Mengenal Sudden Cardiac Arrest (Henti Jantung Mendadak)
Kesehatan Tubuh

Mengenal Sudden Cardiac Arrest (Henti Jantung Mendadak)

21 Mei 2026 5 menit waktu baca
sudden cardiac arrest adalah

 

Sudden cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh secara mendadak. Tanpa aliran darah dan oksigen, organ vital seperti otak bisa mengalami kerusakan dalam hitungan menit. Bila tidak segera ditangani, henti jantung mendadak bisa berujung pada kematian. Mari kenali apa itu henti jantung mendadak, gejala, dan penanganannya dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Sudden Cardiac Arrest (Henti Jantung Mendadak)?

 

Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti mendadak akibat gangguan pada sistem kelistrikan jantung. Jantung yang seharusnya berdetak teratur untuk memompa darah, justru mengalami gangguan irama (aritmia) yang membuat detaknya menjadi sangat cepat, kacau, atau bahkan berhenti sama sekali.

 

Saat kondisi ini terjadi, penderita biasanya secara langsung kehilangan kesadaran dan tidak bernapas. Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung yang terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah jantung (arteri koroner). Meski begitu, serangan jantung bisa menjadi salah satu penyebab henti jantung mendadak, terutama bila menimbulkan aritmia berat.

 

Gejala Sudden Cardiac Arrest

 

Henti jantung mendadak adalah kondisi yang berbahaya, terlebih kondisi ini sering kali terjadi tanpa gejala. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini bisa diawali dengan tanda-tanda seperti:

 

  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di area dada.

  • Sesak napas.

  • Denyut jantung tidak teratur atau rasa berdebar.

  • Pusing atau terasa mau pingsan.

  • Lemas dan kelelahan yang tidak biasa.

 

Jika tidak segera ditangani, penderita bisa terjatuh secara tiba-tiba, tidak responsif, tidak bernapas, dan tidak terasa denyut nadi. Inilah ciri utama dari gejala henti jantung yang harus dikenali dengan cepat.

 

Penyebab Sudden Cardiac Arrest

 

Sebagian besar henti jantung terjadi karena sistem kelistrikan jantung yang tidak berfungsi dengan baik. Kerusakan ini dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal (aritmia), seperti takikardia ventrikel atau fibrilasi ventrikel. Pada fibrilasi ventrikel, ruang bawah jantung tiba-tiba mulai berdetak secara tidak teratur dan tidak memompa darah.

 

Beberapa serangan jantung dapat disebabkan oleh perlambatan denyut jantung yang ekstrem (bradikardia). Detak jantung yang tidak teratur seperti ini dapat menyebabkan henti jantung mendadak yang mengancam jiwa. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang juga dapat memicu terjadinya henti jantung mendadak, yaitu:

 

  • Memiliki riwayat gangguan jantung, seperti kardiomiopati, penyakit jantung koroner, dan sebagainya. Henti jantung dapat disebabkan oleh hampir semua kondisi jantung yang diketahui.

  • Jaringan parut pada jantung. Hal ini dapat disebabkan oleh serangan jantung sebelumnya atau penyebab lainnya. Adanya jaringan parut pada jantung atau jantung yang membesar karena penyebab apa pun rentan mengalami aritmia ventrikel yang mengancam jiwa. 

  • Kelainan pembuluh darah. Kasus langka ini terjadi terutama di arteri koroner dan aorta. 

  • Obesitas.

  • Sleep apnea.

  • Etiologi atau penyebab non-jantung, termasuk perdarahan intrakranial, emboli paru, pneumotoraks, henti napas primer, konsumsi racun (termasuk overdosis obat), kelainan elektrolit, infeksi berat (sepsis), hipotermia, atau trauma.

  • Kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.

Pertolongan Pertama Sudden Cardiac Arrest

 

Henti jantung mendadak adalah kondisi gawat darurat. Bila melihat seseorang tiba-tiba terjatuh, tidak sadarkan diri, tidak ada nadi yang teraba, dan tidak bernapas, lakukan langkah-langkah pertolongan pertama henti jantung mendadak berikut ini:

 

  1. Segera hubungi layanan darurat.

  2. Lakukan resusitasi jantung paru atau CPR.

    • Kompresi dada: Letakkan salah satu telapak tangan pada bagian tengah dada pasien, tepatnya pada ⅓ tulang sternum (tulang dada). Sementara itu, telapak tangan lainnya diletakkan di atas tangan tersebut. Tekan dada dengan cepat dan kuat sebanyak 100–120 kali per menit.

    • Membuka jalan napas: Posisikan kepala pasien seperti mendongak. Letakkan satu tangan pada dahi pasien dan angkat dagu pasien secara perlahan sampai saluran napas pasien terbuka menggunakan tangan yang lainnya. 

    • Memberikan napas buatan: Dalam CPR, teknik breathing dilakukan bersama dengan compression, yaitu 30 kali kompresi dada diikuti dengan 2 kali bantuan napas

  3. Gunakan AED (automated external defibrillator) jika tersedia untuk membantu mengembalikan detak jantung ke irama normal.

 

Penanganan henti jantung bergantung pada kemampuan cakupan praktik penolong. Pada penolong awam, penanganan henti jantung dapat dilakukan hanya dengan tangan dan penggunaan AED, jika tersedia. CPR harus dilanjutkan hingga bantuan medis datang. Sementara itu, penolong yang telah tersertifikasi untuk melakukan bantuan hidup dasar (basic life support/BLS) dapat melakukan penanganan di atas dengan tambahan ventilasi selama CPR aktif.

 

Pedoman saat ini merekomendasikan dua napas buatan untuk setiap 30 kompresi. Penolong juga dapat memanipulasi jalan napas untuk membantu patensi jalan napas, menggunakan alat bantu jalan napas, intubasi endotrakeal, penggunaan obat-obatan dalam serangan jantung (epinephrine, amiodarone, dan sebagainya), serta melakukan interpretasi ritme jantung untuk menggunakan defibrilator.

 

Diagnosis Sudden Cardiac Arrest

 

Setelah pasien selamat dari henti jantung, dokter akan melakukan serangkaian diagnosis henti jantung untuk mengetahui penyebab utamanya. Hasil diagnosis juga akan menentukan rencana pengobatan dan langkah pencegahan ke depan. Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis umumnya mencakup:

 

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk melihat irama jantung.

  • Tes darah untuk mengukur darah lengkap, enzim jantung, nilai elektrolit, dan lain-lain.

  • Ekokardiogram (USG jantung).

  • Kateterisasi jantung jika dicurigai adanya sumbatan pembuluh darah.

  • MRI jantung jika perlu gambaran yang lebih detail.

Perawatan Sudden Cardiac Arrest dan Pencegahan Jangka Panjang

 

Jika pasien berhasil mengalami kembalinya sirkulasi spontan (return of spontaneous circulation/ROSC), pasien akan menjalani perawatan pascaresusitasi dengan manajemen jangka panjang. Setelah kondisi pasien stabil, pasien akan ditindaklanjuti dengan perawatan serta serangkaian pengobatan tertentu, meliputi:

 

  • Pemberian obat-obatan, seperti antiaritmia.

  • Ablasi jantung untuk menghancurkan jaringan penyebab aritmia.

  • Pemasangan ICD (implantable cardioverter defibrillator) atau alat kejut jantung. Implan tersebut ditanam di tubuh dan membantu menormalkan detak jantung.

 

Untuk mencegah henti jantung mendadak terulang, dokter juga akan membantu pasien mengelola faktor risikonya melalui perubahan gaya hidup, termasuk:

 

  • Berhenti merokok.

  • Mengatur pola makan sehat dan bergizi.

  • Rutin berolahraga.

  • Mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

  • Menghindari stres berlebihan.

 

Henti jantung mendadak adalah kondisi berbahaya yang sering datang tanpa tanda. Meski menakutkan, kondisi ini bisa diselamatkan jika pertolongan diberikan dengan cepat dan tepat. Karena itu, kenali gejala dan lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi potensi masalah jantung sejak dini. Jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat, terlebih jika Anda atau keluarga memiliki riwayat penyakit jantung.

 

Penting untuk dipahami bahwa setiap detik merupakan momen berharga bagi kesehatan jantung Anda. Karenanya, penanganan yang cepat dan tepat harus diberikan untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih parah. Untuk itu, pertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan dalam memilih rumah sakit jantung terbaik.

 

Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung​.

sudden cardiac arrest adalahsudden cardiac arrest adalah

Image Article Cardiac by Condition

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail