Apa itu Iskemia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Iskemia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

09 Mei 2025 5 menit waktu baca
iskemia adalah

Table of Contents

Iskemia adalah kondisi ketika aliran darah menuju organ atau jaringan tertentu tidak tercukupi karena pembuluh darah mengalami gangguan. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, mulai dari otak, jantung, hingga tungkai.

 

Apabila suatu organ tidak mendapatkan pasokan darah, maka organ tersebut akan kekurangan oksigen. Akibatnya, fungsi dan kerja organ akan terganggu. Bahkan jangka panjangnya dapat mengalami kerusakan atau mati jaringan.

 

Apa itu Iskemia?

 

Iskemia adalah kondisi kurangnya suplai darah ke organ tertentu yang terjadi karena penumpukan plak pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat menghambat distribusi oksigen dari arteri ke organ yang terdampak (organ iskemik).

 

Apabila terjadi dalam waktu yang lama, iskemia tidak hanya menyebabkan fungsi organ terganggu. Lebih dari itu, dalam kondisi yang parah dapat mengakibatkan terjadinya infark, kematian sebagian atau seluruh organ iskemik.

 

Penyebab Iskemia

 

Penyebab utama iskemia adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan aliran darah terhambat. Penumpukan tersebut sering kali terjadi secara perlahan sehingga jarang disadari oleh penderitanya.

 

Semakin lama, plak pada pembuluh darah tersebut bisa pecah dan membentuk gumpalan darah yang menyebabkan penyumbatan atau menghentikan aliran darah secara tiba-tiba. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat sehingga suplai darah berkurang.

 

Di samping itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena iskemia adalah sebagai berikut:

 

  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Penyalahgunaan NAPZA.
  • Cedera yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah.
  • Jarang berolahraga.
  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, peradangan, hingga penyakit jantung dan ginjal.

 

Jenis-Jenis Iskemia

 

Berdasarkan organ yang terdampak, iskemia dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu iskemia otak, jantung, usus dan tungkai. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Iskemia Otak

 

Iskemia otak terjadi ketika pembuluh darah menuju otak tersumbat sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen. Pasalnya, otak merupakan organ yang rentan kekurangan oksigen, sekalipun iskemia pada otak hanya terjadi selama beberapa detik, namun sudah mampu menyebabkan organ ini mengalami kerusakan otak berat dan berujung pada stroke.

 

2. Iskemia Jantung

 

Iskemia jantung (ischemic heart disease) merupakan kondisi ketika pembuluh darah arteri yang membawa oksigen ke otot jantung terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel otot jantung dan berujung pada serangan jantung, gangguan irama jantung (aritmia), hingga gagal jantung.

 

3. Iskemia Usus

 

Iskemia usus menyebabkan organ usus kekurangan oksigen sehingga dinding usus menjadi berlubang atau mati. Kerusakan pada dinding usus membuat bakteri di dalam usus keluar dan mengakibatkan infeksi berat yang jika tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa.

 

4. Iskemia Tungkai

 

Iskemia tungkai disebabkan oleh penumpukan plak di arteri kaki (arteri perifer). Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri di area tungkai kaki dan pada kondisi yang parah, rasa nyeri tersebut akan muncul dalam intensitas berat. Iskemia tungkai perlu ditangani dengan segera karena berpotensi membuat penderitanya kehilangan kaki karena kematian jaringan kaki.

 

Gejala Iskemia

 

Gejala iskemia berbeda-beda, tergantung dari organ mana yang terdampak. Berikut adalah masing-masing gejala iskemia pada otak, jantung, usus, dan tungkai.

 

1. Gejala Iskemia di Otak

 

Sejumlah gejala iskemia yang menyerang otak adalah:

 

  • Pusing atau vertigo.
  • Merasa lemah atau kelumpuhan pada sebagian badan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Mengalami gangguan penglihatan.
  • Kesulitan berbicara dan memahami orang lain ketika berkomunikasi.
  • Kemampuan mengontrol tubuh melemah.

 

2. Gejala Iskemia di Jantung

 

Iskemia di jantung umumnya memunculkan beberapa gejala berikut:

 

  • Nyeri dada seperti tertekan.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri kepala atau pusing.
  • Lemas dan keringat dingin.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Nyeri yang menjalar ke rahang, bahu, dan lengan.
  • Sesak napas, biasanya muncul ketika melakukan aktivitas fisik.

 

3. Gejala Iskemia di Usus

 

Gejala iskemia usus bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) ataupun dalam jangka panjang (kronis). Beberapa gejala iskemia usus akut adalah:

 

  • Diare.
  • Nyeri perut secara tiba-tiba.
  • BAB berdarah.
  • Mual dan muntah.
  • Perut membesar.
  • Pada lansia, bisa disertai linglung.

 

Sementara itu, iskemia usus kronis biasanya disertai dengan beberapa gejala, seperti:

 

  • Mual.
  • Perut kembung atau nyeri perut selama 30 menit setelah makan dan menghilang dengan sendirinya.
  • Nyeri perut yang semakin berat seiring berjalannya waktu.
  • Diare atau sembelit.
  • Penurunan berat badan.
  • Gangguan makan.
  • Stroke atau serangan jantung.

 

4. Gejala Iskemia di Tungkai

 

Beberapa gejala iskemia tungkai adalah sebagai berikut:

 

  • Telapak kaki dan tungkai terasa nyeri.
  • Kaki terasa dingin dan lemah.
  • Kulit tungkai tampak halus, mengkilat, lalu menghitam.
  • Kuku kaki menebal.
  • Tak kunjung sembuh bila mengalami luka.

 

Diagnosis Iskemia

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang terdampak.

 

Selanjutnya, dokter akan meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang, seperti CT Scan atau MRI untuk melihat area pembuluh darah yang tersumbat secara lebih jelas. Jika iskemia terjadi pada jantung, biasanya dokter juga menyarankan pasien melakukan pemeriksaan elektrokardiogram dan ekokardiogram.

 

Sementara itu, pemeriksaan pada iskemia usus biasanya dilengkapi dengan endoskopi, kolonoskopi, atau ultrasonografi (USG) untuk melihat gambaran kondisi usus, penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah, serta tingkat kecukupan oksigen di usus.

 

Apabila iskemia terjadi di otak, selain CT Scan dan MRI, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang ekokardiografi untuk mengetahui ada atau tidaknya gumpalan darah di otak, yang mana gumpalan tersebut mungkin berasal dari jantung.

 

Pengobatan Iskemia

 

Cara mengobati iskemia akan disesuaikan dengan penyebab dan organ yang terdampak. Sehingga, dokter akan memprioritaskan penanganan pada area organ yang tersumbat agar aliran darah kembali lancar.

 

Selain itu, biasanya dokter akan memberikan obat antikoagulan kepada pasien untuk mencegah penggumpalan darah semakin membesar. Pada pasien iskemia akut, pengobatan ini bisa berlangsung dalam jangka panjang.

 

Apabila diperlukan, dokter akan menghilangkan gumpalan massa yang menyebabkan peredaran darah terhambat melalui prosedur pembedahan. Pembedahan dilakukan terhadap pembuluh darah untuk memulihkan fungsi organ tubuh yang terdampak.

 

Pencegahan Iskemia

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya iskemia adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Memperbanyak asupan sayur dan buah.
  • Mengontrol gula darah, diabetes, dan tekanan darah.
  • Mengelola stres.
  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter apabila memiliki risiko penyakit aterosklerosis atau penggumpalan darah.

 

Iskemia adalah kondisi yang memerlukan penanganan dengan segera. Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang menyerupai kondisi di atas, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan secara tepat.


Gunakan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Temukan fiturnya dalam aplikasi MySiloam yang dapat diunduh secara gratis. Mari jaga selalu  kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail