Mengenal Fungsi Penting Hormon Estrogen pada Wanita
Ibu dan Anak

Mengenal Fungsi Penting Hormon Estrogen pada Wanita

06 November 2025 5 menit waktu baca
mengenal hormon estrogen

Hormon estrogen adalah salah satu jenis hormon seks wanita yang diproduksi oleh ovarium. Hormon estrogen berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi, menunjang kehamilan yang sehat, hingga membantu menjaga kesehatan jantung.

 

Selain itu, hormon estrogen juga dapat memengaruhi suasana hati, memori, dan libido wanita. Kelebihan atau kekurangan hormon estrogen dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada wanita. Mari pahami lebih jauh tentang cara kerja dan fungsi hormon estrogen di sini.

 

Apa itu Hormon Estrogen?

 

Hormon estrogen adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh. Peran hormon ini tak lain yaitu mengendalikan dan mengatur aktivitas sel maupun organ-organ tertentu. Estrogen juga dikenal akan kaitannya dengan perkembangan tubuh, hingga suasana hati.

 

Pada wanita, hormon yang diproduksi oleh ovarium ini memegang fungsi penting dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual wanita ataupun proses reproduksinya. Selain ovarium, wanita juga bisa mendapatkan hormon ini dari plasenta selama hamil.

 

Perlu diketahui bahwa hormon estrogen juga dimiliki oleh pria. Akan tetapi, jumlahnya tidak sebanyak wanita atau dalam kadar yang rendah. Hormon estrogen pada pria diproduksi oleh testis dan berfungsi untuk membantu testosteron menjalankan fungsi seksual.

 

Cara Kerja Hormon Estrogen

 

Selain ovarium, kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal juga ikut berperan dalam pembentukan hormon estrogen. Pasalnya, tubuh memproduksi tiga jenis hormon estrogen, di antaranya:

 

  • Estrone: Hormon estrogen yang banyak diproduksi pada wanita menopause.
  • Estradiol: Hormon estrogen yang yang berfungsi dalam mengatur siklus menstruasi dan menjaga ketebalan dinding rahim untuk persiapan kehamilan.
  • Estriol: Hormon estrogen yang dilepaskan selama masa kehamilan untuk menjaga kondisi rahim dan persiapan kelahiran serta menyusui.

 

Jumlah hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh tidak selalu sama, bisa meningkat dan menurun. Umumnya, hormon ini akan meningkat menjelang menstruasi dan selama masa kehamilan. Namun, akan mengalami penurunan setelah menstruasi dan melahirkan. Kadar hormon ini juga akan menurun secara alami ketika wanita memasuki masa menopause (berhenti menstruasi).

 

Fungsi Hormon Estrogen pada Wanita

 

Fungsi hormon estrogen pada wanita cukup penting, terutama dalam sistem reproduksi. Tidak sampai disitu saja, hormon ini juga menunjang kesehatan organ tubuh lainnya, seperti jantung. Beberapa fungsi hormon estrogen adalah sebagai berikut:

 

1. Mengatur Siklus Menstruasi

 

Salah satu peran penting hormon estrogen adalah mengatur siklus menstruasi, dimulai dari menstruasi pertama yang menandakan masa pubertas. Selama masa pubertas (9–14 tahun), hormon ini juga berperan bersama dengan hormon progesteron dan hormon androgen dalam pembentukan payudara dan rambut kemaluan.

 

Ketika sudah menginjak usia produktif (15–49 tahun), produksi hormon estrogen akan mengalami peningkatan di tengah siklus menstruasi, atau tepatnya ovulasi. Pada saat ini, estrogen akan menebalkan lapisan dinding rahim dan mematangkan sel telur agar siap dibuahi.

 

Namun, apabila tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan luruh dan dikeluarkan bersamaan dengan lapisan dinding rahim yang menebal melalui menstruasi. Setelah masa menstruasi selesai, hormon estrogen akan kembali ke kadar normal. Hal ini akan terus berulang selama wanita belum menopause.

 

2. Menunjang Kehamilan

 

Selama masa kehamilan, hormon estrogen yang dihasilkan tubuh wanita akan meningkat. Dalam hal ini, manfaat hormon estrogen adalah menjaga dan mempertahankan kekuatan rahim, membawa nutrisi ke janin, hingga menunjang proses menyusui.

 

Selain itu, meningkatnya hormon estrogen selama kehamilan juga dapat memicu gejala kehamilan pada wanita, seperti membesarnya ukuran payudara dan mual-mual (morning sickness).

 

3. Memicu Kemunculan Gejala Menopause

 

Pasalnya, produksi hormon estrogen pada wanita akan terus menurun seiring dengan bertambahnya usia. Ketika memasuki menopause, kadar estrogen akan menurun secara drastis. Penurunan tersebut nantinya menjadi pemicu munculnya tanda-tanda menopause, seperti perubahan siklus menstruasi, penurunan gairah seksual, dan perubahan bentuk tubuh.

 

4. Menjaga Kesehatan Jantung

 

Yang tak kalah penting untuk dipahami mengenai hormon estrogen adalah manfaatnya dalam menjaga fungsi jaringan dan organ tubuh, termasuk jantung dan pembuluh darah. Sejumlah peran hormon estrogen dalam menjaga kesehatan jantung adalah:

 

  • Menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat).
  • Menyerap radikal bebas.
  • Meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).
  • Menjaga fungsi sistem kardiovaskular.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Memicu terbentuknya gumpalan darah untuk meningkatkan aliran darah.

 

Cara Meningkatkan Hormon Estrogen

 

Mengingat pentingnya hormon estrogen bagi tubuh, terutama wanita, penting bagi Anda untuk tetap mempertahankan hormon estrogen dalam kadar normal dan mencegah penurunan kadar estrogen sebelum waktunya. Beberapa cara untuk meningkatkan hormon estrogen adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi buah kering, seperti buah plum, kurma, dan aprikot yang termasuk dalam kelompok buah-buahan dengan fitoestrogen tinggi.
  • Memperbanyak konsumsi kacang kedelai. Jenis makanan ini diketahui sebagai sumber fitoestrogen yang dapat mengikat reseptor estrogen. Selain itu, kacang kedelai juga bisa mencegah kanker payudara pada wanita.
  • Mengonsumsi biji wijen. Manfaat biji wijen terhadap produksi hormon estrogen adalah memengaruhi kadar estrogen setelah menopause. Pasalnya, mengonsumsi biji wijen secara rutin dapat meningkatkan kadar estrogen dan kolesterol baik dalam darah.
  • Terapi hormon. Tujuan terapi ini adalah menambahkan kadar estrogen dalam tubuh. Selain itu, terapi ini juga membantu mengurangi gejala menopause dan mencegah osteoporosis.

 

Gejala Gangguan pada Hormon Estrogen

 

Kadar estrogen yang rendah ketika wanita memasuki masa pubertas dan menopause merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jika wanita kekurangan hormon estrogen ketika dalam usia produktif, maka bisa menandakan adanya gangguan kesehatan.

 

Beberapa gejala yang muncul akibat kekurangan hormon estrogen adalah sebagai berikut:

 

  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau terhenti.
  • Nyeri kepala.
  • Mati rasa di area payudara.
  • Tubuh lemas.
  • Vagina terasa kering dan menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sensasi panas yang muncul secara tiba-tiba di area wajah, leher, dan dada.
  • Mengalami gangguan psikologis, seperti perubahan suasana hati dan depresi.

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala gangguan hormon estrogen seperti di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis secara tepat dari dokter kami.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail