Penyebab dan Gejala Batu Empedu yang Harus Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Penyebab dan Gejala Batu Empedu yang Harus Diwaspadai

11 Juni 2026 4 menit waktu baca
gejala batu empedu

Batu empedu adalah kondisi medis berupa terbentuknya batu di dalam kantong empedu. Salah satu gejala batu empedu yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa nyeri pada perut bagian kanan atas secara mendadak. Bahkan, rasa nyeri tersebut juga dapat menjalar ke punggung dan bahu.

 

Meski penyebab batu empedu belum diketahui secara pasti, beberapa faktor diduga dapat menjadi pemicunya. Untuk mengetahui penyebab dan gejala atau ciri-ciri batu empedu secara lebih mendalam, simak artikel berikut.

 

Apa Penyebab Batu Empedu?

 

Sebelum membahas tentang ciri-ciri batu empedu yang perlu diwaspadai, penting untuk mengenal penyebab batu empedu terlebih dahulu. Meski belum diketahui secara pasti batu empedu disebabkan oleh apa, terdapat dugaan bahwa gangguan sistem pencernaan ini terjadi karena tingginya kadar kolesterol serta bilirubin di dalam kantong empedu.

 

Selain itu, sejumlah penyebab lainnya yang juga diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batu empedu adalah:

 

  • Obesitas.

  • Berusia di atas 40 tahun.

  • Berjenis kelamin perempuan. 

  • Terdapat riwayat keluarga yang menderita batu empedu.

  • Kehamilan.

  • Wanita yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen.

  • Pola makan tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan rendah serat secara berlebihan.

  • Diabetes.

  • Penyakit liver.

  • Memiliki riwayat kelainan darah, seperti anemia sel sabit atau leukemia.

  • Menderita gangguan sistem pencernaan, seperti irritable bowel syndrome dan Crohn’s disease.

 

Apa Gejala Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai?

 

Gejala batu empedu di antaranya adalah nyeri pada perut kanan atas, demam, mual dan muntah, penyakit kuning, perubahan warna urine, dan lain-lain. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

1. Nyeri pada Perut Kanan Atas

 

Salah satu gejala awal batu empedu adalah nyeri pada perut bagian kanan atas yang dapat menjalar hingga ke punggung dan bahu. Kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba, namun tak jarang pula rasa nyeri tersebut dipicu oleh konsumsi makanan penyebab batu empedu secara berlebihan, seperti makanan tinggi lemak.

 

Pasalnya, makanan berlemak diketahui dapat memicu terbentuknya kristal atau batu kolesterol di kantong empedu akibat kolesterol berlebih yang tidak dapat dilarutkan semuanya oleh cairan empedu. Gejala batu empedu ini dapat berlangsung selama 1–5 jam. Bahkan, pada beberapa kasus, rasa nyeri tersebut tidak kunjung mereda selama beberapa hari meski telah buang air besar ataupun buang angin.

 

2. Demam

 

Penyakit batu empedu merupakan kondisi yang dapat menyumbat aliran cairan empedu sehingga berisiko menyebabkan terjadinya infeksi pada kantong empedu. Infeksi inilah yang dapat menimbulkan gejala berupa demam.

 

3. Mual dan Muntah

 

Batu empedu yang telah berlangsung lama juga dapat menimbulkan gangguan sistem pencernaan, seperti mual dan muntah. Gejala ini juga bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap rasa nyeri hebat pada perut akibat batu empedu. Selain itu, pada kasus yang lebih parah, gejala batu empedu juga dapat ditandai dengan diare kronis. Gejala ini dapat terjadi karena batu empedu telah memengaruhi sistem pencernaan lainnya, seperti usus halus dan pankreas.

 

4. Penyakit Kuning

 

Salah satu ciri-ciri batu empedu yang perlu diwaspadai adalah penyakit kuning (jaundice atau ikterus). Perlu diketahui bahwa batu empedu yang mengendap di saluran empedu dapat menghalangi dan menghambat aliran cairan empedu (kolestasis). Akibatnya, cairan empedu yang mengandung bilirubin tersebut dapat bocor ke dalam darah sehingga menyebabkan warna kulit dan mata menguning.

 

5. Perubahan Warna Urine

 

Selain mengendap dan menyebabkan kulit menguning, kelebihan bilirubin di dalam darah akibat batu empedu juga akan dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal melalui urine. Karena kandungan bilirubin yang tinggi, urine cenderung berwarna lebih gelap, seperti kecokelatan atau merah tua.

 

6. Tinja Berwarna Pucat

 

Gejala batu empedu berikutnya adalah perubahan warna tinja menjadi lebih pucat dan menyerupai tanah liat. Pasalnya, batu empedu dapat menghambat aliran cairan empedu yang berfungsi untuk memberikan warna pada tinja.

 

7. Penurunan Nafsu Makan

 

Penyakit batu empedu juga kerap membuat penderitanya kehilangan nafsu makan. Penurunan nafsu makan ini dapat terjadi akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan.

 

8. Kulit Terasa Gatal

 

Salah satu gejala yang kerap dialami oleh penderita batu empedu adalah kulit terasa gatal. Gejala gatal ini bisa terjadi karena penumpukan garam empedu di dalam darah akibat tersumbatnya saluran empedu menuju usus.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas hanya ditujukan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan tidak secara spesifik mewakili kondisi batu empedu, mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat terjadi pada penyakit lainnya.

 

Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda bisa memperoleh tinjauan medis tambahan di Indonesia, tanpa harus ke luar negeri. Segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam terdekat

 

Pada sebagian kasus, pasien mungkin merasa memerlukan informasi lebih banyak terkait kondisi yang dialami atau rencana terapi yang disarankan. Dalam hal ini, mencari second opinion bisa menjadi keputusan yang bijak sebelum mengambil keputusan medis.

 

Mengakses layanan kesehatan berstandar internasional kini bisa dilakukan dengan lebih mudah. Siloam Medical Concierge hadir untuk membantu Anda memperoleh informasi tentang jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, melangkah menuju kesembuhan bersama kami di Indonesia.

 

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail