Abses Paru - Penyebab, Gejala, Dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Abses Paru - Penyebab, Gejala, Dan Cara Mengobatinya

13 November 2025 4 menit waktu baca
Abses paru adalah

Table of Contents

Abses paru adalah kondisi ditemukannya rongga atau kantung berisi nanah di organ paru-paru yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya ditandai dengan batuk berdahak dan terkadang disertai nanah atau darah.

Abses paru bisa disembuhkan apabila ditangani dengan tepat. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Abses Paru?

 

Abses paru adalah terbentuknya kantong berisi nanah di organ paru-paru yang dikelilingi oleh jaringan meradang. Abses paru cukup kompleks dan dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan tepat. Abses umumnya berjumlah tunggal dengan ukuran kurang dari 2 cm, namun bila terdapat abses dalam jumlah banyak berukuran lebih dari 2 cm, maka perlu dicurigai kemungkinan gangren paru.

 

Pada tahap awal, abses paru ditandai dengan matinya jaringan paru-paru yang telah rusak karena infeksi bakteri, seperti pneumonia. Kemudian, terbentuklah rongga atau kantung berisi nanah di jaringan yang mati tersebut.

 

Berdasarkan tingkat keparahannya, abses paru dibagi menjadi dua, yaitu abses paru akut dan kronis. Kondisi ini dikatakan sebagai abses paru akut apabila berlangsung selama kurang lebih 4 minggu. Sementara itu, abses paru kronis bisa berlangsung hingga lebih dari 4 minggu.

 

Abses paru adalah kondisi yang tergolong serius karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini dapat mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan tepat. Itulah mengapa pasien abses paru membutuhkan pengobatan sesegera mungkin.

 

Penyebab Abses Paru

 

Berdasarkan penyebabnya, abses paru terbagi menjadi dua jenis yaitu abses paru primer dan sekunder. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Abses Paru Primer

 

Abses paru primer disebabkan oleh infeksi di dalam paru-paru itu sendiri. Kondisi ini paling sering terjadi karena masuknya makanan atau cairan yang terkontaminasi bakteri ke dalam paru-paru secara langsung atau aspirasi paru.

 

Namun tidak hanya aspirasi paru, abses paru primer juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti:

 

  • Cystic fibrosis: Penyakit saluran pernapasan yang menyebabkan lendir di dalam tubuh mengental dan menyumbat aliran pernapasan.
  • Bronkiektasis: Pelebaran, penebalan, dan kerusakan bronkus (pipa saluran pernapasan).
  • Penyumbatan saluran udara di dalam paru-paru akibat tumor, benda asing, atau pembesaran kelenjar di paru-paru.
  • Pneumonia, terutama pneumonia aspirasi atau peradangan paru akibat masuknya benda asing ke dalam paru-paru.

 

Abses Paru Sekunder

 

Sementara itu, abses paru sekunder terjadi karena adanya infeksi pada bagian tubuh lain yang menyebar hingga ke paru-paru dan menginfeksinya. Penyebaran infeksi ini bisa menyebar melalui beberapa cara seperti:

 

  • Melalui aliran darah yang berasal dari infeksi pada jantung.
  • Masuknya bakteri penyebab infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan atas ke dalam paru-paru melalui mediastinum atau tulang dada.
  • Melalui penyumbatan bronkus atau dari abses di luar jaringan paru yang pecah dan mengenai organ paru.

 

Faktor Risiko Abses Paru

 

Selain beberapa penyebab di atas, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami abses paru adalah:

 

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau sedang menderita kondisi tertentu, seperti kanker dan HIV/AIDS.
  • Mengidap penyakit gigi dan gusi yang parah.
  • Mengidap penyakit jantung bawaan.
  • Mengidap diabetes melitus.
  • Sedang dalam pengaruh obat penenang atau obat bius.
  • Menyalahgunakan NAPZA dan kecanduan alkohol.
  • Mengalami gangguan otot dan saraf di saluran pernapasan dan menyebabkan kesulitan dalam menelan (disfagia) atau tidak bisa batuk.
  • Mengidap gangguan pernapasan atas, misalnya infeksi sinus.

 

Gejala Abses Paru

 

Gejala utama pada abses paru adalah batuk berdahak yang terkadang disertai darah atau nanah serta berbau. Sejumlah gejala lain yang dapat ditimbulkan oleh abses paru adalah sebagai berikut:

 

  • Batuk berdahak terus-menerus.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Demam dan menggigil.
  • Dahak menimbulkan bau tak sedap.
  • Nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelelahan dan lemas.
  • Kehilangan nafsu makan.

 

Abses paru yang sudah dalam kondisi parah dapat menimbulkan batuk berdarah disertai nyeri dada selama batuk berlangsung. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menyebabkan jantung berdebar-debar, hingga mengi (napas berbunyi).

 

Diagnosis Abses Paru

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis mengenai gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Apabila pemeriksaan penunjang dibutuhkan, maka dokter akan melakukan sejumlah tes seperti:

 

  • Tes dahak: Mendeteksi infeksi dan mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi.
  • Rontgen dada: Memantau kondisi paru-paru dengan menggunakan sinar rontgen.
  • USG paru-paru: Memeriksa keberadaan abses paru menggunakan gelombang ultrasonik.
  • CT Scan: Melihat gambaran lebih jelas melalui foto yang dihasilkan sehingga dokter lebih mudah mendeteksi bakteri.
  • Bronkoskopi: Memeriksa bagian dalam paru-paru dengan mengambil sampel jaringan paru untuk diteliti di laboratorium menggunakan selang kecil yang dilengkapi kamera.

 

Pemeriksaan bronkoskopi biasanya direkomendasikan kepada pasien yang mengalami beberapa kondisi, seperti:

 

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah atau lemah.
  • Penggunaan antibiotik tidak dapat meredakan gejala abses paru.
  • Terdapat dugaan bahwa saluran pernapasan pasien tersumbat.

 

Cara Mengobati Abses Paru

 

Tujuan pengobatan abses paru adalah menghilangkan atau mengangkat kantung bernanah di dalam paru-paru sekaligus menghentikan infeksinya. Sejumlah pengobatan yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu:

 

Pemberian Antibiotik

 

Dokter akan memberikan antibiotik suntik selama 3-8 minggu. Setelah itu dokter akan merekomendasikan antibiotik minum hingga gejala abses paru membaik atau menghilang sepenuhnya.

 

Endoscopic Drainage

 

Endoscopic drainage atau penyedotan nanah dilakukan dengan memasukkan alat endoskopi ke dalam dinding paru untuk mengeluarkan nanah yang dipandu oleh CT Scan dada. Prosedur ini biasanya dilakukan jika ukuran abses mencapai 6 cm atau lebih.

 

Operasi

 

Operasi dilakukan apabila kondisi abses paru sudah parah, ditandai dengan batuk berdarah serta tidak merespon terapi antibiotik ataupun drainase.

 

Pencegahan Abses Paru

 

Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah abses paru adalah sebagai berikut:

 

  • Membiasakan makan dan minum secara perlahan dan tidak berbaring setelahnya.
  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
  • Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.

 

Abses paru adalah kondisi yang membutuhkan penanganan dengan cepat dan tepat. Apabila Anda mengalami beberapa gejala yang menyerupai abses paru, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals supaya mendapatkan penanganan secara tepat.


Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat dan membuat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur dalam aplikasi MySiloam. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail