Kesehatan Tubuh
Ketoasidosis Diabetik - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Ketoasidosis diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes melitus berupa tingginya kadar keton di dalam tubuh. Keton merupakan senyawa asam yang dihasilkan oleh tubuh saat membakar lemak untuk dijadikan energi. Ketoasidosis diabetik terjadi karena tubuh tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi.
Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes melitus yang berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa apabila tidak mendapatkan penanganan medis dengan segera. Lantas, apa gejala ketoasidosis diabetik yang perlu diwaspadai dan bagaimana penanganannya? Temukan jawabannya melalui ulasan berikut.
Apa itu Ketoasidosis Diabetik?
Ketoasidosis diabetik adalah kondisi medis berupa tingginya kadar keton di dalam tubuh. Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi penyakit diabetes melitus karena tubuh mengalami resistensi insulin atau tidak mampu memproduksi hormon insulin yang cukup sehingga proses pengolahan glukosa menjadi energi terganggu.
Akibatnya, tubuh akan membakar lemak untuk dijadikan sebagai energi dan menghasilkan asam darah atau keton. Bila dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengakibatkan kadar keton dalam tubuh terlampau tinggi.
Ketoasidosis diabetik dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan koma diabetes hingga berujung kematian. Maka dari itu, pengidap diabetes perlu mewaspadai kondisi ini dengan rutin melakukan pemeriksaan kadar keton melalui tes darah atau urine.
Penyebab Ketoasidosis Diabetik
Penyebab utama ketoasidosis diabetik adalah rendahnya hormon insulin yang membuat tubuh tidak dapat memproses glukosa menjadi energi. Tubuh akhirnya akan membakar lemak untuk dijadikan sebagai energi yang menghasilkan keton.
Selain itu, terdapat pula sejumlah faktor yang turut meningkatkan risiko pengidap diabetes terkena ketoasidosis diabetik, antara lain:
- Menderita infeksi atau penyakit tertentu, seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih, yang menyebabkan tingginya hormon adrenalin dan hormon kortisol pada tubuh. Hormon tersebut bekerja berlawanan dengan fungsi insulin sehingga memicu peningkatan kadar keton dalam tubuh.
- Tidak melakukan terapi insulin secara rutin.
- Melakukan terapi insulin dengan dosis yang tidak sesuai anjuran dokter.
- Serangan jantung.
- Stroke.
- Pankreatitis.
- Kehamilan.
- Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid atau diuretik.
- Mengalami trauma fisik maupun emosional.
Gejala Ketoasidosis Diabetik
Gejala ketoasidosis diabetik sering kali muncul secara mendadak, bahkan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam. Gejala khas dari ketoasidosis diabetik adalah bau mulut yang beraroma menyerupai buah. Selain itu, beberapa gejala umum ketoasidosis diabetik adalah sebagai berikut:
- Rasa haus yang tak kunjung hilang meskipun sudah minum.
- Frekuensi buang air kecil meningkat.
- Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
- Mual dan muntah.
- Nyeri perut.
- Napas pendek.
- Sakit kepala.
- Linglung.
- Penurunan kesadaran.
- Mata berkunang-kunang.
- Nyeri atau kaku pada otot.
- Gangguan keseimbangan elektrolit yang memengaruhi kerja jantung, saraf, dan otot.
Diagnosis Ketoasidosis Diabetik
Diagnosis ketoasidosis diabetik dilakukan dengan serangkaian pemeriksaan medis, di antaranya:
- Tes darah, sampel darah pasien akan diambil untuk mendeteksi kadar gula darah, keton, elektrolit darah, serta tingkat keasaman darah pada laboratorium.
- Tes urine (urinalisis), sampel urine pasien diambil untuk memeriksa kadar keton dalam urine.
- Elektrokardiogram, ketidakseimbangan elektrolit yang dialami oleh pasien ketoasidosis diabetik dapat memengaruhi aktivitas listrik jantung sehingga pemeriksaan elektrokardiogram perlu dilakukan untuk memeriksa kondisi tersebut.
Penanganan Ketoasidosis Diabetik
Terapi ketoasidosis diabetik dilakukan dengan tujuan menstabilkan kondisi pasien serta mengurangi kadar asam berlebih dalam tubuh. Tindakan medis lainnya yang dilakukan untuk menangani ketoasidosis diabetik di antaranya:
1. Penggantian Elektrolit
Ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh menjadi tidak seimbang dan bisa memengaruhi fungsi organ tubuh tertentu, seperti jantung, otot, dan saraf. Dokter akan memberikan pengganti elektrolit melalui cairan infus yang mengandung natrium, kalium, dan klorida.
2. Terapi Insulin
Terapi insulin juga dilakukan untuk menangani ketoasidosis diabetik. Pemberian insulin kepada pasien ketoasidosis diabetik dilakukan melalui cairan infus dan injeksi untuk menurunkan kadar gula darah.
3. Pemberian Obat-Obatan
Dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti obat antibiotik, apabila terjadi infeksi.
Pencegahan Ketoasidosis Diabetik
Ada beragam cara yang penting untuk dilakukan penderita diabetes untuk mencegah terjadinya ketoasidosis diabetik maupun komplikasi diabetes lainnya, yaitu:
- Memantau kadar gula darah secara berkala.
- Memeriksa kadar keton dalam tubuh, terutama bila sedang terserang penyakit atau mengalami stres.
- Rutin berolahraga.
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
- Mengonsumsi obat diabetes dan terapi hormon insulin sesuai dengan jadwal serta dosis yang dianjurkan oleh dokter.
- Minum air putih yang cukup kurang lebih 2 liter sehari.
Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Anda dapat membuat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 ataupun menggunakan fitur yang terdapat pada aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







