Kesehatan Tubuh
10 Komplikasi Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Table of Contents
Bagi pasien diabetes, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi komplikasi diabetes melitus tipe 2 maupun tipe 1 sangatlah penting, karena komplikasi ini dapat menyerang ke seluruh bagian tubuh, mulai dari organ mata hingga ujung kaki. Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal sangat penting.
Lantas, apa saja kemungkinan komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes melitus? Komplikasi tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang bersifat kronis (jangka panjang) dan akut (jangka pendek). Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak penjelasan di bawah ini.
Macam-macam Komplikasi Diabetes Melitus Jangka Pendek
Salah satu penyebab komplikasi diabetes melitus adalah peningkatan atau penurunan kadar gula darah secara drastis. Kondisi ini dapat mengancam nyawa apabila tidak mendapatkan penanganan segera.
Komplikasi diabetes melitus sendiri dikategorikan dalam dua jenis, yaitu komplikasi jangka pendek (akut) dan jangka panjang (kronis). Meskipun demikian, masing-masing dari keduanya dapat berakibat fatal. Dalam jangka pendek, berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi.
1. Ketoasidosis Diabetik (KAD)
Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah komplikasi diabetes melitus yang disebabkan karena meningkatnya kadar gula darah ke angka yang cukup tinggi. Komplikasi ini terjadi saat tubuh tidak mampu menggunakan gula sebagai sumber bahan bakar.
Hal tersebut menyebabkan tubuh mengolah lemak sebagai sumber energi dan menghasilkan zat sisa berupa keton yang bersifat asam. Apabila tidak segera mendapat penanganan, komplikasi ini akan menimbulkan penumpukan keton yang mengakibatkan terganggunya keasaman di dalam darah yang kemudian dapat mengakibatkan sesak napas, koma, dehidrasi bahkan kematian.
2. Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)
HHS merupakan komplikasi pada penyakit kencing manis yang tingkat kematiannya mencapai 20%. Komplikasi ini terjadi akibat lonjakan tinggi pada kadar gula darah secara drastis dalam waktu tertentu.
HHS atau Hyperosmolar Hyperglycemic State umumnya disertai dengan gejala kejang, haus yang berat, dan dehidrasi akibat meningkatnya pengeluaran urin. HHS juga berisiko tinggi menimbulkan gangguan kesadaran, lemas, hingga koma pada penderitanya.
3. Hipoglikemia dan Hiperglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah menurun dengan tajam atau mendadak. Penderita diabetes yang rutin mengonsumsi obat dianjurkan untuk selalu memantau kadar gula darahnya agar terhindar dari komplikasi ini.
Sedangkan, hiperglikemia adalah kebalikannya, penyebab komplikasi diabetes satu ini yaitu peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Kondisi ini rentan dialami penderita diabetes tipe I jika tidak rutin melakukan suntikan insulin sebelum makan.
Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kedua kondisi tersebut akan berakibat fatal. Akibatnya antara lain mengarah pada stroke, koma diabetikum, ketoasidosis diabetik (KAD), atau bahkan dapat menyebabkan kematian.
Jenis-Jenis Komplikasi Diabetes Melitus Jangka Panjang
Komplikasi diabetes melitus jangka panjang umumnya berkembang secara bertahap. Dalam jangka panjang, penyakit diabetes berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa komplikasi diabetes melitus jangka panjang adalah sebagai berikut.
1. Kerusakan Ginjal
Kerusakan ginjal atau nefropati diabetik adalah komplikasi berupa kerusakan ginjal yang diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal pada pasien diabetes. Risikonya, penderita harus rutin melakukan cuci darah secara rutin atau mungkin harus menjalani operasi transplantasi ginjal.
Pencegahan komplikasi diabetes melitus ini dapat dimulai dengan membatasi asupan protein, dengan tujuan untuk mengurangi beban kerja ginjal untuk menyaring (filtrasi) protein yang merupakan molekul yang besar. Selain itu, diperlukan juga mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, serta serta konsumsi obat-obatan.
2. Gangguan pada Mata
Komplikasi diabetes melitus pada mata, atau disebut juga dengan retinopati diabetik, disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah di retina. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan kebutaan.Penyumbatan pembuluh darah pada retina juga akan memicu pembentukan pembuluh darah baru yang tidak berkembang sempurna. Pembuluh darah yang tidak sempurna ini mudah rusak/pecah sehingga mengakibatkan perdarahan dalam mata.
Untuk mencegah komplikasi diabetes melitus pada mata, penderita disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Hal ini dilakukan guna mendeteksi terjadinya retinopati diabetik lebih awal.
3. Penyakit Kardiovaskular
Tingginya kadar gula darah berpotensi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Di mana, jika pembuluh darah rusak, maka sirkulasi darah di seluruh tubuh, termasuk jantung akan terganggu.
Pada kondisi tersebut, beberapa penyakit yang mungkin akan muncul adalah penyakit jantung, seperti aterosklerosis (pengerasan pada pembuluh darah arteri yang dapat menyebabkan aliran darah terganggu), serangan jantung, hingga stroke. Untuk mencegahnya, kadar gula darah harus selalu terkontrol.
4. Masalah Kulit dan Kaki
Komplikasi yang paling umum pada penderita diabetes melitus adalah masalah pada kulit dan kaki, biasanya berupa luka yang tak kunjung sembuh. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, sehingga aliran darah pada kaki terbatas.
Penyebab komplikasi diabetes melitus ini juga didukung dengan tingginya gula darah yang memudahkan jamur dan bakteri berkembang biak. Terlebih lagi, saat mengalami diabetes, kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka secara mandiri turut menurun karena adanya penurunan sistem imun tubuh.
Cara mencegah komplikasi diabetes melitus pada kulit adalah dengan menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan luka, misalnya dengan selalu memakai alas kaki yang lembut, empuk, dan tidak ketat atau kekecilan ketika keluar rumah. Lalu, saat Anda terluka, segera beri antibiotik sesuai anjuran dokter dan lakukan perawatan luka secara benar.
5. Kerusakan Saraf
Kerusakan saraf akibat diabetes, atau disebut juga dengan neuropati diabetik, kebanyakan menyerang bagian kaki dan tangan. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10-20% penderita diabetes mengalami nyeri yang disebabkan oleh kerusakan atau gangguan saraf.
Gejala awal yang dirasakan ketika mengalami komplikasi ini di antaranya tangan atau kaki terasa kebas, kesemutan, nyeri, timbul sensasi terbakar hingga mati rasa. Selain itu, kerusakan saraf juga dapat terjadi di organ lain, seperti organ pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah dan jantung.
Demikian penjelasan mengenai beberapa komplikasi diabetes melitus yang dapat terjadi apabila kadar gula darah tidak terkontrol. Maka dari itu, periksa gula darah Anda secara rutin, dan minum atau gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter.
Siloam Hospitals siap melayani Anda untuk mendapatkan pemeriksaan terbaik bagi Anda, termasuk pemeriksaan gula darah secara rutin.
Anda dapat membuat janji temu melalui fitur cari dokter, yang bisa juga dilakukan melalui aplikasi MySiloam atau call center di 1-500-181 dan dapatkan layanan terbaik kami melalui paket tes laboratorium untuk mendeteksi potensi penyakit diabetes melitus secara lebih akurat.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Skrining Komplikasi Diabetes
6 Service/Item
Rp690.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Cek Diabetes
Darah, Gula/ Diabetes
2 Service/Item
Rp218.300







