9 Cara Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini, Penting Diketahui
Kesehatan Tubuh

9 Cara Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini, Penting Diketahui

20 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Cara mencegah kanker payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan angka kejadian dan kematian tertinggi pada wanita Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) pada tahun 2020, terdapat 65.858 kasus baru kanker payudara dengan 22.430 kematian di Indonesia.

 

Selain faktor genetik, sebagian besar kasus kanker payudara berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat dan paparan lingkungan. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kanker payudara. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui apa saja cara mencegah kanker payudara yang dapat dilakukan sejak dini.

 

Cara Mencegah Kanker Payudara

 

Kebiasaan menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menghindari minuman beralkohol, rutin berolahraga, hingga mengendalikan stres diyakini sebagai cara mencegah kanker payudara yang efektif. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

1. Mengonsumsi Makanan Sehat

 

Cara utama dalam mencegah kanker payudara sejak dini adalah mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayur yang kaya antioksidan dan mengurangi makanan berlemak. Dalam mengatur konsumsi makanan, perhatikan juga apa saja makanan pemicu kanker yang perlu dihindari. 

 

Sebuah meta analisis Global Health Research and Policy (2025) menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan cepat saji (junk foods) dan makanan ultra proses (ultra processed foods) memiliki risiko yang lebih tinggi sekitar 25%. Ini mendukung bahwa pola makan cepat saji dan tinggi proses dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

 

Selain itu, Nutrients (2023) juga menyebutkan dengan melakukan diet Mediterania, yaitu mengonsumsi buah, sayur, kacang, dan ikan, serta pembatasan daging merah dan makanan olahan, memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara secara keseluruhan.

 

2. Menjaga Berat Badan Ideal

 

Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor penyebab kanker payudara, terutama bagi wanita lansia atau pascamenopause. Itulah mengapa, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu cara mengurangi risiko kanker payudara.

 

Penelitian dalam BMC Cancer (2025), menemukan bahwa obesitas dan kenaikan berat badan dewasa secara signifikan terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara postmenopause, sedangkan menjaga BMI tetap normal berkorelasi dengan risiko yang lebih rendah. 

 

Bahkan Breast Cancer Research (2024) menyebutkan kenaikan berat badan sejak usia 18 tahun berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara setelah menopause. Untuk setiap kenaikan berat badan sebesar 5 kg sejak sesorang berusia 18 tahun, risiko terjadinya kanker payudara pascamenopause dapat meningkat sekitar 12%.

 

3. Menghentikan Kebiasaan Merokok

 

Menghentikan kebiasaan merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan payudara dan menurunkan risiko kanker. Merokok diketahui mengandung lebih dari 70 zat karsinogenik yang dapat menyebabkan mutasi (perubahan) DNA dan meningkatkan stres oksidatif pada jaringan payudara.

 

4. Membatasi Konsumsi Minuman Beralkohol

 

Cara mencegah kanker payudara berikutnya adalah dengan membatasi atau menghentikan konsumsi minuman beralkohol. Alkohol dapat memicu dan menjadi faktor risiko kanker payudara dengan meningkatkan kadar hormon estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA. 

 

Hal ini didukung dalam sebuah penelitian meta-analisis prospektif tahun 2024. Dalam penelitian tersebut dikatakan wanita yang minum kurang dari satu minuman standar per hari memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. 

 

5. Rutin Berolahraga

 

Rutin berolahraga bisa menjadi salah satu cara mencegah kanker payudara karena bermanfaat dalam menjaga berat badan ideal. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga berat badan, menurunkan peradangan, dan mengatur hormon. 

 

Menurut American Cancer Society (2022), wanita yang berolahraga minimal 150 menit per minggu memiliki risiko kanker payudara lebih rendah 20–30% dibandingkan yang tidak aktif. Cobalah berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit per hari dengan melakukan senam aerobik, berenang, joging, atau bersepeda. 

 

6. Membatasi Terapi Hormon

 

Terapi hormon kombinasi (estrogen-progesteron) yang digunakan dalam jangka panjang dalam masa pascamenopause dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Karenanya, selalu konsultasikan kepada dokter sebelum menjalani terapi hormon.

 

7. Menyusui Bayi Secara Teratur

 

Menyusui ternyata dapat menurunkan paparan estrogen dan membantu regenerasi sel payudara. Sebuah meta-analisis tahun 2023 yang melibatkan 47 studi di 30 negara menemukan bahwa setiap 12 bulan menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 4,3%, di samping pengurangan risiko sekitar 7,0% untuk setiap kelahiran.

 

8. Mengelola Stres dan Menjaga Kesehatan Mental

 

Cara mencegah kanker payudara yang juga penting adalah dengan menjaga kesehatan mental, salah satunya adalah dengan mengendalikan stres. Meski tidak mencegah kanker secara langsung, menjaga kesehatan mental akan membuat tubuh jadi lebih bugar dan imun tubuh kuat. Hal ini dikarenakan stres kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan sistem imun. 

 

9. Melakukan Deteksi Dini

 

Selain menerapkan beberapa gaya hidup sehat di atas, cara mencegah kanker payudara yang tak kalah penting adalah dengan melakukan deteksi dini secara mandiri, terutama bagi wanita yang memiliki faktor risiko kanker payudara. Terdapat dua metode deteksi dini kanker payudara yang umum dilakukan, yaitu SADARI dan SADANIS. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

 

SADARI adalah metode deteksi dini kanker payudara yang dilakukan oleh diri sendiri dengan meraba area payudara untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan dalam payudara. Metode ini juga bermanfaat untuk mengetahui adanya perubahan pada payudara. WHO merekomendasikan SADARI rutin dilakukan sejak usia 20 tahun.

 

B. SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis)

 

SADANIS dilakukan oleh tenaga medis setiap 1–3 tahun untuk usia 20–40 tahun, dan setiap tahun untuk usia >40 tahun untuk mendeteksi jika ada keanehan pada payudara. Selain itu, pemeriksaan mamografi dan ultrasonografi (USG) payudara disarankan sebagai skrining lanjutan, terutama bagi wanita dengan riwayat keluarga atau faktor risiko tinggi.

 

Dapat disimpulkan bahwa pencegahan kanker payudara bukan hanya tentang deteksi dini, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan gaya hidup sehat. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, tidak merokok, dan membatasi alkohol, risiko kanker payudara dapat ditekan secara signifikan.

 

Penting diketahui bahwa informasi di atas hanya ditujukan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional. Oleh karenanya, jika memiliki gejala-gejala yang mengarah pada kecurigaan kanker payudara, segera kunjungi Dokter Spesialis Bedah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi.

 

Untuk memastikan kondisi payudara Anda tetap sehat, lakukan pemeriksaan rutin di Siloam Hospitals dengan pemeriksaan Ultrasonography (USG) Payudara/Mammae jika memiliki keluhan terkait payudara. Wanita di atas 40 tahun sangat dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan Mamografi secara rutin setiap tahunnya.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Sumber

NCBI. The Health Consequences of Smoking—50 Years of Progress: A Report of the Surgeon General. Diakses pada 2025 | Global Health Research and Policy. Consumption of fast foods and ultra-processed foods and breast cancer risk: a systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2025 | MDPI. The Role of the Mediterranean Diet in Breast Cancer Survivorship: A Systematic Review and Meta-Analysis of Observational Studies and Randomised Controlled Trials. Diakses pada 2025 | World Cancer Research Fund. Preventing Breast Cancer. Diakses pada 2025 | BMC Cancer. Body mass index across adulthood, weight gain and cancer risk: a population-based cohort study. Diakses pada 2025

message

ArticleDetail