Kesehatan Tubuh
Emfisema - Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya

Table of Contents
Emfisema adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan termasuk ke dalam kelompok PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada alveolus, yaitu kantong udara di paru-paru, yang mengakibatkan penderitanya mengalami sesak dan kesulitan bernapas.
Ketahui lebih lanjut tentang pengertian, gejala, penyebab hingga pengobatan emfisema melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Emfisema?
Emfisema adalah kondisi di mana organ paru-paru mengalami kerusakan, umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok yang sudah berjalan selama bertahun-tahun. Emfisema tidak terjadi secara mendadak, melainkan berkembang secara perlahan dari tahun ke tahun.
Organ paru-paru yang sudah rusak tidak dapat kembali sehat seperti semula. Hal ini karena telah terjadi kerusakan pada dinding kantung udara (alveolus), di mana bagian tersebut memang memiliki dinding tipis sekaligus rapuh.
Alveolus merupakan salah satu bagian dari sistem pernapasan yang berbentuk menyerupai kantung kecil yang berisi udara dan letaknya ada di ujung saluran bronkial (cabang kecil saluran pernapasan). Fungsinya sendiri yaitu sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Normalnya, ada sekitar 300 juta alveolus dalam paru-paru orang sehat.
Namun, emfisema adalah kondisi yang dapat menghancurkan jaringan tersebut secara perlahan dan berlanjut pada penyumbatan (obstruksi) udara di paru-paru.
Gejala Emfisema
Emfisema adalah suatu kondisi yang sangat umum dialami oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun. Selain itu, kondisi ini juga cenderung muncul pada orang yang berusia antara 50 hingga 70 tahun. Untuk gejala emfisema sendiri cukup beragam, dan bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
Berikut merupakan sejumlah gejala umum yang dapat dialami oleh penderita emfisema:
-
Napas pendek, terutama saat aktivitas ringan atau saat jalan mendaki.
-
Batuk-batuk.
-
Terkadang disertai kebiruan pada bibir dan kuku karena kurangnya asupan oksigen.
-
Nafsu makan menurun.
-
Penurunan berat badan.
-
Kelelahan.
-
Perubahan pada bentuk dada (barrel chest).
-
Gangguan tidur.
-
Tubuh menjadi lemah.
Penyebab Emfisema
Apa penyebab penyakit emfisema? Paparan asap rokok hingga kebiasaan merokok merupakan penyebab emfisema yang paling umum. Selain itu, adanya paparan polusi dalam jangka panjang serta bahaya bahan kimia di lingkungan industri dapat memicu kondisi ini.
Pada tahap awal, paru-paru akan meradang karena seringnya paparan sehingga mengakibatkan hilangnya elastisitas paru-paru. Hal tersebut menyebabkan penyempitan saluran napas sehingga menghambat aliran udara serta menurunkan pertukaran gas. Saat inilah emfisema terjadi.
Perlu diketahui juga bahwa merokok tidak hanya berisiko merusak jaringan paru-paru, tetapi dapat pula menimbulkan iritasi pada saluran udara. Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada silia yang melapisi saluran bronkial.
Faktor Risiko Emfisema
Emfisema adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ketika seseorang memiliki kondisi tertentu maka akan meningkatkan risiko terkena emfisema. Kondisi-kondisi tersebut di antaranya:
-
Memiliki kebiasaan merokok selama bertahun-tahun.
-
Tinggal atau bekerja di lingkungan pabrik (rentan terpapar polusi udara).
-
Berusia di atas 40 tahun.
-
Memiliki riwayat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) secara genetik.
Diagnosis Emfisema
Emfisema adalah kondisi yang hanya dapat didiagnosa oleh dokter. Dalam proses diagnosis, dokter akan memulainya dengan tanya jawab mengenai gejala yang dikeluhkan pasien serta riwayat kesehatan sebelumnya (termasuk keluarga) dan juga kebiasaan dari pasien. Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tujuan utamanya untuk melihat kondisi paru-paru.
Sementara, beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan oleh dokter dalam mendiagnosis pasien emfisema adalah sebagai berikut:
-
Pemeriksaan dengan CT scan, untuk melihat kondisi paru-paru.
-
Pemeriksaan darah, seperti arterial blood gas, untuk mengukur kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri.
-
EKG (elektrokardiogram), untuk melihat gangguan di jantung.
-
Pulse oximetry, untuk melihat kadar oksigen dalam darah.
-
Spirometri (uji fungsi paru-paru), untuk mengukur udara pada paru-paru yang dihembuskan dan dihirup.
Pengobatan Emfisema
Pengobatan emfisema dilakukan berdasarkan tingkat keparahan kondisi yang dialami pasien. Apabila kondisi tersebut sudah tidak dapat disembuhkan, maka akan diberikan penanganan untuk memperlambat berkembangnya penyakit, di antaranya sebagai berikut.
1. Pemberian Obat-obatan
Dokter akan memberikan obat sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi. Beberapa jenis obat yang umum bagi pengidap emfisema adalah sebagai berikut:
-
Bronkodilator (obat pelega napas).
-
Kortikosteroid (obat anti inflamasi).
-
Antibiotik (obat untuk infeksi bakteri).
2. Operasi
Apabila diperlukan, maka dokter akan mengajukan pembedahan atau operasi. Upaya ini dilakukan untuk mengangkat bagian-bagian kecil yang rusak dari paru-paru agar tidak menghambat kerja bagian yang masih sehat.
Itulah pengobatan yang dilakukan pada pengidap emfisema parah. Namun, apabila pasien mengalami kondisi dengan gejala yang belum terlalu parah, maka penanganannya dapat dilakukan di rumah melalui beberapa cara berikut.
3. Terapi
Terapi atau rehabilitasi paru seperti jalan kaki dapat meningkatkan kekuatan otot-otot pernapasan dan meringankan gejala emfisema. Dengan begitu, pengidap akan lebih mudah bernapas dan beraktivitas fisik.
4. Perubahan Gaya Hidup
Selain menjadi pengobatan, merubah gaya hidup juga bisa menjadi cara mencegah emfisema. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang perlu Anda terapkan:
-
Mengubah pola makan.
-
Rutin olahraga.
-
Melakukan vaksinasi.
-
Menghentikan kebiasaan merokok.
-
Mengontrol stres.
-
Mengunakan alat pelindung diri terutama masker jika bekerja dengan asap atau debu yang mengandung bahan kimia.
Demikian penjelasan mengenai emfisema, termasuk gejala, penyebab, faktor pemicu, dan pengobatannya. Emfisema adalah kondisi serius yang memengaruhi sistem pernapasan dan tidak boleh diabaikan. Untuk mencegah risiko terkena emfisema, penting untuk menghindari faktor-faktor pemicunya, salah satunya adalah menghentikan kebiasaan merokok.
Apabila Anda mengalami gejala yang merujuk pada emfisema, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan pengobatan yang tepat. Namun, buat appointment terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter.
Siloam Hospitals juga menyediakan berbagai paket medical check up yang bisa dibeli sesuai kebutuhan kesehatan Anda. Praktis, Anda bisa membelinya melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







