Penyakit Jantung Koroner, Kenali Penyebab dan Ciri-Cirinya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Jantung Koroner, Kenali Penyebab dan Ciri-Cirinya

21 Mei 2026 5 menit waktu baca
Mengenal Penyakit Jantung Koroner, Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga menimbulkan keluhan serius, seperti nyeri dada atau serangan jantung. Mari ketahui penyebab, gejala, serta cara mencegah penyakit jantung koroner melalui artikel berikut ini.

Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?

 

Penyakit jantung koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak atau zat lainnya, seperti kalsium dan fibrin. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyakit kardiovaskular dengan tingkat kematian yang tinggi di dunia.

 

Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, arteri dapat semakin menyempit dan aliran darah ke jantung pun menjadi terhambat. Kondisi tersebut bisa berujung pada gangguan irama jantung, gagal jantung, serangan jantung, hingga kematian mendadak.

 

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) (2025), penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, dan sebagian besar kasus disebabkan oleh serangan jantung serta stroke.

 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

 

Penyebab pasti terbentuknya plak pada pembuluh arteri masih terus diteliti. Namun, beberapa hal berikut ini diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis atau penumpukan plak yang mempersempit pembuluh darah:

 

1. Tekanan Darah Tinggi

 

Menurut jurnal Vascular Pharmacology (2023), tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Seseorang dikategorikan memiliki tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg.

 

Sebagai informasi, tekanan sistolik merupakan ukuran tekanan darah saat jantung berkontraksi untuk memompa darah keluar. Sementara itu, tekanan diastolik adalah tekanan darah saat otot jantung meregang untuk mengisi aliran darah ke jantung.

 

2. Kolesterol

 

Jenis kolesterol yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat. Dalam kadar yang berlebihan, kolesterol inilah yang memiliki kecenderungan untuk menempel dan menumpuk di arteri koroner.

 

3. Diabetes

 

Penderita diabetes berisiko dua kali lipat lebih tinggi terserang penyakit jantung koroner. Hal ini diduga karena diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah akibat kadar gula darah tinggi kronis yang mempercepat aterosklerosis.

 

4. Kebiasaan Merokok

 

Menurut jurnal berjudul Cardiovascular Risk of Smoking and Benefits of Smoking Cessation (2020), 30% dari kematian karena penyakit jantung koroner terjadi akibat merokok secara aktif dan pasif. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih berat dari biasanya.

 

Kedua zat tersebut juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah di arteri. Bahan-bahan kimia lain dalam rokok juga berpotensi merusak lapisan arteri koroner sehingga dapat memperbesar risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

 

5. Penggumpalan Darah

 

Penggumpalan darah atau trombosis pada arteri koroner akibat peradangan, kadar kolesterol tinggi, gula darah yang tidak terkontrol, dan stres, juga berpotensi memperburuk penyumbatan arteri koroner. Apabila tidak diatasi dengan segera, kondisi ini bisa berujung pada penyakit jantung koroner.

 

Gejala Penyakit Jantung Koroner

 

Penyakit jantung koroner dapat menyerang siapa dari segala usia, namun risiko PJK dapat meningkat seiring dengan usia dan faktor tertentu. Berikut ciri-ciri penyakit jantung koroner yang perlu diwaspadai:

 

1. Nyeri Dada

 

Nyeri dada menjadi salah satu gejala yang paling umum terjadi pada penyakit jantung, termasuk penyakit jantung koroner. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan darah kaya oksigen ke otot jantung sehingga dada terasa berat atau seperti tertindih. Rasa nyeri pada dada biasanya terjadi dan sangat terasa ketika penderita tengah melakukan aktivitas, misalnya saat berolahraga atau saat mengalami stres dan emosional.

 

2. Sesak Napas

 

Jantung yang tidak dapat memompa darah dengan baik dapat mengakibatkan seseorang sulit bernapas karena aliran darah tidak lancar. Tidak hanya itu, banyaknya cairan yang terdapat pada paru-paru juga dapat memperparah kondisi, terlebih bila terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

 

3. Mudah Lelah

 

Ciri-ciri penyakit jantung koroner selanjutnya yaitu mudah lelah. Perlu diketahui, tubuh mudah lelah merupakan efek yang ditimbulkan dari fungsi jantung yang tidak normal. Biasanya, rasa mudah lelah pada penderita penyakit jantung juga disertai dengan pusing akibat sirkulasi darah yang terganggu.

 

4. Keringat Dingin, Mual, dan Muntah

 

Saat pembuluh darah menyempit, secara tidak langsung otot-otot pada jantung akan mengalami kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan iskemia. Iskemia adalah kondisi yang memicu terjadinya keringat secara berlebih disertai rasa mual dan muntah.

 

5. Jantung Berdebar (Palpitasi)

 

Jantung berdebar (palpitasi) adalah kondisi ketika jantung berdetak kuat, berdebar-debar, dan tidak teratur seperti biasanya. Palpitasi jantung umumnya menyerang seseorang yang mudah stres atau cemas serta memiliki riwayat penyakit jantung.

 

Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

 

Untuk meminimalkan risiko terkena penyakit jantung koroner, terdapat beberapa upaya pencegahan penyakit jantung koroner yang dapat dilakukan, seperti:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Menerapkan pola makan sehat.

  • Mengurangi makanan berkolesterol dan tinggi garam.

  • Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

  • Menurunkan berat badan berlebih.

  • Mengontrol tekanan darah.

  • Mengelola stres.

  • Istirahat yang cukup.

 

Penyakit jantung koroner perlu ditangani sedini mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, maupun kebiasaan merokok, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Setiap detik sangat berarti bagi kesehatan jantung Anda. Karenanya, penting untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah kerusakan jantung yang lebih parah. Untuk itu, pertimbangkan referensi, rekam jejak, serta layanan kesehatan unggulan dalam memilih rumah sakit jantung terbaik.

 

Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dan hubungi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung​.

 

 

Image Article Cardiac by Condition

Dokter Kami
dr-tri-adi-mylano-spjpk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, FSCAI

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Medan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail