Mengenal Kanker Usus Besar, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Mengenal Kanker Usus Besar, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

19 Mei 2026 6 menit waktu baca
Kanker usus besar adalah

 

Kanker usus besar adalah kondisi tumbuhnya sel kanker pada usus besar. Gejala kanker usus besar stadium awal kerap tidak disadari karena tidak spesifik. Namun, beberapa keluhan yang patut diwaspadai biasanya berupa BAB berdarah, perut kembung, dan perubahan pola serta konsistensi feses. Simak penjelasan berikut untuk memahami penyebab, ciri-ciri, hingga perawatan kanker usus besar.

 

Apa Itu Kanker Usus Besar?

 

Kanker usus besar atau kanker kolon adalah kondisi medis berupa munculnya pertumbuhan tumor ganas (kanker) pada usus besar. Menurut World Health Organization (WHO), kanker kolorektal merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah kanker paru-paru, dengan angka kematian sebanyak 900 ribu per tahun.

 

Jenis kanker ini biasanya diawali oleh polip atau tumor jinak yang terus bertumbuh karena mutasi (perubahan) genetik. Apabila tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera, tumor jinak ini dapat berkembang dengan tidak terkendali hingga menjadi kanker.

 

Kanker usus besar terbagi menjadi beberapa stadium berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:

 

  • Stadium awal: Sel kanker baru tumbuh pada satu area di lapisan dalam usus besar. Pada tahap ini, kanker usus besar cenderung masih mudah diobati.

  • Stadium 1: Sel kanker membesar dibandingkan dengan stadium awal dan sudah tumbuh ke lapisan tengah jaringan usus besar.

  • Stadium 2: Sel kanker tumbuh hingga lapisan luar usus besar.

  • Stadium 3: Sel kanker telah menyebar ke beberapa area pada lapisan luar usus besar.

  • Stadium 4: Sel kanker telah tumbuh pada lapisan dinding luar usus besar dan menyebar ke organ tubuh lain.

 

Penyebab Kanker Usus Besar

 

Kanker usus besar biasanya disebabkan oleh mutasi genetik. Meski belum diketahui penyebabnya, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya mutasi genetik dan mengakibatkan pertumbuhan sel kanker pada usus besar. Faktor risiko kanker usus besar adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Polip usus besar yang tidak ditangani.

  • Riwayat keluarga dengan kondisi kanker usus besar.

  • Peradangan pada usus besar.

  • Diabetes.

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Kebiasaan merokok.

  • Pernah melakukan perawatan radioterapi di area perut.

  • Jarang melakukan aktivitas fisik.

  • Kurangnya asupan makanan berserat.

  • Tingginya konsumsi daging merah dan minuman beralkohol.

 

Gejala Kanker Usus Besar

 

Kanker usus besar biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang spesifik, sehingga banyak penderita yang baru menyadari dirinya mengidap penyakit ini ketika sel kanker telah menyebar. Sayangnya, kini kanker kolon tidak hanya menyerang usia lanjut di atas 50 tahun; kalangan muda berusia 20 tahun ke atas sudah mulai rentan terkena kanker kolon. 

 

Karena itu, penting untuk mendeteksi munculnya kanker kolon sejak dini. Beberapa ciri-ciri kanker usus besar perlu diwaspadai, antara lain:

 

  • Perut kembung dan kram.

  • Perubahan pola BAB.

  • BAB berdarah.

  • Perubahan bentuk dan warna pada feses.

  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.

  • Siklus haid yang terganggu pada wanita, seperti haid tidak teratur dan nyeri haid berlebih.

  • Lemas.

  • Kurang darah atau anemia.

  • Perasaan BAB tidak tuntas.

  • Benjolan pada perut atau dubur.

  • Sumbatan usus yang parah.

  • Perut membesar. Akumulasi gas atau cairan di dalam rongga perut akibat gangguan pada usus yang bisa menjadi indikasi kanker kolon stadium lanjut.

 

Diagnosis Kanker Usus Besar

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala kanker usus besar bisa menyerupai gangguan pencernaan lainnya, seperti wasir (ambeien). Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter sebagai upaya deteksi dini, terutama jika mengalami keluhan yang dicurigai sebagai kanker usus besar.

 

Dalam mendiagnosis kanker kolon, dokter akan mulai dengan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Terutama dengan pemeriksaan kolonoskopi. Kolonoskopi adalah prosedur endoskopi untuk memeriksa bagian dalam usus besar yang mencakup kolon, rektum, serta anus.

 

Kolonoskopi menggunakan alat kolonoskop, yaitu tabung tipis yang dilengkapi kamera dan lampu di ujungnya. Sebelum pemeriksaan, pasien akan diminta untuk mengosongkan usus agar bagian dalam usus dapat terlihat jelas pada kamera. Untuk mengosongkan usus, pasien dapat mengubah pola makan, seperti menghindari makanan tinggi serat dan menjalani diet cair, serta menggunakan obat pencahar.

 

Secara singkat, prosedur kolonoskopi dilakukan dengan:

 

  • Dokter akan memberikan anestesi atau sedasi dan obat nyeri pada pasien untuk menghilangkan rasa sakit selama prosedur.

  • Alat kolonoskop dimasukkan melalui dubur dan diarahkan ke usus untuk memeriksa bagian dalamnya.

  • Kateter akan memompa udara ke usus besar untuk melebarkannya. 

  • Kamera akan menampilkan gambar bagian dalam usus melalui monitor yang digunakan dokter untuk melihat kondisi usus guna mendeteksi tanda penyakit.

  • Jika ditemukan kelainan, dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

 

Selain kolonoskopi, dokter juga mungkin merekomendasikan pemeriksaan di bawah ini guna melihat penyebaran kanker:

 

 

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami atau penanganan yang disarankan, mencari second opinion bisa menjadi tindakan yang bijak untuk memastikan bahwa diagnosis serta rencana terapi yang diberikan sudah tepat.

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

 

Dalam menangani kanker kolon, tim multidisiplin yang terdiri dari konsultan onkologi, konsultan gastroenterologi, tim radioterapi, spesialis bedah, spesialis gizi, spesialis radiologi, dan perawat akan berdiskusi terkait rencana pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahan atau stadium kanker kolon yang dialami pasien.

 

Kemudian, tindakan medis tertentu pun akan dilakukan sebagai cara mengobati kanker usus besar. Beberapa tindakan medis untuk mengobati kanker usus besar adalah sebagai berikut:

 

  • Tindakan operasi, yaitu pembedahan untuk mengangkat sel kanker pada usus besar. Kunci utama keberhasilan penanganan kanker kolon adalah ditemukannya kanker pada stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif.

  • Imunoterapi, yaitu pengobatan kanker usus besar dengan memasukkan sel imun rekombinan melalui infus, obat minum, dan lain sebagainya. Tindakan ini dimaksudkan untuk mendorong sistem imun agar dapat bekerja secara optimal dalam memerangi sel kanker.

  • Terapi target, yaitu pengobatan kanker usus besar yang menargetkan sel kanker secara khusus dengan obat atau zat lain untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

  • Kemoterapi, yaitu pengobatan kanker usus besar menggunakan obat-obatan tertentu. yang dimasukkan melalui intravena.

  • Radioterapi, yaitu terapi dengan menyinari area yang terdapat sel kanker menggunakan sinar X.

 

Pencegahan Kanker Usus Besar

 

Cara mencegah kanker usus besar utamanya dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa pola hidup sehat ini meliputi:

 

  • Mengurangi konsumsi ultra processed food dan daging merah yang dimasak pada temperatur tinggi dengan waktu masak yang lama.

  • Memperbanyak konsumsi makanan berserat.

  • Konsumsi suplementasi kalsium dan vitamin D.

  • Rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok.

  • Memperhatikan pola BAB dan konsistensi feses.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kanker usus besar. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit kanker terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan pengobatan maupun mendapatkan second opinion.

 

Tidak perlu ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis yang lengkap di Indonesia. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada kanker usus besar, seperti perut kembung secara terus-menerus, BAB berdarah, hingga perut membesar tanpa penyebab yang jelas.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion dokter spesialis

Sumber

GI Society. Colorectal Cancer. Diakses pada 2025 | IARC WHO. Colorectal Cancer. Diakses pada 2025 | Alomedika. Diagnosis Kanker Kolorektal. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Colon Cancer: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Colonoscopy. Diakses pada 2025 | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Kolorektal. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail