Kenali Kanker Payudara, Penyebab, & Cirinya untuk Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Kenali Kanker Payudara, Penyebab, & Cirinya untuk Diwaspadai

26 Mei 2026 6 menit waktu baca
kanker payudara adalah

Kanker payudara adalah jenis kanker yang terbentuk ketika sel-sel di dalam payudara berkembang secara abnormal dan tidak terkendali. Walau gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, salah satu ciri-ciri kanker payudara yang paling umum adalah munculnya benjolan di payudara atau area ketiak. Karena itu, untuk mewaspadai penyakit ini, pahami lebih lanjut penyebab, gejala, hingga cara mencegah kanker payudara.

 

Apa Itu Kanker Payudara?

 

Kanker payudara adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam payudara tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut dapat membelah dan menyebar secara cepat ke jaringan-jaringan di sekitarnya, bahkan dapat menyebar ke organ lainnya (metastasis).

 

Kanker payudara sering kali ditemukan pada kelenjar susu (lobulus) atau pada saluran yang mengalirkan air susu ke puting payudara (duktus). Tumor ganas tersebut juga bisa terbentuk di jaringan ikat atau lemak dalam payudara.

 

Global Cancer Observatory (2022) mencatat kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, menyumbang 16,2% dari keseluruhan kasus kanker. Bahkan, penyakit ini menjadi salah satu penyumbang kematian akibat kanker terbanyak pada populasi wanita. Itulah sebabnya, kesadaran akan pencegahan kanker payudara perlu ditingkatkan.

 

Jenis Kanker Payudara

 

Berdasarkan sifat selnya, terdapat dua jenis kanker payudara, yaitu non-invasif dan invasif. Kanker payudara non-invasif (in situ) adalah kondisi ketika sel kanker tumbuh dan menetap di lokasi asalnya (tidak menyebar). Sementara itu, kanker payudara invasif (ganas) adalah kondisi ketika sel kanker menyebar hingga menembus seluruh jaringan payudara dan sekitarnya atau ke organ tubuh lain.

 

Kanker payudara non-invasif dan invasif terbagi lagi menjadi beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Kanker Payudara Non-Invasif

 

Kanker payudara non-invasif terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

 

  • Karsinoma duktal in situ (ductal carcinoma in situ/DCIS): Kanker payudara yang menyerang saluran air susu (duktus). DCIS termasuk jenis kanker yang masih bisa disembuhkan apabila dilakukan penanganan dengan tepat dan cepat. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan segera, jenis kanker ini dapat berkembang menjadi kanker ganas (invasif).

  • Karsinoma lobular in situ (lobular carcinoma in situ/LCIS): Kanker yang tumbuh di jaringan lobulus payudara. Sama seperti DCIS, LCIS juga tidak menyebar ke jaringan sekitarnya. Meski demikian, LCIS di salah satu payudara berisiko memicu terbentuknya kanker di kedua payudara.

 

2. Kanker Payudara Invasif

 

Sementara itu, jenis kanker payudara yang termasuk dalam kategori invasif (ganas) adalah sebagai berikut:

 

  • Karsinoma duktal invasif (invasive ductal carcinoma/IDC): Jenis kanker ini bermula dari sel-sel abnormal pada saluran yang mengalirkan air susu (duktus) yang berkembang menjadi ganas, hingga menyerang bagian jaringan payudara lainnya.

  • Karsinoma lobular invasif (invasive lobular carcinoma/ILC): Jenis kanker yang berawal dari sel-sel abnormal di lobulus payudara yang kemudian menjadi ganas dan menyerang jaringan payudara di sekitarnya hingga menyebar ke organ tubuh lain.

 

Selain jenis-jenis kanker payudara di atas, terdapat pula beberapa jenis kanker payudara lainnya yang cukup jarang ditemukan, antara lain:

 

 

Penyebab Kanker Payudara

 

Kanker payudara adalah penyakit multifaktorial dengan komponen utama faktor genetik, lingkungan, dan perilaku atau gaya hidup. Adapun beberapa faktor risiko kanker payudara adalah:

 

  • Wanita yang tidak memiliki anak.

  • Melahirkan anak pertama kali pada usia di atas 30 tahun.

  • Wanita yang tidak menyusui.

  • Memiliki riwayat operasi tumor payudara jinak.

  • Tidak aktif bergerak.

  • Menjalani terapi hormonal atau menggunakan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau jenis kanker lainnya.

  • Obesitas.

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.

  • Kebiasaan merokok dan perokok pasif.

  • Menopause pada usia di atas 55 tahun.

  • Menstruasi pertama (menarche) dimulai ketika usia masih terlalu muda (di bawah 12 tahun).

 

Gejala Kanker Payudara

 

Secara umum, kanker payudara ditandai dengan benjolan di payudara atau ketiak. Namun, ciri-ciri kanker payudara bisa berbeda pada setiap orang. Menurut jurnal yang dipublikasikan di PubMed (2023), tanda kanker payudara yang tidak disertai benjolan lebih jarang disadari. 

 

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai beberapa ciri-ciri kanker payudara lainnya sebagai berikut:

 

  • Perubahan pada puting payudara, seperti puting payudara tertarik ke dalam dan keluarnya cairan dari puting payudara.

  • Perubahan pada kulit payudara, sehingga tampak berkerut seperti kulit jeruk.

  • Perubahan pada bentuk dan ukuran payudara.

 

Diagnosis Kanker Payudara

 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Women’s Health (2022) menyebutkan bahwa deteksi kanker payudara sering kali diawali dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yakni dengan meraba dan menekan area payudara dan ketiak untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara, seperti benjolan. Apabila mendapati adanya tanda abnormal saat melakukan pemeriksaan tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Untuk mendiagnosis kanker payudara, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) seputar gejala, gaya hidup, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Setelahnya, akan dilakukan serangkaian pemeriksaan penunjang seperti:

 

  • Pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).

  • Pemeriksaan mamografi.

  • Pemeriksaan USG payudara.

  • Biopsi payudara.

  • MRI payudara.

 

Dalam kondisi ini, dapat dimengerti apabila pasien merasa membutuhkan pendapat tambahan (second opinion) untuk meninjau berbagai faktor yang berpengaruh pada rencana pengobatan yang sesuai untuk kondisi tubuh. Melalui konsultasi dengan dokter spesialis yang relevan, pasien dapat memperoleh informasi tambahan yang diperlukan untuk menjalani prosedur tersebut.

 

Cara Mengobati Kanker Payudara

 

Apakah kanker payudara bisa sembuh? Seseorang dapat pulih dari kanker payudara jika kanker terdeteksi lebih awal dan diberikan penanganan yang tepat. Sejumlah pengobatan yang dilakukan untuk menangani kanker payudara adalah sebagai berikut:

 

1. Operasi

 

Operasi untuk kanker payudara terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Breast conserving surgery (BCS), dilakukan dengan mengangkat sebagian jaringan payudara tempat tumbuhnya kanker serta membersihkan kelenjar getah bening yang terdampak.

  • Operasi mastektomi, dilakukan dengan mengangkat kanker dan jaringan payudara secara keseluruhan serta kelenjar getah bening yang terdampak.

  • Operasi mastektomi dengan rekonstruksi payudara setelah mastektomi, yaitu prosedur mastektomi yang disertai dengan tindakan mengembalikan payudara ke bentuk semula (bisa dengan implan atau jaringan tubuh sendiri).

 

2. Radioterapi dan Kemoterapi

 

Radioterapi adalah pengobatan kanker payudara yang dilakukan dengan menggunakan sinar-X bertenaga tinggi. Tujuannya adalah untuk menghambat pertumbuhan dan membunuh sel kanker. Sementara itu, kemoterapi adalah pengobatan kanker yang dilakukan dengan pemberian obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.

 

Kemoterapi dapat dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk mengecilkan tumor yang berukuran besar, bisa juga setelah operasi untuk membunuh sisa sel-sel kanker yang masih ada di jaringan payudara atau yang telah menyebar ke jaringan atau organ sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya kanker.

 

3. Terapi Hormon

 

Terapi hormon untuk kanker payudara dilakukan dengan cara memblokir hormon estrogen atau progesteron agar tidak terhubung dengan sel kanker. Dengan begitu, sel kanker payudara akan berangsur berkurang dan lebih dapat dikendalikan.

 

4. Terapi Target

 

Terapi target (targeted therapy) adalah pengobatan kanker yang secara khusus menargetkan sel kanker dengan menggunakan obat atau zat lainnya untuk menghambat pertumbuhan dan membunuh sel kanker tanpa membunuh atau mengorbankan sel-sel payudara yang normal. Adapun beberapa jenis terapi target, di antaranya:

 

  • Antibodi monoklonal.

  • Anti HER-2.

  • Penghambat tirosin kinase.

  • Penghambat cyclin-dependent kinase.

 

Cara Mencegah Kanker Payudara

 

Meskipun penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko kanker payudara. Langkah pencegahan kanker payudara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

 

  • Mengontrol hal-hal yang menjadi faktor risiko kanker payudara, seperti menjaga berat badan ideal dan menghindari konsumsi alkohol.

  • Menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. 

  • Melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri).

  • Melakukan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis), seperti mamografi terutama bagi wanita yang berusia 40 tahun ke atas.

 

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami atau rekomendasi terkait penanganan kanker yang disarankan, mencari second opinion bisa menjadi tindakan yang bijak untuk memastikan bahwa diagnosis serta rencana terapi yang diberikan sudah tepat.

 

Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, pasien dapat memperoleh tinjauan medis tambahan di Indonesia, tanpa harus ke luar negeri. Oleh karenanya, pastikan untuk mempertimbangkan rumah sakit kanker terbaik dengan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika hendak mencari second opinion untuk rencana pengobatan Anda.

 

Dalam hal ini, pasien dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Kanker) di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada kanker payudara, seperti adanya benjolan di area payudara atau ketiak disertai perubahan bentuk dan ukuran payudara.

 

Untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, gunakan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda bersama kami di Indonesia.

 

 

second opinion teknologi terkini

Sumber

BMC Women’s Health. Knowledge, Attitude and Practice Towards Breast Cancer Early Detection Among Women in Indonesia: A Cross-Sectional Study. Diakses pada 2025 | Cancer.gov (National Cancer Institute). Breast Cancer Prevention (PDQ®)–Patient Version. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Breast Cancer. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Breast Self-Exam. Diakses pada 2025 | GLOBOCAN (IARC/WHO). Indonesia: Fact Sheet 2022. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Breast Cancer: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2025 | PubMed Central (PMC). Exploring Barriers to Breast Cancer Screening and Treatment in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail