Nefropati Diabetik: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Nefropati Diabetik: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

14 November 2025 4 menit waktu baca
nefropati diabetik

Nefropati diabetik adalah kondisi di mana ginjal mengalami komplikasi akibat diabetes melitus, kondisi ini dapat disebut juga dengan ginjal diabetes. Ketika seseorang mengalami nefropati diabetik, kemampuan kerja ginjalnya tidak optimal. Jika dibiarkan, maka akan berpotensi merusak fungsi ginjal. 

 

Untuk pemahaman mendalam tentang nefropati diabetik, termasuk pengertian, penyebab, gejala, pengobatan, hingga pencegahannya, mari simak pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Nefropati Diabetik?

 

Nefropati diabetik adalah suatu kondisi serius dimana ginjal mengalami komplikasi yang diakibatkan oleh diabetes. Kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan berlebih dan racun dari dalam tubuh.

 

Seiring berjalannya waktu, penyakit ini dapat menyebabkan rusaknya sistem penyaringan di dalam ginjal yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal hingga gagal ginjal. Semakin lama seseorang mengidap diabetes, maka akan semakin tinggi pula risiko mengalami gangguan pada ginjal.

 

Penyebab Nefropati Diabetik

 

Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan pada nefron, yaitu bagian pada ginjal yang fungsinya menyaring racun dan membuang kelebihan cairan dalam tubuh. Kondisi tersebut akan membuat fungsi nefron terganggu sehingga menyebabkan protein (albumin) terbuang dalam urine.

 

Selain itu, kerusakan pada nefron juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang akhirnya membuat ginjal semakin rusak. Belum diketahui secara pasti mengapa kondisi di atas bisa terjadi pada penderita diabetes. Namun, ada dugaan bahwa kerusakaan ini ada kaitannya dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) serta hipertensi yang tidak terkontrol.

 

Gejala Nefropati Diabetik

 

Nefropati diabetik terkadang tidak menunjukkan gejala di tahap-tahap awal. Tetapi, jika kerusakan ginjal terus berlanjut, biasanya akan timbul beberapa gejala seperti berikut:

 

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Mudah merasa lelah.

  • Mual dan muntah.

  • Kulit terasa gatal dan kering.

  • Lemas.

  • Mengalami sesak napas.

  • Berat badan menurun cukup drastis.

  • Peradangan pada lengan dan tungkai.

  • Sulit fokus.

  • Ditemukan protein dalam urine.

  • Bengkak pada mata dan kram otot.

 

Diagnosis Nefropati Diabetik

 

Komplikasi pada ginjal dapat dideteksi lebih dini apabila penderita diabetes rutin menjalani pemeriksaan. Pada pasien diabetes tipe 1, pengecekan secara khusus terhadap penyakit ini bisa dilakukan dalam jangka 5 tahun setelah pasien didiagnosis diabetes. 

 

Tetapi, untuk pasien diabetes tipe 2, pemeriksaan terkait adanya potensi penyakit ini harus dilakukan secepatnya agar segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis nefropati diabetik hanya dapat dilakukan oleh dokter. Biasanya, dokter akan melakukan beberapa tes, berikut di antaranya.

 

1. Tes Kreatinin

 

Tes ini tujuannya adalah mengukur kadar kreatinin dalam darah. Kreatinin merupakan limbah sisa metabolisme tubuh yang seharusnya dibuang bersama urine. Angka normal kreatinin pada orang usia 18-60 tahun ada di kisaran 0,7-1,3 mg/dL (pria) dan 0,6-1,1 mg/dL untuk wanita.

 

2. Tes BUN (Blood Urea Nitrogen) atau Ureum

 

Tes BUN dilakukan untuk mengukur kadar urea nitrogen dalam darah. Sama halnya dengan kreatinin, urea nitrogen merupakan sisa metabolisme yang seharusnya disaring dan dibuang bersama urin. 

 

Kadar normal BUN pada setiap orang berbeda tergantung jenis kelamin dan usia, berikut di antaranya:

 

  • 7-20 mg/dL pada anak usia 1-17 tahun.

  • 6-21 mg/dL pada wanita dewasa.

  • 8-24 mg/dL pada pria dewasa.

 

3. Tes Mikroalbuminuria Urine

 

Penyakit ini juga bisa dideteksi melalui tes mikroalbuminuria urine. Apabila dalam urine pasien diketahui mengandung protein, maka diduga menderita nefropati diabetik. Tes dilakukan dengan mengambil sampel urine pasien secara acak di pagi hari.

 

Hasil tes ini dapat menunjukkan:

 

  • <30 mg, artinya kadar albumin dalam urine masih di kategori normal.

  • 30-300 mg (mikroalbuminuria), artinya terdapat dugaan penyakit ginjal tahap awal.

  • 300 mg (mikroalbuminuria), artinya menandakan penyakit ginjal sudah semakin parah.

 

Faktor Risiko yang Berpengaruh

 

Setiap penderita diabetes memiliki risiko untuk mengalami nefropati diabetik, namun beberapa faktor lain dapat meningkatkan risiko tersebut, diantaranya yaitu:

 

  • Memiliki kolesterol tinggi.

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Terbiasa merokok.

  • Menderita komplikasi lain dari diabetes.

  • Memiliki riwayat genetik diabetes dan penyakit ginjal.

 

Pengobatan Nefropati Diabetik

 

Ketika seseorang telah mengalami kondisi ini, maka akan sulit disembuhkan. Namun, pengobatan tetap diperlukan guna meminimalisir gejala yang semakin memburuk. Langkah pertama pengobatan nefropati diabetik adalah dengan mengendalikan tekanan darah serta mengobati penyakit diabetesnya.

 

Cara tersebut dapat ditempuh dengan bantuan obat-obatan yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan tekanan darah tinggi. Selain itu, pengidap penyakit ini juga disarankan menjaga kesehatan tulang dengan mengkonsumsi obat yang dapat meningkatkan keseimbangan kalsium fosfat.

 

Pencegahan Nefropati Diabetik

 

Pada penderita diabetes, pencegahan nefropati diabetik bisa dilakukan dengan memperbaiki pola hidup melalui beberapa langkah berikut ini:

 

  • Memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran.

  • Menjaga berat badan tetap ideal.

  • Menurunkan berat badan bila diperlukan.

  • Melakukan pemeriksaan diabetes rutin.

  • Mengontrol kadar gula dalam darah dan beristirahat dengan cukup.

 

Demikian penjelasan mengenai komplikasi nefropati diabetik yang dapat menyerang penderita diabetes. Karena itu, melakukan pemeriksaan rutin sangat penting bagi penderita diabetes untuk menghindari adanya komplikasi pada organ tubuh lainnya. 

 

Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin dengan mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Siloam Hospitals menyediakan berbagai paket medical check up yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan kondisi kesehatan Anda. Anda juga dapat melakukan reservasi secara online melalui aplikasi MySiloam atau fitur Cari Dokter. Cepat, mudah dan praktis. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail