Kesehatan Tubuh
Mengenal PET Scan, Hal-Hal yang Penting untuk Dipahami

Table of Contents
Positron emission tomography atau PET scan adalah tes pencitraan yang dapat menghasilkan gambaran organ dan jaringan dalam tubuh saat bekerja. Pemeriksaan ini sering kali digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis kanker dan mengevaluasi pengobatan kanker. Namun, terkadang pemeriksaan ini juga digunakan untuk mendeteksi masalah jantung dan otak. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai PET scan di bawah ini.
PET Scan dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Positron emission tomography (PET) scan adalah tes pencitraan yang menghasilkan gambar organ dan jaringan di dalam tubuh. Pemeriksaan ini menggunakan bahan kimia radioaktif yang aman bernama radiotracer dan alat yang disebut dengan PET scanner. Zat radiotracer yang sering digunakan adalah fluorodeoxyglucose (FDG) yaitu salah satu analog jenis gula.
Jika PET scanner mendeteksi bahwa area tubuh menyerap radiotracer dalam jumlah besar, ini bisa menunjukkan adanya kelainan, seperti sel kanker, yang tampak berbeda dibandingkan dengan sel normal pada hasil gambar.
Biasanya, dokter menggunakan PET scan untuk mendeteksi kanker (kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker tiroid), penyakit jantung (penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan lain-lain), serta masalah otak (tumor otak, epilepsi, demensia, dan penyakit Alzheimer).
Di samping itu, beberapa hal lain yang perlu diketahui mengenai PET scan adalah sebagai berikut:
1. Perbedaan PET Scan, CT Scan, dan MRI
PET scan, CT scan, dan MRI merupakan tes pencitraan yang digunakan untuk mendiagnosis masalah kesehatan tertentu. Lantas, apa perbedaan ketiganya? Sebagai informasi, CT scan menggunakan sinar-X, sedangkan MRI menggunakan magnet dan gelombang radio. Kedua pemeriksaan tersebut menghasilkan gambar diam dari organ dan struktur tubuh.
Sementara itu, PET scan menggunakan radioaktif untuk mendeteksi bagaimana suatu organ berfungsi secara real time. PET scan dapat mendeteksi perubahan sel pada organ dan jaringan lebih awal daripada CT scan dan MRI scan. PET scan bisa dikombinasikan dengan CT scan (PET-CT) atau MRI (hybrid PET/MRI).
2. Hal yang Perlu Dilakukan sebelum PET Scan
PET scan adalah prosedur rawat jalan, dengan kata lain pasien bisa pulang pada hari yang sama. Secara umum, persiapan sebelum menjalani PET scan adalah sebagai berikut:
-
Memberitahukan seluruh riwayat penyakit maupun operasi.
-
Memberitahukan semua obat, vitamin, dan suplemen yang dikonsumsi kepada dokter, serta melaporkan bila memiliki alergi tertentu.
-
Memberitahukan dokter bila sedang hamil atau menyusui.
-
Tidak makan apa pun selama enam jam sebelum tes dan hanya diperbolehkan minum air putih.
-
Menghindari kafein selama 24 jam sebelum tes jika akan menjalani pemeriksaan untuk masalah jantung.
-
Mengenakan pakaian yang nyaman atau yang disediakan dari rumah sakit.
-
Melepaskan aksesori logam, termasuk perhiasan, kacamata, atau gigi palsu.
-
Memberitahu dokter bila memiliki fobia atau kecemasan terhadap tempat tertutup (claustrophobia). Dengan begitu, dokter bisa memberikan obat penenang ringan sebelum prosedur dimulai.
3. Apa yang Terjadi selama PET Scan?
PET scan menggunakan cairan pelacak radiotracer yang dimasukkan melalui pembuluh darah dari infus. Kemudian, radiotracer akan berjalan melalui darah dan terkumpul di suatu jaringan atau organ. Hal ini bisa membantu dokter radiologi melihat area tertentu dengan lebih jelas. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga cairan pelacak diserap oleh tubuh.
Kemudian, pasien akan diminta untuk berbaring di atas meja sempit yang bisa bergeser ke dalam pemindai berbentuk terowongan besar. PET scanner akan mendeteksi sinyal dari pelacak atau radiotracer, lalu mengubah sinyal tersebut menjadi gambar 3 dimensi (3D). Gambar tersebut akan ditampilkan pada monitor dan dibaca oleh dokter.
Selama PET scan, pasien harus berbaring dan diam. Pasalnya, terlalu banyak bergerak dapat membuat gambar buram dan menyebabkan kesalahan hasil pemeriksaan. Pasien mungkin akan mendengar bunyi dengungan dan bunyi ‘klik’ saat scanner mengambil gambar. Selama prosedur ini berlangsung, segera laporkan kepada dokter apabila Anda mengalami kecemasan atau sesak napas.
4. Berapa Lama PET Scan Berlangsung?
Umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk menjalani PET scan adalah sekitar 2 jam. Diperlukan waktu sekitar 1 jam hingga radiotracer yang disuntikkan diserap oleh tubuh. Selama waktu ini, pasien harus tetap tenang dan membatasi gerak. Sedangkan, waktu pemindaiannya sendiri berlangsung sekitar 30 menit.
5. Risiko Efek Samping PET Scan
Secara umum, PET scan adalah prosedur yang aman dan sangat jarang menimbulkan efek samping. Sebab, jumlah radiasi dalam pelacak radioaktif yang digunakan sangat rendah. Selain itu, radiasi tersebut juga tidak bertahan lama di dalam tubuh. PET scan biasanya hanya menimbulkan risiko pada beberapa situasi berikut ini:
-
Orang yang sedang hamil atau menyusui sehingga tidak disarankan menjalani PET scan.
-
Orang yang memiliki alergi terhadap pelacak radioaktif atau pewarna kontras CT scan. Reaksi alergi ini sangat jarang dan biasanya ringan.
-
Penderita diabetes, karena tidak bisa menyerap gula dalam radiotracer sehingga bisa memengaruhi hasil pencitraan.
Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.
Apabila ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai PET scan, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir Teranostik Molekuler di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi atau di Siloam Hospitals terdekat dari kota Anda.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan Paket Radiologi yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Cleveland Clinic. PET Scan. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. PET scan. Diakses pada 2024 | MD Anderson Cancer Center. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ivana Dewi Mulyanto, SpKN (K), FANMB
Kedokteran Nuklir
Subspesialis Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Hapsari Indrawati, SpKN-TM (K)
Kedokteran Nuklir
Subspesialis Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Febby Hutomo, SpKN (K), FANMB
Kedokteran Nuklir
Subspesialis Onkologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini







