Terapi Target, Salah Satu Pengobatan untuk Atasi Kanker
Kesehatan Tubuh

Terapi Target, Salah Satu Pengobatan untuk Atasi Kanker

26 Mei 2025 5 menit waktu baca
terapi target

Pengobatan kanker bukan hanya bisa dilakukan melalui kemoterapi atau radioterapi. Pada beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan pasien menjalani terapi target (targeted therapy) sebagai langkah pengobatan kanker. Lantas, bagaimana cara kerja jenis terapi ini? Adakah efek samping yang perlu diwaspadai? Mari mengenal lebih banyak tentang terapi target melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Terapi Target?

 

Terapi target (targeted therapy) adalah salah satu jenis pengobatan kanker selain kemoterapi dan radioterapi. Terapi ini secara khusus menargetkan sel kanker menggunakan obat atau zat lain untuk menghambat sinyal kimia pada tingkat sel, yaitu pada tingkat pembelahan dan pertumbuhan sel kanker terjadi. 

 

Tujuan utama dari terapi target adalah mencegah pertumbuhan sel kanker agar tidak semakin banyak. Terapi ini berfokus pada kelainan spesifik dalam sel kanker yang memungkinkan sel tersebut untuk bertahan hidup. Terapi target hanya menyerang sel kanker tertentu dan tidak akan menyerang sel sehat atau normal di dalam tubuh. 

 

Saat ini, sudah ada lebih dari 80 jenis targeted therapy yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai jenis kanker. Adapun beberapa jenis kanker yang memanfaatkan jenis terapi ini sebagai pengobatannya adalah:

 

 

Jenis obat yang diberikan pada terapi ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu molekul besar  dan molekul kecil. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Molekul kecil: Jenis obat ini ukurannya sangat kecil sehingga dapat memasuki sel kanker setelah sel kanker target ditemukan. Obat ini bekerja dengan mengikat atau menempel pada target spesifik di sel kanker. Tujuannya adalah untuk mencegah pertumbuhan dan membunuh sel kanker.

  • Molekul besar: Jenis molekul ini tidak bisa memasuki sel kanker karena ukurannya yang besar. Cara kerja jenis ini adalah dengan menyerang sel, kemudian melemahkan dan menghancurkan protein atau enzim yang terdapat pada permukaan sel. 

 

Cara Kerja Terapi Target

 

Terapi target tidak diperuntukkan kepada semua orang. Umumnya, jenis terapi kanker ini diterapkan pada penderita kanker yang memiliki target, misalnya terdapat perubahan protein atau gen tertentu dalam sel kankernya. Beberapa zat dalam sel kanker yang menjadi “sasaran” terapi target adalah:

 

  • Terlalu banyak protein tertentu pada sel kanker.

  • Protein pada sel kanker yang tidak terdapat pada sel normal.

  • Protein yang bermutasi (berubah) dengan cara tertentu pada sel kanker.

  • Perubahan gen (DNA) yang tidak terjadi pada sel normal.

 

Terapi ini bekerja dengan cara mendeteksi, lalu menyerang permukaan sel kanker atau memblokir sinyal yang memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Dengan menargetkan zat, area, atau sinyal tersebut, targeted therapy dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker melalui beberapa cara berikut ini:

 

  • Merangsang sistem imun tubuh untuk membunuh sel kanker.

  • Memblokir atau menghalangi sinyal kimia yang mengarahkan sel kanker untuk berkembang dan membelah.

  • Mengubah protein yang ada di dalam sel kanker agar sel tersebut mati.

  • Menghentikan pembentukan pembuluh darah baru yang menyuplai nutrisi pada sel kanker agar bisa tumbuh dan membelah.

  • Melepaskan racun untuk membunuh sel kanker dengan mengecualikan sel normal.

  • Mencegah tubuh menghasilkan hormon tertentu atau menghentikan fungsi hormon yang memicu pertumbuhan sel kanker.

 

Persiapan sebelum Terapi Target

 

Sebelumnya, dokter akan terlebih dahulu memastikan apakah pasien memerlukan atau cocok dengan jenis pengobatan ini. Untuk itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, umumnya melalui tes biomarker menggunakan teknik biopsi, yaitu pengambilan sampel tumor untuk diuji di laboratorium.

 

Setelah mengambil dan menguji sampel tumor, maka dokter dapat mengidentifikasi ada atau tidaknya perubahan protein maupun gen yang menyebabkan tumbuhnya kanker. Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu dokter menentukan jenis terapi target yang sesuai dengan kondisi pasien, serta obat-obatan yang tepat.

 

Prosedur Terapi Target

 

Terdapat dua cara pemberian obat dalam targeted therapy, yaitu dikonsumsi secara langsung (oral) atau disuntikkan ke pembuluh darah. Obat oral bisa berbentuk kapsul, pil, atau cairan dan dapat dikonsumsi di rumah dengan mematuhi jadwal serta dosis yang sudah ditentukan oleh dokter. 

 

Pasien akan mendapatkan instruksi yang jelas mengenai jumlah dosis dan durasi pengobatan. Pasien perlu meminum dosis yang tepat, pada waktu dan durasi yang tepat. Dosis oral telah diatur sedemikian rupa sehingga tingkat obat yang sama tetap berada di tubuh pasien untuk menargetkan dan membunuh sel kanker. 

 

Sedangkan, terapi target dalam bentuk suntikan akan diberikan melalui infus (intravena) atau kateter. Prosedur ini perlu dilakukan di rumah sakit oleh dokter atau tim medis profesional. Pasien mungkin menerima terapi target bersama dengan perawatan lain, termasuk kemoterapi atau terapi radiasi.

 

Waktu yang dibutuhkan setiap pasien untuk menjalani terapi berbeda-beda, tergantung dari jenis kanker, tingkat keparahan kanker, serta respons tubuh pasien terhadap pengobatan yang telah diberikan. Untuk mengetahui efektivitas pengobatan, pasien akan diminta melakukan kontrol secara rutin. Saat kontrol, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan berbagai prosedur medis, seperti tes darah, Rontgen, atau tes pencitraan lainnya.

 

Efek Samping Terapi Target

 

Efek samping targeted therapy pada setiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa orang mungkin merasakan efek samping ringan atau tidak sama sekali. Namun, sebagian lainnya bisa saja mengalami efek samping lebih banyak. Adapun beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah terapi target adalah:

 

  • Diare.

  • Peningkatan kadar enzim hati.

  • Kardiotoksisitas (kerusakan pada otot jantung).

  • Fotofobia (sensitif terhadap cahaya).

  • Tekanan darah tinggi.

  • Memudarnya warna rambut dan kerontokan rambut.

  • Perubahan kuku.

  • Masalah pembekuan darah atau luka sulit sembuh.

  • Ruam pada kulit, seperti kulit menjadi kering, kemerahan, rasa gatal, maupun muncul rasa seperti terbakar.

  • Sariawan.

  • Penyakit paru.

  • Perubahan irama detak jantung.

  • Perubahan neurologi.

 

Seperti yang sudah dijelaskan, terapi target tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Karena itu, bila Anda atau orang terdekat mengidap kanker dan ingin merencanakan pengobatan, lakukan konsultasi dengan dokter mengenai jenis pengobatan yang paling tepat.

 

Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh saran perawatan maupun penanganan medis yang tepat terkait pengobatan kanker.

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

message

ArticleDetail