Kanker Paru-Paru, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Kanker Paru-Paru, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

11 Juni 2026 6 menit waktu baca
Kanker paru-paru adalah

Kanker paru-paru adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal pada jaringan paru atau saluran napas (bronkus) tumbuh secara tidak terkendali sehingga membentuk tumor dan dapat menyebar ke organ tubuh lain. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

Sayangnya, gejala kanker paru-paru pada tahap awal biasanya tidak disadari karena cenderung kurang spesifik. Untuk mewaspadainya, simak lebih lanjut penyebab kanker paru-paru, ciri-ciri, cara mengobati, serta pencegahannya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Kanker Paru-Paru?

 

Kanker paru-paru adalah kondisi ketika terdapat sel-sel kanker yang berkembang secara tidak terkendali di dalam organ paru-paru. Seiring waktu, sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitar maupun organ tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. 

 

Kanker ini biasanya berkembang secara perlahan dan mungkin tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, banyak kasus baru terdeteksi ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Berdasarkan perkembangan sel kankernya, kanker paru-paru dibedakan menjadi:

 

  • Kanker paru primer: Kanker paru-paru yang tumbuh dan dimulai dari organ paru-paru.

  • Kanker paru sekunder: Kanker paru-paru yang tumbuh di dalam paru-paru akibat penyebaran dari area tubuh lain.

 

Sementara, berdasarkan letak pertumbuhan selnya, kanker paru-paru dibedakan menjadi:

 

  • Kanker paru nonsel kecil: Jenis kanker paru ini merupakan jenis kanker paru yang paling sering ditemukan dari total keseluruhan kasus kanker paru. Kanker paru non-sel kecil dapat dibedakan menjadi tiga jenis, dari yang paling banyak ditemukan sampai yang paling sedikit, yaitu:

    • Adenokarsinoma.

    • Karsinoma sel skuamosa.

    • Karsinoma sel besar. 

  • Kanker paru sel kecil: Jenis kanker paru ini jarang ditemukan namun risiko penyebarannya diyakini lebih cepat daripada jenis lainnya. Kondisi ini cukup rentan dialami oleh perokok berat, perokok pasif, dan seseorang yang sering terpapar dan menghirup polutan.

 

Penyebab Kanker Paru-Paru

 

Kanker paru-paru terjadi akibat perubahan atau mutasi pada materi genetik (DNA) sel paru yang menyebabkan sel tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali. Mutasi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, terutama paparan zat-zat karsinogen dalam jangka waktu lama.

 

Merokok merupakan faktor risiko utama kanker paru-paru. Asap rokok mengandung berbagai zat kimia berbahaya yang dapat merusak sel-sel paru dan meningkatkan risiko terjadinya mutasi genetik. Selain itu, kanker paru-paru juga dapat dipicu oleh paparan zat berbahaya lainnya, seperti radon, asbes, polusi udara, maupun bahan kimia tertentu di lingkungan kerja.

 

Faktor Risiko Kanker Paru-Paru

 

Selain kebiasaan merokok, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker paru-paru meliputi:

 

  • Paparan asap rokok sebagai perokok pasif.

  • Riwayat penyakit paru kronis, seperti PPOK atau fibrosis paru.

  • Riwayat keluarga dengan kanker paru-paru.

  • Prosedur radioterapi yang dapat berpengaruh terhadap organ di area dada.

  • Tinggal di lingkungan tercemar sehingga sering menghirup polutan.

  • Kelainan genetik tertentu atau riwayat keluarga dengan kanker paru.

  • Terkena paparan radon di tempat kerja atau di rumah.

 

Gejala Kanker Paru-Paru

 

Kanker paru-paru sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan pada stadium awal. Biasanya, gejala akan muncul ketika tumor sudah membesar dan kanker mulai menyebar ke jaringan lainnya. Meski begitu, ciri-ciri kanker paru-paru yang dapat dialami oleh pengidapnya adalah sebagai berikut:

 

  • Sesak napas disertai mengi.

  • Suara menjadi serak.

  • Batuk terus-menerus, terkadang disertai dahak dan darah.

  • Rasa nyeri pada dada.

  • Tubuh mudah lelah dan lemas.

 

Ketika tingkat keparahannya semakin bertambah, kanker berisiko menyebar ke jaringan lain atau organ tubuh di sekitarnya, seperti hati, otak, tulang, atau kelenjar getah bening. Apabila sudah mencapai kondisi ini, beberapa gejala kanker paru-paru yang berpotensi muncul adalah:

 

  • Sakit kepala.

  • Masalah pernapasan.

  • Berat badan turun secara drastis.

  • Penurunan daya ingat.

  • Keseimbangan tubuh terganggu.

  • Mata dan kulit berubah kekuningan.

  • Nyeri pada sendi dan tulang.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Kesulitan dalam menelan.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Dahak disertai darah.

  • Terdapat sumbatan atau peradangan pada paru-paru.

 

Gejala kanker paru

 

Diagnosis Kanker Paru-Paru

 

Diagnosis kanker paru-paru melibatkan serangkaian langkah dan upaya yang dilakukan oleh dokter untuk mengidentifikasi dan mengonfirmasi keberadaan penyakit paru-paru. Setelah melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, dokter umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini:

 

  • Rontgen dada, yakni pemeriksaan dengan radiasi dosis rendah untuk menghasilkan gambaran organ paru-paru.

  • CT scan dada, dilakukan untuk menghasilkan gambaran organ paru-paru yang lebih detail guna evaluasi oleh dokter, terlebih jika pasien merupakan perokok berat berusia 55 tahun ke atas atau mantan perokok yang sudah berhenti selama 15 tahun.

  • Biopsi. Teknik biopsi yang sering digunakan adalah dengan bronkoskopi, yakni pemeriksaan dengan memasukkan selang tipis berkamera yang dilengkapi cahaya melalui tenggorokan.

  • Pemeriksaan molekuler. Pada beberapa pasien, dokter dapat melakukan pemeriksaan biomarker atau pemeriksaan molekuler. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu menentukan pilihan terapi yang paling sesuai.

 

Pengobatan Kanker Paru-Paru

 

Apakah penderita kanker paru-paru bisa sembuh? Pemulihan kanker paru-paru umumnya bergantung pada jenis kanker dan deteksi dini. Seseorang lebih berpeluang untuk mengalami remisi (ketika sel kanker berkurang atau hilang) saat kanker paru dideteksi pada stadium awal dan jika lebih cepat ditangani.

 

Cara mengobati kanker paru-paru pun dapat berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung jenis kanker dan tingkat keparahan penyebaran kanker. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter guna mendapatkan pengobatan secara tepat. Adapun beberapa pilihan pengobatan kanker paru-paru adalah:

 

  • Operasi. Prosedur bedah dilakukan untuk mengangkat bagian paru-paru yang terdampak kanker, di antaranya lobus (lobektomi), seluruh paru-paru (pneumonektomi), sebagian paru-paru (segmentektomi), dan kelenjar getah bening. Sementara itu, teknik yang umum digunakan adalah:

    • Operasi terbuka (thoracotomy). Dokter akan membuat sayatan pada area dinding dada untuk membuka akses menuju paru-paru.

    • Video-assisted thoracoscopic surgery (VATS). Dokter akan memasukkan selang tipis dengan kamera di ujungnya (thoracoscope) ke dalam rongga dada pasien melalui sayatan kecil. 

  • Kemoterapi. Penanganan yang melibatkan penggunaan obat yang diberikan melalui aliran darah untuk membunuh sel kanker.

  • Radioterapi. Terapi yang menggunakan sinar radiasi yang sangat kuat untuk menghancurkan sel kanker. Jenis radioterapi yang bisa digunakan untuk menangani kanker paru adalah:

    • LINAC. Perawatan radioterapi ini memanfaatkan paparan radiasi dari luar tubuh untuk menargetkan sel kanker di otak.

    • CT-linac. Teknologi yang mengintegrasikan CT scan dan radioterapi untuk membantu meningkatkan akurasi penargetan area kanker selama proses penyinaran.

  • Terapi target. Terapi ini menggunakan obat untuk menargetkan sel kanker secara khusus tanpa memengaruhi sel normal.

  • Imunoterapi. Terapi yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker.

 

Pencegahan Kanker Paru-Paru

 

Meskipun tidak semua kasus kanker paru-paru dapat dicegah, risiko terjadinya penyakit ini dapat dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

 

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Mengonsumsi nutrisi yang baik bagi kesehatan paru-paru.

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

  • Rutin berolahraga.

  • Menggunakan healthy kit atau alat pelindung diri dari paparan bahan kimia.

  • Menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai kanker paru-paru. Perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari tenaga medis profesional.

 

Karena itu, jika mengalami gejala yang mengarah pada kanker paru-paru, seperti sesak napas dalam waktu yang lama, batuk yang tak kunjung membaik, disertai penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Paru Subspesialis Onkologi Toraks di Siloam terdekat.

 

Mengingat kanker paru-paru merupakan kondisi medis yang serius, dapat dipahami jika pasien ingin mencari second opinion untuk memperoleh informasi lebih banyak tentang diagnosis maupun opsi penanganan yang disarankan. Dalam hal ini, pasien tak perlu jauh-jauh keluar negeri karena layanan kesehatan di Indonesia juga dilengkapi dengan teknologi medis canggih dan tenaga medis berpengalaman.

 

Untuk mengakses layanan kesehatan berstandar internasional dengan mudah, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion dokter spesialis

message

ArticleDetail