Mengenal Prosedur Lobektomi (Pengangkatan Lobus Paru-Paru)
Kesehatan Tubuh

Mengenal Prosedur Lobektomi (Pengangkatan Lobus Paru-Paru)

06 Mei 2025 5 menit waktu baca
lobektomi adalah

Lobektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat salah satu lobus paru-paru. Tindakan ini biasanya digunakan sebagai pengobatan bagi pasien kanker paru-paru yang masih berada di tahap awal. Mari pahami lebih lanjut tentang prosedur hingga efek samping operasi lobektomi melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Lobektomi?

 

Lobektomi atau lobectomy adalah prosedur yang dilakukan untuk mengangkat salah satu lobus paru-paru, biasanya dilakukan dengan pembedahan terbuka atau dengan bantuan videoscope. Sebagai informasi, setiap paru-paru manusia memiliki bagian yang disebut dengan lobus. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus, sedangkan paru-paru kiri mempunyai 2 lobus. Prosedur ini biasanya dilakukan ketika hanya salah satu paru yang bermasalah.

 

Tujuan Lobektomi

 

Lobektomi adalah prosedur yang paling umum digunakan sebagai pengobatan kanker paru-paru nonsel kecil (non-small cell lung cancer) pada tahap awal. Dokter juga dapat mempertimbangkan beberapa faktor untuk melakukan prosedur ini, seperti ukuran dan lokasi tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, dan lain-lain.

 

Kendati demikian, lobektomi tidak hanya dilakukan untuk menangani kanker paru-paru. Prosedur ini mungkin juga direkomendasikan guna mengatasi beberapa kondisi di bawah ini:

 

  • Kelainan paru-paru sejak kecil.

  • Kerusakan pada paru-paru akibat infeksi atau radiasi.

  • Tumor yang menyebar dari organ lain ke paru-paru (metastasis).

  • Perdarahan akibat kerusakan paru-paru.

  • TB (tuberkulosis) paru kronis.

  • Abses paru , yaitu adanya rongga atau kantung berisi nanah di organ paru-paru yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Emfisema.

  • Tumor jinak di paru-paru.

  • Infeksi jamur di dalam paru-paru.

 

Persiapan sebelum Lobektomi

 

Sebelum dilakukannya prosedur lobektomi, dokter biasanya akan meminta pasien melakukan tes untuk memeriksa kesehatan paru-parunya. Berdasarkan hasil tes, dokter dapat menyarankan program yang tepat guna meningkatkan pernapasan yang disebut rehabilitasi paru. Pasien mungkin akan menjalani rehabilitasi atau terapi fisik setelah operasi.

 

Selain itu, dokter biasanya juga melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, Rontgen dada, CT scan, PET scan, tes pernapasan, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk melihat persebaran kanker (pada pasien kanker paru-paru) atau kondisi paru-paru secara keseluruhan. Dengan begitu, dokter bisa menentukan metode lobektomi yang tepat.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum menjalani operasi lobektomi adalah sebagai berikut:

 

  • Berhenti merokok, setidaknya 1 bulan sebelum operasi dilakukan. Pasalnya, merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.

  • Olahraga secara rutin setiap hari untuk meningkatkan kinerja paru-paru.

  • Menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin.

 

Prosedur Lobektomi

 

Lobektomi paling sering dilakukan selama pembedahan yang disebut torakotomi. Selama prosedur pembedahan jenis ini berlangsung, dokter akan membuka bagian dada pasien. Pertama-tama, dokter akan membuat sayatan (insisi) di area lobus yang ingin diangkat. 

 

Sayatan paling sering dibuat di bagian depan dada di bawah puting susu dan melingkari bagian belakang di bawah tulang belikat. Dengan begitu, dokter akan mendapatkan akses ke rongga dada melalui tulang rusuk yang terbuka untuk mengangkat lobus.

 

Namun, pada beberapa kasus, lobektomi juga dapat dilakukan melalui metode minimal invasif, seperti video-assisted thoracoscopic surgery (VATS) atau robot-assisted thoracoscopic surgery (RATS). Pada kedua metode ini, dokter akan melakukan operasi menggunakan alat yang diletakkan di antara tulang rusuk melalui sayatan kecil di dada.

 

Pada metode ini, dokter juga tidak akan melebarkan tulang rusuk seperti halnya pada prosedur torakotomi guna menjangkau paru-paru. Dokter akan menggunakan tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera yang terhubung monitor untuk melihat bagian dalam paru-paru dan mengoperasikan alatnya.

 

Beberapa hal yang mungkin akan terjadi selama prosedur lobektomi adalah sebagai berikut:

 

  • Pasien akan diminta untuk berganti pakaian dengan pakaian khusus dari rumah sakit dan melepaskan semua perhiasan atau objek lain pada tubuh.

  • Pasien akan dibaringkan di meja operasi.

  • Pasien akan diberikan infus berisi obat-obatan.

  • Pasien mungkin juga akan diberikan antibiotik sebelum dan sesudah prosedur.

  • Pasien akan diberikan anestesi umum agar tertidur dan tidak merasakan sakit selama prosedur lobektomi berlangsung.

  • Tabung pernapasan akan dimasukkan ke dalam tenggorokan pasien dan dihubungkan ke mesin pernapasan (ventilator). Denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan pasien akan dipantau selama prosedur berlangsung.

  • Sebuah selang yang lembut dan fleksibel (kateter urine) akan dimasukkan ke dalam kandung kemih pasien melalui uretra untuk mengalirkan air seni selama prosedur.

  • Rambut di area pembedahan mungkin akan dipangkas, kemudian kulit di area tersebut akan dibersihkan dengan larutan antiseptik sebelum dokter membuat sayatan.

  • Setelah dokter membuat sayatan, prosedur lobektomi akan dimulai, baik melalui teknik torakotomi, VATS, atau RATS.

  • Setelah pengangkatan lobus selesai dilakukan, dokter akan menutup sayatan menggunakan jahitan atau staples khusus. Kemudian, dokter akan menutup area jahitan dengan perban.

  • Tabung tipis (kateter epidural) akan dipasang di area tulang belakang bagian bawah sebagai akses untuk memberikan obat penghilang rasa sakit ke punggung pasien. Hal ini dapat dilakukan di ruang operasi atau di ruang pemulihan.

 

Pascaprosedur Lobektomi

 

Setelah prosedur lobektomi, dokter akan menghentikan pemberian obat bius yang dapat membuat pasien tertidur. Ketika pasien sudah sadar, dokter akan melepaskan selang pernapasan di ruang operasi, lalu membawa pasien ke ruang pemulihan. Saat berada di ruang pemulihan, dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri sesuai dosis yang tepat.

 

Dokter juga membuat satu atau dua lubang di dada untuk memasang saluran pembuangan guna mengeluarkan cairan dan udara berlebih di sekitar paru-paru. Di samping itu, dokter juga akan membantu pasien untuk batuk secara teratur agar bisa mengendalikan rasa nyeri setelah operasi.

 

Penyembuhan setelah lobektomi membutuhkan waktu. Jika pasien menjalani pembedahan terbuka, pasien mungkin memerlukan waktu hingga seminggu di rumah sakit. Namun, pasien biasanya akan pulang lebih cepat bila menjalani VATS atau RATS.

 

Komplikasi Lobektomi

 

Komplikasi pascalobektomi tergantung pada penyebab dilakukannya prosedur lobektomi, diagnosis pasien, dan bagian lobus yang diangkat. Komplikasi setelah lobektomi biasanya terjadi pada periode awal pascaoperasi (dalam kurun waktu 48 jam). 

 

Risiko dan efek samping yang bisa terjadi setelah operasi lobektomi salah satunya adalah perdarahan yang membuat dokter harus membedah dada pasien kembali atau melakukan transfusi darah. Namun, bukan hanya itu, beberapa efek samping lain yang bisa dipicu oleh prosedur lobektomi adalah:

 

  • Pneumothorax, kondisi ketika udara masuk dan menumpuk ke dalam rongga pleura. 

  • Efusi pleura, kondisi ketika terdapat penumpukan cairan di rongga pleura.

  • Fibrilasi atrium, salah suatu gangguan irama jantung yang ditandai dengan irama jantung yang tidak teratur.

  • Cedera saraf yang dapat memengaruhi diafragma atau fungsi suara.

  • Emfisema subkutan (terdapat udara atau gas di dalam jaringan di bawah kulit).

  • Infeksi. 

 

Bagi Anda yang baru menjalani operasi lobektomi dan merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada komplikasi di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals agar mendapatkan penanganan yang tepat dari Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru).


Sebagai langkah perawatan lebih lanjut, Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Paru yang meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang terkait dengan paru-paru.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail