risiko pembekuan darah.

  • Obat untuk mengatasi kondisi yang menjadi penyebab aritmia.

 

2. Perubahan Gaya Hidup

 

Mengelola aritmia tidak hanya dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan, tetapi juga bisa didukung dengan perubahan gaya hidup yang sederhana, mulai dari mengelola tekanan darah hingga menjaga berat badan tetap ideal. Berikut adalah beberapa pola hidup sehat yang disarankan:

 

  • Mengelola tekanan darah dan kadar gula darah.

  • Menghindari rokok maupun produk tembakau lainnya.

  • Mengurangi asupan alkohol.

  • Menghindari kafein dan stimulan.

  • Menjaga berat badan ideal.

 

3. Terapi

 

Selain obat-obatan, beberapa pasien mungkin memerlukan terapi untuk mendukung perawatan aritmia. Adapun sejumlah terapi yang biasanya direkomendasikan untuk pasien aritmia adalah sebagai berikut:

 

  • Kardioversi: Terapi kejut listrik ini dilakukan dengan menggunakan impuls listrik untuk menyinkronkan jantung dan memungkinkan irama normal dimulai kembali.

  • Ablasi kateter: Kateter mengirimkan energi listrik frekuensi tinggi ke area kecil jaringan di dalam jantung untuk memutuskan jalur irama yang tidak normal. Terapi ini dapat mengobati berbagai jenis aritmia, termasuk atrial fibrilasi, atrial flutter, serta beberapa jenis takikardia atrium dan ventrikel.

  • Isolasi vena pulmonalis: Terapi ini sejenis ablasi yang menciptakan bekas luka seperti cincin untuk mengisolasi penyebab fibrilasi atrium.

 

4. Pemasangan Perangkat Medis

 

Perangkat medis yang biasanya dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk mengatasi aritmia adalah sebagai berikut:

 

  • Alat pacu jantung permanen: Perangkat ini mengirimkan impuls listrik kecil ke otot jantung untuk mempertahankan denyut jantung normal dan menjaga jantung agar tidak berdetak terlalu lambat.

  • Implantable cardioverter defibrillator (ICD): Perangkat ini berfungsi untuk memantau irama jantung. Saat mendeteksi irama jantung yang sangat cepat atau tidak normal, ICD dapat menyalurkan energi ke otot jantung untuk membuat jantung berdetak dalam irama normal. Alat ini dapat membantu menangani takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel.

  • Biventricular (B-V) pacemakers and defibrillators: Alat yang juga disebut sebagai cardiac resynchronization therapy (CRT) ini dapat membantu menyinkronkan kontraksi ventrikel kiri. 

 

5. Operasi 

 

Penderita aritmia mungkin memerlukan operasi jantung karena beberapa alasan berikut ini:

 

  • Untuk mengobati penyakit jantung yang dapat menyebabkan aritmia, termasuk operasi katup atau operasi bypass arteri koroner.

  • Prosedur labirin untuk memperbaiki atrial fibrilasi yang tidak merespons pengobatan atau metode perawatan nonbedah.

  • Kabel pacu jantung biventrikular pada jantung menggunakan teknik minimal invasif.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi aritmia. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia jika kerap mengalami detak jantung yang tidak beraturan.

 

Penanganan penyakit jantung harus dilakukan secara cepat dan tepat karena setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Karenanya, dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, penting bagi pasien dan keluarga untuk mempertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

 

Siloam International Hospitals memiliki layanan Chest Pain Ready Hospitals dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk kegawatan jantung dalam menangani masalah jantung dengan #CepatTepat. Kunjungi Siloam Hospitals terdekat atau hubungi emergensi 1-500-911.

 

banner cardiac by condition

Sumber

Mayo Clinic. Heart arrhythmia. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Arrhythmias. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Arrhythmia. Diakses pada 2024 | Circulation. Drug-Induced Arrhythmias: A Scientific Statement From the American Heart Association. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail