Kesehatan Tubuh
Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) & Pengobatannya

Table of Contents
Penyakit paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease) atau lebih sering disebut dengan PPOK adalah salah satu penyakit yang mengganggu sistem pernapasan karena organ paru-paru mengalami peradangan dalam jangka waktu lama.
Menurut World Health Organization (WHO), dua kondisi utama yang termasuk ke dalam jenis PPOK adalah bronkitis kronis dan emfisema. Penderita PPOK dapat mengalami dua kondisi tersebut secara sekaligus ataupun hanya salah satunya saja. Mari kenali lebih jauh apa itu PPOK melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu PPOK?
Penyakit paru obstruktif kronis atau biasa disingkat dengan PPOK adalah masalah kesehatan kronis yang terjadi karena paru-paru mengalami peradangan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dapat mengakibatkan penderitanya sulit untuk bernapas.
Dua kondisi medis yang paling umum terjadi dan termasuk ke dalam jenis PPOK adalah bronkitis kronis serta emfisema.
-
Bronkitis kronis merupakan peradangan pada dinding saluran bronkus yang berlangsung dalam kurun waktu lama. Peradangan ini menyebabkan saluran bronkus membengkak dan dipenuhi lendir. Lendir tersebut menyumbat saluran napas, sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas.
-
Emfisema adalah kerusakan pada alveolus. Alveolus merupakan kantong udara pada paru-paru yang berperan sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
PPOK adalah penyakit progresif. Artinya kondisi medis ini dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan, WHO menyebutkan bahwa PPOK adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak ketiga di dunia dengan total 3,23 juta kasus kematian pada tahun 2019 silam. Walau demikian, penderita PPOK tetap bisa mengontrol gejala serta meningkatkan kualitas hidupnya melalui penanganan medis yang tepat.
Penyebab PPOK
Penyebab utama PPOK adalah kerusakan serta penyumbatan pada jaringan paru-paru. Terdapat beberapa faktor yang turut meningkatkan risiko seseorang terkena PPOK, yaitu:
-
Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang lama. Ini menjadi faktor risiko yang paling sering menyebabkan PPOK.
-
Terpapar polusi udara seperti debu, asap pembakaran, maupun zat kimia tertentu dalam jangka waktu yang lama.
-
Menderita penyakit asma pada masa kanak-kanak.
-
Kondisi genetik langka di mana tubuh kekurangan protein alfa-1 antitripsin. Kondisi ini dapat menyebabkan PPOK terjadi pada masa kanak-kanak.
Gejala PPOK
Gejala PPOK biasanya baru akan muncul ketika kerusakan yang terjadi pada paru-paru sudah cukup parah. Gejala tersebut akan terus memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Beberapa gejala umum dari PPOK adalah sebagai berikut:
-
Sesak napas, terutama ketika sedang melakukan aktivitas fisik.
-
Batuk kronis disertai dahak berdarah apabila kondisi sudah cukup parah.
-
Mudah lelah.
-
Mengeluarkan suara ketika sedang bernapas (mengi).
-
Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
-
Kaki dan betis membengkak.
-
Perut terasa penuh dan begah. Hal ini dikarenakan PPOK telah membebani jantung, sehingga dapat mengakibatkan gangguan jantung serta menekan perut.
Pengobatan PPOK
PPOK hingga saat ini belum bisa disembuhkan secara total. Namun, pengobatan PPOK tetap diperlukan dengan tujuan mengatasi gejala, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah komplikasi. Beberapa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter untuk menangani PPOK adalah sebagai berikut:
1. Obat-obatan
Dokter akan meresepkan obat bronkodilator pada penderita PPOK untuk melancarkan pernapasan. Obat bronkodilator bekerja dengan mengendurkan otot pada saluran pernapasan dan paru-paru serta melebarkan saluran udara. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat kortikosteroid pada penderita PPOK untuk meminimalisasi peradangan pada paru-paru.
2. Terapi Oksigen
Terapi oksigen dilakukan untuk menangani penderita PPOK yang kondisinya sudah parah dan kesulitan untuk bernapas. Terapi oksigen dilakukan dengan memberikan oksigen melalui alat bantu, seperti kabul oksigen, masker oksigen, ventilator, dan tabung oksigen.
3. Prosedur Operasi
Tindakan operasi biasanya dilakukan untuk menangani penderita PPOK jenis emfisema dengan kondisi parah dan apabila pengobatan lainnya sudah tidak efektif. Operasi dilakukan oleh dokter dengan mengurangi volume paru (LVRS, lung volume reduction surgery), bullectomy (pengangkatan alveolus yang telah rusak), atau transplantasi paru.
Selain itu, pengobatan PPOK tersebut juga perlu diimbangi dengan pola hidup sehat seperti:
-
Berhenti merokok.
-
Menghindari polusi udara dengan menggunakan masker bila sedang berada di luar ruangan.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-
Rutin berolahraga.
PPOK adalah penyakit yang dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Namun, perlu diingat bahwa gejala dan penyebab yang telah dijelaskan di atas dapat serupa dengan penyakit lain. Oleh karenanya, penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dengan berkonsultasi langsung dengan Dokter Pulmonologi (Paru) di Siloam Hospitals Cinere ataupun di Siloam Hospitals terdekat.
Berbagai prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani dapat bervariasi di setiap rumah sakit. Tim medis akan merancang rencana perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Untuk memudahkan Anda melihat jadwal dokter, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Selain membuat janji temu, Anda juga dapat memesan paket medical check up hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Sardikin Giriputra, SpP(K)
Pulmonologi (Paru)
Subspesialis Infeksi Paru
Siloam Heart Hospital
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







