Apa Itu Obesitas? Kenali Gejala-Gejala dan Penyebabnya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Obesitas? Kenali Gejala-Gejala dan Penyebabnya

11 Februari 2026 4 menit waktu baca
obesitas adalah

Obesitas adalah kondisi medis berupa berat badan di atas normal karena penumpukan lemak berlebih. Obesitas dapat terjadi akibat asupan kalori lebih banyak dibandingkan jumlah kalori yang dibakar sehingga tubuh akan menyimpan kalori yang tidak digunakan dalam bentuk lemak.

 

Salah satu hal yang dapat memicu terjadinya obesitas adalah gaya hidup sedentari, yaitu pola hidup yang membuat seseorang jarang melakukan aktivitas fisik. Kenali lebih dalam apa itu obesitas beserta gejala dan cara mengatasinya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Obesitas?

 

Obesitas adalah kondisi berat badan melebihi batas normal karena adanya penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Hal tersebut terjadi karena asupan kalori lebih tinggi dibandingkan dengan kalori yang digunakan. Apabila kondisi ini terjadi dalam kurun waktu lama, besar kemungkinan berat badan akan terus bertambah.

 

Obesitas adalah masalah kesehatan yang banyak ditemui di masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi obesitas pada orang dewasa (>18 tahun) kini mencapai 23,4%. Peningkatan ini menunjukkan lonjakan yang tajam jika dibandingkan dengan data Riskesdas 2018 yang berada di angka 21,8%.

 

Obesitas yang tidak ditangani dengan tepat dan segera dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kondisi ini tak boleh diabaikan begitu saja.

 

Penyebab Obesitas

 

Penyebab utama obesitas adalah adanya penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh karena asupan kalori lebih banyak dibandingkan jumlah kalori yang dibakar. Namun, penumpukan lemak berlebih juga bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

 

  • Riwayat keluarga kandung dengan obesitas.

  • Sedentary lifestyle, seperti jarang berolahraga dan menghabiskan hari tanpa berkegiatan.

  • Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak secara berlebih.

  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, steroid, dan obat diabetes.

  • Kebiasaan begadang. Begadang mengakibatkan produksi hormon pengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin menjadi tidak seimbang. Kondisi ini membuat tubuh merasa lapar hingga konsumsi makanan menjadi tidak terkontrol.

  • Konsumsi alkohol berlebih yang dapat memengaruhi produksi hormon pengatur rasa lapar serta memicu asupan glukosa berlebih, yang dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak pada perut.

  • Stres yang membuat produksi hormon kortisol meningkat, sehingga memengaruhi metabolisme tubuh.

 

Gejala Obesitas

 

Gejala yang paling tampak dari obesitas adalah peningkatan berat badan secara signifikan. Namun, dokter perlu memastikan apakah kenaikan berat badan tersebut telah memasuki kategori klinis obesitas dengan menggunakan indikator objektif. 

 

Indikator yang umum digunakan untuk menentukan obesitas adalah indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan parameter yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam satuan kilogram (kg) dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter (m2).

 

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO) secara global, seseorang dikategorikan mengalami berat badan berlebih (overweight) jika memiliki IMT di atas 25 kg/m2, dan dikategorikan obesitas apabila IMT mencapai angka 30 kg/m2 atau lebih.

 

Namun, karena populasi Asia memiliki risiko penyakit kardiometabolik yang lebih tinggi pada angka IMT yang lebih rendah, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan ambang batas yang lebih ketat. Di Indonesia, seseorang sudah dinyatakan menderita obesitas apabila memiliki IMT di atas 25 kg/m2.

 

Cara Mengatasi Obesitas

 

Biasanya dokter akan menyarankan penderita obesitas untuk menerapkan diet sehat, membatasi asupan kalori sehari-harinya, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan kalori yang dibakar dalam tubuh, sehingga penambahan berat badan bisa dicegah.

 

Selain itu, beberapa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter sebagai bentuk pengobatan obesitas adalah sebagai berikut:

 

  • Meresepkan obat-obatan tertentu untuk membantu menurunkan berat badan, seperti orlistat dan liraglutide.

  • Prosedur balon intragastrik, yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan meletakkan balon kecil berisi air di dalam perut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ruang kosong pada perut, sehingga pasien akan mudah merasa kenyang dan makan dalam porsi lebih sedikit.

  • Bedah bariatrik, yaitu prosedur bedah yang dilakukan dengan memotong organ lambung untuk memperbaiki metabolisme tubuh serta menurunkan berat badan.

 

Cara Mencegah Obesitas

 

Pencegahan obesitas utamanya dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

 

  • Rutin berolahraga.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Melakukan diet untuk menjaga berat badan ideal.

  • Membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

  • Tidur yang cukup.

 

Penting untuk digarisbawahi bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam mendiagnosis suatu kondisi. Apabila Anda merasa mengalami peningkatan berat badan yang tidak sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat guna mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu yang mendasari kenaikan berat badan tersebut.

 

Sebagai informasi, setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail