TB Laten Tidak Menimbulkan Gejala, Begini Diagnosisnya
Kesehatan Tubuh

TB Laten Tidak Menimbulkan Gejala, Begini Diagnosisnya

01 April 2026 4 menit waktu baca
tb laten

TB atau tuberkulosis selama ini dikenal sebagai penyakit paru dengan gejala yang khas, seperti batuk berkepanjangan atau batuk berdarah. Namun, kondisi ini berbeda pada TB laten. Pada kondisi ini, penderitanya sering kali tampak sehat karena tidak menunjukkan gejala apa pun.

 

Meski begitu, bakteri penyebab TB tetap berada di dalam tubuh dan berpotensi aktif kembali jika sistem kekebalan tubuh melemah. Lantas, bagaimana cara mendeteksi kondisi ini dan seperti apa penanganannya? Mari simak informasi selengkapnya mengenai TB laten berikut ini.

 

Apa Itu TB (Tuberkulosis) Laten?

 

Tuberkulosis (TB) laten adalah kondisi di mana seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis, namun tidak menimbulkan gejala. Tidak semua orang yang terinfeksi tuberkulosis akan menjadi sakit. Berbeda dengan TB aktif yang menimbulkan gejala dan dapat menular, TB laten tidak menularkan infeksi TB dan tidak memiliki keluhan.

 

Penyebab TB Laten

 

Tuberkulosis adalah kondisi yang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menginfeksi tubuh. Setelah masuk ke paru-paru, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan bakteri tersebut. Pada sebagian orang, bakteri tidak sepenuhnya mati, tetapi tetap hidup dalam kondisi tidak aktif. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang mengalami TB laten.

 

Kendati demikian, TB laten bisa berkembang menjadi TB aktif dan menyebar ke berbagai organ tubuh melalui aliran darah. Risiko ini bisa meningkat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV.

 

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko TB laten berkembang menjadi TB aktif adalah sebagai berikut:

 

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya orang yang terinfeksi HIV atau riwayat penyakit diabetes

  • Memiliki riwayat penyakit kanker

  • Usia lanjut.

  • Malnutrisi atau kekurangan gizi.

  • Kebiasaan merokok.

  • Mengonsumsi obat penekan sistem imun dalam jangka panjang (misalnya kortikosteroid atau obat imunosupresan).

  • Memiliki riwayat transplantasi organ atau sel darah.

 

Penyebaran TB Laten

 

Tidak seperti TB aktif yang bisa menular dengan mudah, penderita TB laten tidak menularkan infeksi kepada orang lain. Penyakit bisa menular jika kondisi ini telah berkembang menjadi TB aktif. TB aktif dapat menyebar melalui udara atau droplet (percikan ludah) yang keluar saat penderitanya batuk, berbicara, atau bersin, kemudian dihirup oleh orang di dekatnya.

 

Diagnosis TB Laten

 

Karena TB laten tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan (skrining TB), terutama pada kelompok yang memiliki risiko tinggi.

 

Pemeriksaan yang umumnya digunakan untuk mendeteksi TB laten adalah sebagai berikut:

 

  • Tes kulit tuberkulin (tuberculin skin test/TST), dilakukan dengan menyuntikkan sedikit zat yang mengandung protein bakteri TB di bawah kulit. Jika hasilnya positif, sistem kekebalan tubuh akan memberikan respons berupa munculnya benjolan kecil dan kemerahan pada kulit dalam 2–5 hari setelah pemeriksaan.

  • Tes darah IGRA (interferon-gamma release assay), dilakukan dengan pemeriksaan darah untuk menilai respons sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri TB.

  • Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi TB, dokter biasanya akan melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan bahwa infeksi tersebut tidak berkembang menjadi TB aktif, misalnya dengan pemeriksaan rontgen dada atau pemeriksaan dahak.

 

Pengobatan TB Laten

 

Meski tidak menimbulkan gejala atau menular ke orang lain, TB laten tetap perlu diobati setelah terdeteksi karena bakteri masih berada di dalam tubuh dan berpotensi berkembang menjadi TB aktif.

 

Dilansir dari Kemenkes RI, penanganan TB laten dilakukan melalui terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Terapi ini mencakup pengobatan selama 6 bulan dengan regimen antibiotik tertentu sesuai rekomendasi dokter. Selama pengobatan, pasien perlu menjalani pemantauan secara rutin untuk menilai respons terapi dan mendeteksi kemungkinan efek samping.

 

Dokter juga akan melakukan evaluasi berkala untuk melihat apakah ada gejala yang mengarah ke TB aktif, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan, serta gejala TBC di organ lain. Jika pasien menunjukkan adanya gejala, pemeriksaan lanjutan bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis.

 

Demikian informasi mengenai TB laten yang penting untuk diketahui. Sebagai informasi, gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi TB laten. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi) Subspesialis Infeksi Paru di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

DHS. LATENT TUBERCULOSIS INFECTION. Diakses pada 2026 | CDC. Clinical Overview of Latent Tuberculosis Infection. Diakses pada 2026 | NHS. Latent TB (sleeping TB) and new entrant testing. Diakses pada 2026 | Frontiers. LTBI-negative close contacts of tuberculosis are more likely to develop the disease: enlightenment and lessons from a cluster outbreak. Diakses pada 2026 | Kemenkes. Gerakan Indonesia Akhiri TBC. Diakses pada 2026 | WHO. Tuberculosis. Diakses pada 2026 | WHO. Global Tuberculosis Report 2024 | StatPearls. Latent Tuberculosis. Diakses pada 2026 | CDC. Latent TB Infection in the United States – Published Estimates. Diakses pada 2026 | Kemenkes RI. Petunjuk teknis penanganan infeksi laten tuberkulosis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-oka-wijaya-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Oka Wijaya, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magdalena-sirait-spp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magdalena Sirait, SpP

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-victor-nugroho-wijaya-spp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Victor Nugroho Wijaya, SpP, F. Pulmonologi Intervensional Lanjut

Pulmonologi (Paru)

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail