Kesehatan Tubuh
Mengenal Tuberkulosis (TB) dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Table of Contents
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri tersebut berpotensi menyerang berbagai organ tubuh, salah satunya paru-paru. Berdasarkan laporan Global TB Report terbaru, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TB tertinggi di dunia setelah India. Karena itu, mari waspadai kondisi ini dengan mengenali penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan pengobatannya.
Apa Itu Tuberkulosis (TB)?
Tuberkulosis atau TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya masuk ke dalam saluran pernapasan dan menyerang paru-paru, sehingga mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis. Berdasarkan data terbaru dari World Health Organization (WHO), TB menjadi penyebab kematian utama, bahkan melampaui kematian akibat COVID-19.
Lantas, apakah TB menular? Jawabannya adalah ya. TB adalah salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Penularan TB terjadi melalui udara (airborne transmission) melalui droplet atau percikan lendir yang keluar saat penderita TB aktif sedang batuk, bersin, atau berbicara. Partikel mikroskopis ini dapat terhirup oleh orang di sekitar dan masuk ke dalam sistem pernapasan.
Penyebab Tuberkulosis
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, tepatnya Mycobacterium tuberculosis. Terdapat tiga tahap infeksi bakteri pada penderita TB, yaitu:
-
Infeksi primer. Tahap ini terjadi saat udara yang mengandung bakteri penyebab TB terhirup oleh hidung atau mulut hingga masuk menuju paru-paru dan berkembang biak.
-
Infeksi laten. Ketika bakteri mulai berkembang, sistem imun akan melakukan perlawanan. Ketika sistem imun berhasil melawannya, maka bakteri akan “tertidur” dan tidak aktif menginfeksi. Dengan begitu, seseorang yang terinfeksi tidak akan merasakan gejala apa pun.
-
Infeksi aktif. Saat imun tubuh tidak berhasil melawan bakteri yang masuk dan berkembang biak, maka bakteri akan bebas menyerang sel-sel sehat pada paru-paru. Kondisi ini akan membuat pengidapnya merasakan gejala.
Gejala Tuberkulosis
Perlu diketahui, kemunculan gejala-gejala TB biasanya akan berbeda di beberapa penderita sehingga tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya acuan. Apabila merasakan beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Adapun beberapa gejala TB yang umum terjadi adalah:
-
Batuk berlangsung lama hingga lebih dari 3 minggu.
-
Dada terasa nyeri.
Selain gejala-gejala di atas, penderita juga dapat mengalami kondisi-kondisi penyerta, seperti:
-
Demam.
-
Menggigil.
-
Mudah merasa lelah.
-
Penurunan berat badan secara drastis.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Berkeringat di malam hari.
Diagnosis Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasan, tepatnya organ paru-paru. Berikut ini beberapa tes yang umumnya dilakukan untuk pemeriksaan penyakit TB paru:
-
Tes darah: Melalui tes darah, dokter akan mengukur reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dari tes ini akan diketahui apakah seseorang memiliki TB laten atau aktif.
-
Tes dahak: Setelah melakukan rontgen dada dan dokter menemukan indikasi TB, maka akan dilakukan tes dahak untuk mengetahui obat yang cocok bagi pengidapnya.
-
Tes Mantoux: Tes ini menggunakan alat bernama TST (tuberculin skin test) untuk menyuntikkan zat tuberkulin di bawah kulit lengan. Kemudian, dalam 48–72 jam, dokter akan memeriksa pembengkakan pada posisi penyuntikan. Bila timbul benjolan merah pada ukuran tertentu, maka seseorang dinyatakan kemungkinan positif TB.
Komplikasi Tuberkulosis
Tuberkulosis yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Seiring perkembangannya, bakteri TB dapat menyerang organ tubuh lainnya, tidak hanya menginfeksi paru-paru. Beberapa komplikasi yang mungkin dialami oleh penderita tuberkulosis adalah sebagai berikut:
-
Kerusakan sendi.
-
Kelainan pada jantung.
-
Nyeri punggung.
-
Masalah pada ginjal dan hati.
-
Peradangan selaput otak atau meningitis.
Pengobatan Tuberkulosis
Meski berisiko fatal jika dibiarkan, tuberkulosis adalah penyakit yang masih bisa disembuhkan melalui penanganan yang tepat. Kuncinya adalah pada kedisiplinan pasien dalam menjalani prosedur pengobatan. Secara umum, pengobatan TB memerlukan waktu berkisar 6–12 bulan, tergantung pada kondisi pasien dan respons tubuh terhadap obat.
Dokter akan meresepkan obat antituberkulosis, yaitu kombinasi antibiotik yang khusus digunakan untuk membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatannya pun terdiri dari dua tahap, yaitu intensif dan lanjutan:
-
Tahap Intensif: Pasien diwajibkan mengonsumsi obat setiap hari selama 2 bulan pertama untuk menurunkan jumlah bakteri secara drastis dan meminimalisir risiko penularan.
-
Tahap Lanjutan: Pasien tetap harus mengonsumsi obat dengan frekuensi tertentu selama 4 bulan atau lebih untuk memastikan seluruh bakteri di dalam tubuh benar-benar bersih dan mencegah kekambuhan.
Pengobatan TB tidak boleh dihentikan tanpa instruksi dokter, meskipun gejala yang dirasakan sudah membaik. Menghentikan pengobatan secara sepihak berisiko menyebabkan bakteri menjadi kebal (resistensi obat), yang jauh lebih sulit untuk disembuhkan.
Pencegahan Tuberkulosis
Salah satu langkah efektif dalam pencegahan tuberkulosis adalah pemberian vaksin BCG (Bacille calmette-guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi dasar wajib untuk memberikan perlindungan terhadap risiko TB berat, seperti meningitis TB dan TB milier pada anak-anak.
Sesuai pedoman imunisasi, vaksin BCG diberikan satu kali kepada bayi, idealnya segera setelah bayi lahir atau sebelum bayi berusia 1 bulan.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi tuberkulosis. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Paru di Siloam Hospitals terdekat, terutama jika Anda mengalami sesak napas dan batuk yang tak kunjung membaik bahkan setelah 3 minggu lamanya.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait tuberkulosis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining TBC untuk Visa - Basic
Aplikasi Visa
2 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Skrining TBC untuk Visa - Advanced
Aplikasi Visa
3 Service/Item
Rp2.750.000
TERPOPULER
Skrining Kesehatan Paru
Penawaran Spesial
4 Service/Item
Rp650.000
TERPOPULER
Sputum, Direct Preparat BTA / Tes Dahak (BTA)
Infeksi, Tuberkulosis (TBC)
1 Service/Item
Rp77.400







