Kesehatan Tubuh
Jenis USG dan Fungsinya untuk Berbagai Pemeriksaan Medis

Table of Contents
USG (ultrasonografi) merupakan salah satu metode diagnostik yang sering digunakan dalam dunia medis karena prosesnya yang cepat, tepat, dan sangat aman. Alih-alih radiasi, USG bekerja dengan memanfaatkan pantulan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh secara langsung (real-time).
Terdapat beberapa jenis USG yang dirancang khusus untuk memeriksa berbagai organ tubuh dengan tujuan berbeda-beda. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu USG (Ultrasonografi)?
USG (ultrasonografi) adalah pemeriksaan radiologi yang menggunakan pancaran gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memvisualisasikan kondisi organ dan jaringan di dalam tubuh. Pemeriksaan ini memiliki cakupan tujuan yang sangat luas, seperti menilai kondisi organ, jaringan lunak, serta aliran darah secara real-time.
Selain sebagai alat diagnostik, USG juga berperan sebagai sebagai panduan dalam beberapa prosedur medis, seperti pengambilan sampel jaringan (biopsi) atau tindakan tertentu yang memerlukan visualisasi langsung.
Fungsi USG
Melalui USG, dokter dapat melihat kondisi di dalam tubuh secara real-time tanpa operasi. Sebagai alat diagnosis, USG dapat digunakan untuk melihat kondisi berbagai organ di dalam tubuh, termasuk saluran pencernaan, organ reproduksi (seperti rahim dan vagina), hingga pembuluh darah.
Tidak hanya memperlihatkan bentuk dan struktur organ (USG anatomi) secara rinci, USG juga dapat memperlihatkan pergerakan aliran darah atau jaringan, kecepatan aliran darah, serta tingkat kekerasan atau kelenturan jaringan (USG fungsional).
Siapa yang Memerlukan USG?
Sebagai alat diagnostik, USG dapat digunakan untuk mendeteksi masalah yang melibatkan organ dalam pasien. Setelah melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, USG sering kali menjadi langkah lanjutan untuk menegakkan diagnosis kondisi tertentu yang tidak terlihat secara fisik. USG dapat membantu dokter mendiagnosis beberapa kondisi berikut:
-
Gangguan sistem pembuluh darah:
-
Pembuluh darah tersumbat.
-
Bekuan darah.
-
Peleberan pembuluh darah (aneurisma).
-
Gangguan pada organ perut:
-
Pembesaran organ di dalam perut, misalnya limpa atau hati.
-
Kolesistitis (radang kantung empedu).
-
Gangguan sistem reproduksi dan kehamilan:
-
Kelainan genetik atau cacat pada janin.
-
Evaluasi kehamilan seperti usia kehamilan, berat badan, jenis kelamin, dan denyut jantung janin.
-
Gangguan sistem otot dan jaringan lunak:
-
Peradangan atau infeksi jaringan.
-
Cedera otot, tendon, atau ligamen.
-
Kelainan jaringan atau tumor:
-
Pertumbuhan abnormal, seperti kanker atau tumor.
-
Kista berisi cairan.
-
Gejala yang belum diketahui penyebabnya:
-
Perdarahan.
-
Nyeri tanpa sebab yang jelas.
-
Gejala lain yang belum jelas diagnosisnya.
Jenis-Jenis USG
Secara umum, pemeriksaan USG terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan cara penggunaan alatnya (eksternal dan internal) serta hasil tampilan gambarnya (seperti dimensi 2D, 3D, atau 4D).
1. Berdasarkan Cara Pemeriksaan
a. USG Eksternal
USG eksternal adalah jenis USG yang dilakukan dari luar tubuh dengan cara menggerakkan probe atau transducer di atas kulit. Jenis ini paling umum digunakan untuk menilai organ dalam seperti hati, ginjal, atau untuk pemeriksaan kehamilan.
b. USG Internal
USG internal dilakukan dengan memasukkan probe (transducer) ke dalam tubuh. Hal ini dilakukan karena terkadang gelombang suara dari luar terhalang oleh tebalnya lemak perut atau gas di dalam usus. Dengan mendekatkan alat langsung ke organ sasaran, dokter bisa mendapatkan gambar yang jauh lebih jernih, tajam, dan detail. Berikut adalah beberapa USG internal yang umum dilakukan:
-
USG transvaginal: Pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan probe ke dalam vagina untuk melihat organ reproduksi wanita secara lebih detail. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai kondisi, seperti penebalan lapisan rahim, kista ovarium, dan kelainan organ reproduksi lainnya.
-
USG transrektal (transrectal ultrasound/TRUS): Pemeriksaan USG yang khusus dilakukan pada pria dengan memasukkan probe kecil melalui anus (rektum). Jenis USG ini berguna untuk mengevaluasi kelenjar prostat, seperti mendeteksi adanya pembengkakan atau indikasi tumor atau kanker prostat.
-
Endoscopic ultrasound (EUS): Pemeriksaan ini menggabungkan USG dan endoskopi (selang fleksibel panjang yang dilengkapi kamera dan lampu). EUS umumnya digunakan untuk melihat kondisi kerongkongan atau esofagus, lambung, usus, saluran empedu, dan pankreas.
-
Endobronchial ultrasound (EBUS): Mirip dengan EUS, pemeriksaan ini menggabungkan USG dan endoskopi, namun bertujuan untuk melihat saluran pernapasan dan jaringan di sekitar paru-paru. Melalui pemeriksaan ini, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Berdasarkan Tampilan Dimensi
Jenis USG juga dibedakan berdasarkan tampilan gambar yang dihasilkan, mulai dari 2D, 3D, 4D, hingga Doppler. Berikut penjelasannya masing-masing:
-
USG 2D: Pemeriksaan ini menghasilkan gambar dua dimensi berupa potongan melintang (cross-section) dari jaringan atau organ yang diperiksa. USG 2D paling umum digunakan.
-
USG 3D: Alat ini menggabungkan berbagai gambar 2D sehingga membentuk gambar tiga dimensi yang lebih realistis, misalnya memperlihatkan lekuk wajah janin dengan jelas atau mendeteksi kelainan fisik luar seperti bibir sumbing.
-
USG 4D: Pada dasarnya, USG 4D adalah USG 3D yang ditampilkan secara bergerak (video real-time). Jenis USG ini sering kali digunakan untuk memantau pergerakan janin.
-
USG Doppler: USG ini digunakan untuk menilai aliran darah di dalam pembuluh darah. Alat ini bekerja dengan memantulkan gelombang suara ke sel darah merah yang sedang bergerak. USG Doppler biasanya ditampilkan dalam wujud warna (merah dan biru) yang berdenyut, sering kali disertai dengan suara desir aliran darah atau detak jantung.
Bagaimana Gambar USG Terbentuk?
USG bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dipancarkan ke dalam tubuh melalui alat yang disebut transduser. Gelombang ini akan mengenai jaringan tubuh dan sebagian dipantulkan kembali ke alat.
Pantulan gelombang ini kemudian diolah oleh komputer menjadi gambar organ di layar. Setiap jenis jaringan memantulkan gelombang dengan cara yang berbeda, sehingga menghasilkan tampilan yang bervariasi.
Jaringan padat dan keras (seperti tulang atau batu ginjal) akan memantulkan suara dengan kuat sehingga tampak putih terang di layar. Jaringan lunak (seperti otot atau hati) akan tampak abu-abu. Sedangkan area berisi cairan (seperti darah, air ketuban, atau urine) tidak memantulkan suara sehingga tampak hitam pekat.
Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis USG yang perlu diketahui. Sebelum menjalani pemeriksaan ini, dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan USG, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis tergantung pada kondisi masing-masing di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








