Palpitasi Jantung, Kenali Penyebab Jantung Berdebar Kencang
Kesehatan Tubuh

Palpitasi Jantung, Kenali Penyebab Jantung Berdebar Kencang

23 Januari 2026 5 menit waktu baca
Mengenal Palpitasi Jantung

Palpitasi jantung adalah sensasi jantung berdebar kencang. Penderita biasanya akan merasakan jantung berdegup atau berdetak secara tidak teratur selama beberapa detik atau menit. Selain di dada, sensasi ini juga dapat dirasakan di tenggorokan atau leher penderita.

 

Meskipun palpitasi dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman, kondisi ini tidak selalu menunjukkan adanya masalah jantung. Mari kenali lebih jauh mengenai palpitasi jantung melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Palpitasi Jantung?

 

Palpitasi jantung adalah kondisi ketika jantung berdetak kencang dan tidak beraturan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja di segala usia. Lantas, apakah palpitasi jantung berbahaya? Palpitasi jantung umumnya tidak berbahaya. Biasanya, jantung berdebar kencang yang ditimbulkan hanya bersifat sementara. Namun, dalam beberapa kasus, palpitasi jantung dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung atau aritmia yang membutuhkan perhatian medis.

 

Penyebab Palpitasi Jantung

 

Palpitasi jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari keadaan psikologis hingga kondisi kesehatan tertentu. Penyebab umum jantung berdebar kencang pada kondisi palpitasi jantung adalah sebagai berikut:

 

  • Reaksi emosional seperti ketakutan, stres, cemas, atau serangan panik.

  • Perasaan sedih atau depresi.

  • Pascaolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat.

  • Konsumsi zat-zat yang berperan sebagai stimulan, seperti kafein, nikotin, kokain, amfetamin, dan obat yang mengandung pseudoephedrine.

  • Peningkatan suhu tubuh atau demam.

  • Fluktuasi kadar hormon terkait menstruasi, kehamilan, atau menopause.

  • Kadar hormon tiroid yang tidak normal, baik tinggi maupun rendah.

  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, penyalahgunaan NAPZA, dan lainnya.

  • Berat badan berlebih (obesitas).

  • Adanya riwayat penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit katup jantung, gangguan irama jantung, dan lain-lain.

  • Kondisi medis lainnya seperti diabetes, dehidrasi, anemia, hipotensi, dan kadar gula darah rendah.

 

Gejala Palpitasi Jantung

 

Gejala umum yang dialami pasien palpitasi jantung adalah sebagai berikut:

 

  • Jantung berdebar kencang dan berdetak tidak beraturan.

  • Sensasi jantung yang seolah-olah melambat, semakin cepat, terasa berhenti atau skip.

  • Rasa tidak nyaman di dada seperti nyeri dada dan tegang.

  • Sensasi palpitasi yang dapat terasa hingga ke leher atau tenggorokan.

  • Sesak napas. Palpitasi jantung yang parah dapat menyebabkan sesak napas.

  • Pusing hingga pingsan. Beberapa orang mungkin merasa pusing atau bahkan pingsan akibat palpitasi jantung yang parah.

 

Komplikasi dari Palpitasi Jantung

 

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat palpitasi jantung adalah sebagai berikut:

 

A. Pingsan

 

Ketika jantung berdetak kencang, tubuh dapat mengalami penurunan tekanan darah dan menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran atau pingsan. Hal ini umumnya terjadi pada pasien yang memiliki penyakit jantung bawaan atau masalah jantung tertentu.

 

B. Henti Jantung Mendadak

 

Komplikasi selanjutnya dari palpitasi jantung adalah cardiac arrest. Dalam beberapa kasus yang parah, palpitasi berisiko mengancam nyawa. Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami henti jantung secara mendadak atau cardiac arrest.

 

C. Stroke

 

Jika palpitasi disebabkan oleh kondisi fibrilasi atrium, yakni bagian serambi jantung bergetar tidak normal, kondisi ini berisiko menyebabkan pembekuan darah. Jika bekuan darah tersebut lepas dan menyumbat arteri di otak, maka dapat menyebabkan stroke.

 

D. Gagal jantung

 

Komplikasi lainnya dari palpitasi jantung adalah gagal jantung. Beberapa jenis kelainan detak jantung, termasuk palpitasi, dapat mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efektif. Kondisi ini disebut juga dengan gagal jantung.

 

Cara Mengatasi Palpitasi Jantung

 

Pengobatan yang paling tepat untuk palpitasi jantung akan bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Biasanya, palpitasi jantung tidak memerlukan pengobatan medis apabila kondisi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti pilihan makanan, konsumsi alkohol, merokok, atau asupan kafein yang berlebihan yang bisa ditangani melalui perubahan gaya hidup. 

 

Lebih lanjut, berikut beberapa cara sederhana untuk mengatasi jantung berdebar kencang pada kondisi palpitasi jantung:

 

A. Menenangkan Diri

 

Cara pertama dalam mengatasi palpitasi jantung adalah menenangkan diri. Jika palpitasi jantung disebabkan oleh stres, gangguan panik, depresi, atau kecemasan, maka penderita perlu untuk menenangkan diri. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang disukai dan melakukan teknik pernapasan dalam, yoga, meditasi, atau aktivitas relaksasi lainnya untuk membantu meredakan faktor-faktor psikologis yang memicu palpitasi.

 

B. Hindari Aktivitas Fisik yang Berlebihan

 

Jika palpitasi jantung terjadi setelah melakukan aktivitas fisik yang intens seperti workout, penderita disarankan untuk mengurangi intensitas atau durasi latihan. Konsultasikan dengan dokter atau trainer untuk mendapatkan program latihan yang sesuai dengan kondisi jantung. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik yang cukup dan menghindari terjadinya palpitasi jantung yang berlebihan.

 

C. Terapkan Pola Hidup Sehat

 

Cara mengatasi palpitasi jantung yang selanjutnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Menjaga kesehatan tubuh sangat penting dalam mengatasi palpitasi jantung. Hal ini meliputi menjaga pola makan sehat, cukup tidur, dan rutin berolahraga. Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol secara berlebihan karena hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan jantung dan memicu palpitasi.

 

D. Konsultasikan dengan Dokter

 

Perlu diingat bahwa setiap kasus palpitasi jantung dapat memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda. Jika palpitasi jantung terjadi berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab palpitasi, memberikan diagnosis yang akurat, dan jika diperlukan, meresepkan obat atau melakukan tindakan medis untuk mengatasi masalah jantung yang mendasarinya.

 

Maka dari itu, jika merasa jantung berdetak kencang atau melambat secara tiba-tiba disertai rasa tidak nyaman pada dada, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar bisa memperoleh diagnosis yang akurat serta pengobatan yang tepat.

 

Siloam Hospitals Group menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals untuk membantu pasien memperoleh penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat dengan 24/7 unit terintegrasi, dokter spesialis jantung siaga, cath lab, dan perawat bersertifikasi untuk menangani kegawatan jantung.

 

Hal ini untuk mendukung penanganan kondisi jantung yang #CepatTepat mengingat setiap detik sangat berharga dalam mencegah kerusakan organ yang lebih luas. Karenanya, dalam memilih rumah sakit jantung terbaik, penting bagi Anda dan keluarga untuk mempertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

 

banner cardiac by condition

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail