Jenis-Jenis Aterektomi dalam Penanganan Penyakit Pembuluh Darah
Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Aterektomi dalam Penanganan Penyakit Pembuluh Darah

08 April 2026 4 menit waktu baca
jenis aterektomi

Penyakit pembuluh darah, terutama yang disebabkan oleh penumpukan plak di arteri, masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai. Atherectomy adalah teknik minimal invasif yang bertujuan untuk mengangkat plak yang menempel pada dinding arteri sehingga aliran darah dapat kembali lancar. Lalu, apa saja jenis aterektomi dan siapa saja yang membutuhkannya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

 

Tujuan Aterektomi

 

Penyakit arteri perifer atau peripheral arterial disease (PAD) adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri, terutama di tungkai, mengalami penyempitan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Penyempitan ini menyebabkan aliran darah ke jaringan berkurang, sehingga dapat menimbulkan gejala seperti nyeri saat berjalan, rasa dingin pada kaki, hingga luka yang sulit sembuh. Jika tidak ditangani, PAD dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kerusakan jaringan.

 

Ketika terapi konservatif belum memberikan hasil optimal, tindakan intervensi seperti aterektomi dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki aliran darah. Tujuan utama aterektomi adalah mengurangi plak yang menempel pada dinding pembuluh darah yang tersumbat sehingga alirannya kembali lancar. Dengan berkurangnya penyempitan, perfusi jaringan pada area tepi tubuh seperti kaki dan tangan dapat meningkat dan mencegah terjadinya kerusakan jaringan.

 

Jenis-Jenis Aterektomi

 

Berbagai teknik aterektomi dikembangkan untuk menyesuaikan dengan kondisi pembuluh darah dan karakteristik plak yang berbeda-beda. Pemilihan metode biasanya ditentukan berdasarkan tingkat keparahan penyumbatan, lokasi pembuluh darah, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

1. Excisional Atherectomy

 

Excisional atherectomy adalah metode atherectomy yang menggunakan kateter dengan pisau kecil untuk mengangkat atau mengikis plak secara langsung dari dinding pembuluh darah. Metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, yakni hingga 98,7%. Namun, tindakan ini juga memiliki risiko komplikasi seperti cedera atau robeknya dinding pembuluh darah.

 

2. Laser Ablation Atherectomy

 

Metode aterektomi ini menggunakan energi sinar laser berintensitas tinggi untuk memecah plak menjadi partikel kecil di dalam arteri yang bisa diserap oleh tubuh. Metode ini biasanya digunakan untuk plak dengan kalsifikasi berat.

 

3. Orbital Atherectomy

 

Orbital atherectomy biasanya dilakukan sebagai terapi tambahan untuk mempersiapkan prosedur pemasangan ring jantung atau percutaneous coronary intervention (PCI) pada penyakit jantung koroner.

 

Orbital atherectomy menggunakan alat berputar (orbit) untuk mengikis plak, terutama yang mengalami kalsifikasi. Teknik ini membantu meningkatkan elastisitas pembuluh darah sehingga mempermudah tindakan lanjutan seperti angioplasti atau pemasangan stent. 

 

4. Rotational Atherectomy

 

Rotational atherectomy sering kali memiliki tujuan yang sama dengan orbital atherectomy, yaitu mengikis plak untuk memudahkan masuknya balon dan stent pada prosedur PCI. Perbedaannya terletak pada teknik yang digunakan. Metode ini menggunakan pisau kecil yang memutar untuk memotong plak.

 

Meski memiliki teknik yang berbeda, studi dalam Multidisciplinary Journal of Science and Medical Research (2023) menunjukkan bahwa orbital atherectomy dan rotational atherectomy memiliki hasil klinis yang relatif mirip dalam banyak parameter.

 

Prosedur Aterektomi

 

Sebelum menjalani prosedur aterektomi, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui lokasi dan tingkat penyempitan pembuluh darah. Pemeriksaan ini dapat meliputi angiografi dan USG. Selain itu, pasien mungkin juga diminta mengikuti beberapa instruksi, seperti berpuasa selama beberapa jam sebelum tindakan, serta penyesuaian dosis obat-obatan tertentu.

 

Prosedur dimulai dengan pemberian anestesi lokal dan sedasi ringan untuk membuat pasien tetap tenang selama tindakan berlangsung. Kemudian, dokter akan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah, lalu diarahkan menuju area yang mengalami penyempitan atau penyumbatan.

 

Di ujung kateter terdapat alat khusus, seperti pisau kecil atau laser (tergantung jenis atherectomy yang digunakan), untuk mengikis atau memotong plak. Proses ini dapat dilakukan beberapa kali hingga plak yang menghambat aliran darah cukup berkurang dan pembuluh darah kembali terbuka.

 

Setelah prosedur selesai, pasien biasanya diminta untuk berbaring dalam posisi datar (tidak menekuk kaki atau tangan tempat kateter dimasukkan) selama beberapa jam, umumnya hingga enam jam, guna mencegah perdarahan. Selama masa pemulihan, tenaga medis akan terus memantau kondisi tubuh pasien untuk memastikan tanda-tanda vital tetap stabil.

 

Perawatan Setelah Prosedur Aterektomi

 

Aterektomi merupakan prosedur relatif aman. Penelitian dalam jurnal Cardiovascular and Metabolic Disorders (2024) tidak ditemukan komplikasi langsung akibat aterektomi. Namun, seperti tindakan medis lainnya, tetap terdapat risiko komplikasi, seperti perdarahan di lokasi tindakan, cedera pembuluh darah, atau penyempitan kembali pembuluh darah (restenosis) dalam jangka waktu tertentu.

 

Oleh karena itu, keberhasilan jangka panjang dari prosedur ini sangat bergantung pada komitmen pasien sebagai upaya merawat pembuluh darah, seperti berhenti merokok, menjaga pola makan sehat, dan rutin minum obat sesuai resep dokter.

 

Itulah penjelasan mengenai metode aterektomi yang perlu dipahami. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pasien dengan penyakit pembuluh darah dapat menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter untuk menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. 

 

Konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.

 

Untuk membuat janji temu, Anda dapat memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

StatPearls. Orbital Atherectomy. Diakses pada 2026 | Interval Cardiology. Atherectomy Techniques: Rotablation, Orbital and Laser. Diakses pada 2026 | StatPearls. Transluminal Extraction Coronary Atherectomy. Diakses pada 2026 | Stanford Medicine. Atherectomy. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. PAD: Atherectomy. Diakses pada 2026 | WebMD. What Is an Endarterectomy?. Diakses pada 2026 | CDC. About Peripheral Arterial Disease (PAD). Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. Atherectomy in the Treatment of Peripheral Arterial Disease—A Case Series to Demonstrate Preferable Indications with Good Outcomes and a Literature Review. Diakses pada 2026 | Cardiovascular and Metabolic Disorder. Study on mid-term outcomes of atherectomy for patients with femoral popliteal artery lesions with different Global Limb Anatomic Staging System grades. Diakses pada 2026 | Multidisciplinary Journal of Science and Medical Research. Comparison of rotational and orbital atherectomy: A systematic review of efficacy and safety in patients who underwent percutaneous coronary intervention. Diakses pada 2026 | Journal of Endovascular Therapy. Trends in Utilization and Outcomes of Orbital, Laser, and Excisional Atherectomy for Lower Extremity Revascularization. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail