Mengenal Fungsi VNS pada Epilepsi, Tujuan dan Cara Kerja
Kesehatan Tubuh

Mengenal Fungsi VNS pada Epilepsi, Tujuan dan Cara Kerja

06 April 2026 3 menit waktu baca
vns pada epilepsi

VNS (vagus nerve stimulation) adalah salah satu pilihan terapi tambahan bagi penderita epilepsi yang gejala kejangnya sulit dikendalikan dengan obat. Terapi ini dapat membantu menstabilkan aktivitas listrik di otak sehingga tingkat keparahan kejang bisa berkurang. Lantas, bagaimana cara kerja VNS pada epilepsi? Mari simak penjelasan selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

 

Tujuan VNS pada Epilepsi

 

VNS (vagus nerve stimulation) adalah salah satu metode neuromodulasi yang bekerja dengan memberikan rangsangan listrik ringan pada saraf vagus untuk membantu mengatur aktivitas otak. Pada dasarnya, terapi VNS dapat digunakan untuk mengatasi epilepsi, depresi, hingga stroke. Pada epilepsi, terapi ini biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa merespons obat-obatan antiepilepsi secara optimal.

 

Tujuan VNS pada epilepsi adalah mengendalikan kejang dengan mengurangi frekuensi dan intensitas kejang, bukan untuk menyembuhkan. Sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Medicine (2024) menunjukkan bahwa VNS dapat membantu menekan aktivitas kejang pada pasien epilepsi yang tidak merespons obat, serta membantu meningkatkan fungsi kognitif, kualitas tidur, dan kondisi emosional pasien.

 

Selain itu, VNS juga bisa menjadi alternatif bagi penderita epilepsi yang tidak bisa menjalani operasi otak. Terapi ini terbukti aman dan efektif sebagai tambahan untuk epilepsi yang sulit diobati, serta manfaatnya bisa lebih optimal jika diberikan pada pasien dengan durasi penyakit yang masih relatif singkat.

 

Indikasi VNS pada Epilepsi

 

VNS digunakan secara luas pada beberapa kondisi berikut:

 

  • Drug resistant epilepsy, epilepsi yang masih belum terkontrol meskipun sudah menggunakan obat antiepilepsi secara optimal.

  • Terapi tambahan, untuk membantu mengurangi frekuensi dan keparahan kejang pada pasien yang rutin mengonsumsi obat antikejang.

  • Pasien yang tidak menjalani operasi otak, karena lokasi fokus kejang sulit dijangkau atau risiko operasi terlalu tinggi.

  • Kondisi medis tertentu, di mana pendekatan non-bedah lebih diprioritaskan untuk jangka panjang.

 

Cara Kerja VNS pada Epilepsi

 

VNS menggunakan alat berbentuk generator yang ditanamkan di bawah kulit dada. Alat ini terhubung dengan saraf vagus di leher melalui kabel khusus. Generator tersebut berfungsi mengirimkan impuls listrik ke saraf vagus, kemudian meneruskan sinyal tersebut ke otak.

 

VNS bekerja dengan mengirimkan impuls listrik secara berkala (otomatis) ke saraf vagus, yang kemudian diteruskan ke otak. Rangsangan ini membantu mengatur aktivitas listrik otak sehingga dapat menurunkan frekuensi dan keparahan kejang. Selain stimulasi otomatis, pasien juga dapat menggunakan magnet khusus untuk memberikan stimulasi tambahan saat diperlukan, misalnya ketika muncul tanda awal kejang (aura).

 

Ketika kondisi ini terjadi, magnet terapi VNS dapat digerakkan di atas perangkat stimulator untuk memberikan stimulasi yang lebih kuat dalam waktu sedikit lebih lama. Hal ini dapat:

 

  • Mencegah aura berkembang menjadi kejang.

  • Membantu mempercepat proses pemulihan setelah kejang.

 

Jumlah stimulasi yang diberikan bisa berbeda-beda. Dokter akan menentukan dan mengatur jumlah (kekuatan dan durasi) stimulasi listrik yang diberikan, umumnya dimulai dari tingkat rendah lalu secara bertahap ditingkatkan hingga mencapai tingkat yang paling sesuai bagi pasien.

 

Selain itu, VNS juga bekerja dengan melepaskan neurotransmitter yang menekan kejang, seperti serotonin dan noradrenalin dari otak. Kedua zat ini diketahui memiliki efek antikejang sehingga bisa menurunkan aktivitas epilepsi.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi VNS pada Epilepsi

 

Meski VNS adalah prosedur yang relatif aman, seperti halnya prosedur medis lain, metode ini juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi setelah pemasangan VNS adalah sebagai berikut:

 

  • Suara menjadi serak.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Batuk.

  • Sesak napas.

 

Pada kasus yang jarang, terdapat juga komplikasi terkait tindakan, yaitu:

 

  • Perdarahan atau nyeri yang menetap.

  • Infeksi pada area pemasangan alat.

  • Gangguan pada saraf di sekitar area operasi.

 

Itu dia penjelasan mengenai VNS pada epilepsi yang perlu dipahami. Jika kejang epilepsi masih sering terjadi meskipun sudah menjalani pengobatan, penting untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah terapi seperti VNS menjadi pilihan yang sesuai.

 

Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) Subspesialis Epilepsi dan Neurofisiologi Klinis di Siloam Hospitals terdekat. Dengan penanganan yang sesuai serta pemantauan yang baik dari tim medis profesional, kontrol terhadap kejang dapat lebih optimal sehingga kualitas hidup pasien pun dapat meningkat.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Brain Sciences. Vagus Nerve Stimulation Therapy for Epilepsy: Mechanisms of Action and Therapeutic Approaches. Diakses pada 2026 | Epilepsy Society. Vagus Nerve Stimulation (VNS) Therapy™. Diakses pada 2026 | KidsHealth. Vagus Nerve Stimulator Therapy for Epilepsy. Diakses pada 2026 | Epilepsy Foundation. Vagus Nerve Stimulation (VNS) Therapy. Diakses pada 2026 | Frontiers Sec. Autonomic Neuroscience. Predictive factors for successful vagus nerve stimulation in patients with refractory epilepsy: real-life insights from a multicenter study. Diakses pada 2026 | Zhong Nan Da Xue Xue Bao Yi Xue Ban. Efficacy and safety of vagus nerve stimulation in the treatment of refractory epilepsy. Diakses pada 2026 | StatPearls. Vagus Nerve Stimulator. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail