Kesehatan Tubuh
Varikokel - Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatannya

Table of Contents
Varikokel adalah kondisi medis di mana terjadi pembengkakan atau pelebaran pada pembuluh darah di sekitar testis (biasanya terjadi pada sisi kiri). Pada kondisi normal, pembuluh darah pada skrotum (kantong zakar) tidak bisa teraba. Namun, pada pengidap varikokel, skrotum akan tampak mengandung banyak guratan akibat pembuluh darah yang membesar.
Meski varikokel umumnya bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi produksi sperma dan kesuburan pada pria. Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa itu Varikokel?
Varikokel adalah kondisi ketika pembuluh darah vena di dalam skrotum mengalami pembesaran atau pembengkakan. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua sisi skrotum. Varikokel serupa dengan varises pada kaki, sehingga disebut juga varises testis.
Varikokel adalah kondisi yang dapat dialami oleh pria dari segala kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada remaja dan lansia. Kondisi ini jarang memengaruhi aktivitas sehari-hari, namun berpotensi menimbulkan masalah kesuburan atau infertilitas.
Varikokel Dapat Menyebabkan Pria Tidak Subur
Pada dasarnya, kesuburan pria dipengaruhi oleh kualitas sperma yang diproduksi oleh buah zakar. Ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, aliran darah dari jantung menuju penis akan menciptakan ereksi. Di saat yang bersamaan, skrotum akan mempersiapkan air mani. Namun, adanya pembengkakan pada pembuluh darah karena varikokel dapat mengakibatkan katup pembuluh darah vena tidak bisa mengembalikan darah ke jantung secara optimal.
Akibatnya, darah akan bertahan di skrotum yang mana lama-kelamaan dapat meningkatkan suhu di sekitar testis. Padahal, suhu di sekitar testis tidak boleh lebih dari 4 derajat di atas suhu tubuh normal agar bisa memproduksi sperma yang berkualitas dan sehat.
Peningkatan suhu yang berlebihan akan mengurangi jumlah sperma, sehingga bisa berpengaruh pada kesuburan pria. Meski begitu, tidak semua penderita varikokel mengalami masalah kesuburan atau infertilitas.
Penyebab Varikokel
Varikokel adalah kondisi yang terjadi ketika katup vena di skrotum tidak bisa menutup dengan optimal dan menyebabkan darah mengendap di belakang katup yang rusak. Namun, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan katup vena di skrotum tidak dapat tertutup dengan baik.
Pada beberapa kasus, penyebab varikokel adalah sumbatan pada pembuluh darah vena di perut. Darah yang tersumbat pada pembuluh tersebut dapat memberikan tekanan balik pada vena kecil di skrotum dan varikokel pun terjadi. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tumor ginjal yang menekan pembuluh vena di skrotum.
Gejala Varikokel
Varikokel umumnya tidak menimbulkan gejala tertentu. Bahkan, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Meski begitu, beberapa keluhan yang biasanya dirasakan oleh penderita varikokel adalah sebagai berikut:
- Munculnya benjolan kecil yang bisa diraba di atas testis.
- Pembengkakan atau pembesaran skrotum.
- Rasa nyeri yang timbul-hilang dan terjadi berulang.
- Pembesaran pada vena bisa teraba dan tampak banyak guratan seperti cacing.
- Rasa tidak nyaman di skrotum.
- Nyeri pada testis yang bisa memburuk ketika berdiri atau sedang melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama.
Diagnosis Varikokel
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan meraba massa testis yang terlihat seperti kantong cacing (akibat pembesaran vena).
Kemudian, dokter akan meminta pasien melakukan gerakan mengambil napas dalam, lalu menahannya. Prosedur ini disebut juga dengan istilah manuver valsava. Beberapa pemeriksaan penunjang yang disarankan pada pasien varikokel adalah sebagai berikut:
- USG skrotum, untuk melihat ukuran pembuluh darah secara lebih jelas.
- Pengukuran volume testis, untuk melihat ukuran volume testis menggunakan alat orkidometer.
- Pemeriksaan sperma, untuk mendeteksi masalah kesuburan pada pasien.
Komplikasi Varikokel
Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat varikokel adalah sebagai berikut:
- Penyusutan testis yang disebabkan oleh penumpukan racun dalam darah.
- Infertilitas atau kemandulan yang menyebabkan seseorang kesulitan memiliki momongan.
Cara Mengobati Varikokel
Apakah varikokel bisa sembuh sendiri? Sebagian besar kasus penyakit varikokel tidak membutuhkan pengobatan khusus agar sembuh. Akan tetapi, jika muncul rasa nyeri, testis mengecil, atau gangguan kesuburan maka dapat dilakukan pengobatan, seperti:
- Operasi terbuka dengan sayatan di lipatan paha atau perut bagian bawah.
- Operasi laparoskopi, yaitu membuat sayatan kecil di bagian perut menggunakan alat khusus untuk memperbaiki struktur vena dalam skrotum.
- Embolisasi, memasukkan cairan ke pembuluh darah vena yang membesar untuk menghambat aluran darah ke vena.
Cara Mencegah Varikokel
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab varikokel. Sehingga, belum ada cara yang dinilai efektif untuk mencegah kondisi ini. Meski begitu, pria disarankan untuk melakukan pemeriksaan testis mandiri secara rutin.
Pemeriksaan testis secara mandiri dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:
- Merasakan bentuk testis. Namun, Anda perlu mengingat bentuk normal testis Anda agar bisa mengetahui jika ada perubahan.
- Periksa testis setelah mandi air hangat. Dalam kondisi ini, skrotum dan testis sedang rileks dan lembut.
- Lakukan gerakan melingkar. Lakukan gerakan melingkar menggunakan ibu jari dan jari lainnya untuk merasakan apakah ada benjolan atau pembengkakan pada testis.
- Perhatikan apakah ada sensasi aneh, seperti gatal, berat, geli, atau nyeri.
- Usapkan tangan pada skrotum untuk merasakan apakah ada sensasi bersisik, perubahan warna, atau kondisi abnormal lainnya. Pasalnya, perubahan pada skrotum bisa menjadi salah satu gejala varikokel.
Selain melakukan pemeriksaan mandiri, Anda juga disarankan untuk memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Menjaga kesehatan secara rutin dengan memeriksa kondisi organ vital.
- Menghindari paparan zat kimia, radiasi, atau listrik secara terus-menerus.
- Kurangi kebiasaan berendam di air panas.
- Hindari pemakaian celana yang terlalu ketat.
- Memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan, terutama sayuran dan buah-buahan yang mengandung berbagai vitamin dan zinc.
Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang menyerupai varikokel, disarankan untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







