Kesehatan Tubuh
Apa Itu ICD Jantung? Ketahui Manfaat dan Cara Kerjanya!

Table of Contents
ICD (implantable cardioverter defibrillator) jantung adalah alat medis yang ditanamkan di dalam tubuh untuk membantu mengontrol gangguan irama jantung (aritmia). Penggunaan ICD biasanya direkomendasikan pada pasien dengan risiko tinggi mengalami henti jantung mendadak akibat aritmia. Dengan begitu, gangguan irama jantung dapat segera dikoreksi sehingga meningkatkan peluang keselamatan pasien. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, simak artikel berikut ini.
Apa Itu ICD Jantung?
Angka kejadian penyakit jantung di Indonesia terus meningkat, termasuk gangguan irama jantung (aritmia). Salah satu solusi efektif untuk membantu mengatasi penyakit tersebut adalah penggunaan ICD (implantable cardioverter defibrillator) jantung. ICD jantung adalah alat medis yang ditanamkan di bawah kulit dada untuk memantau dan mengontrol gangguan irama jantung.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Advances in Medicine and Medical Research (2024) menunjukkan bahwa penggunaan ICD dapat menurunkan angka kematian sekitar 15% pada pasien gagal jantung berisiko tinggi dibandingkan dengan terapi medis saja. Dengan demikian, penggunaan ICD jantung dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Kondisi yang Membutuhkan Pemasangan ICD Jantung
Pemasangan ICD umumnya direkomendasikan pada pasien dengan risiko tinggi mengalami gangguan irama jantung yang dapat mengancam nyawa, terutama yang berasal dari bilik jantung (ventrikel).
Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
-
Ventricular tachycardia, yaitu kondisi ketika bilik jantung berdetak sangat cepat sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak optimal.
-
Ventricular fibrillation, yaitu gangguan irama jantung yang menyebabkan bilik jantung bergetar secara tidak teratur dan tidak mampu memompa darah secara efektif.
-
Riwayat serangan jantung yang dapat merusak atau melemahkan otot jantung.
-
Penyakit jantung bawaan yang meningkatkan risiko henti jantung mendadak.
-
Kelainan irama jantung yang bersifat genetik, seperti long QT syndrome atau Brugada syndrome.
-
Cardiac sarcoidosis, yaitu peradangan pada jaringan jantung yang dapat memicu gangguan irama jantung.
-
Kardiomiopati atau pembesaran otot jantung yang dapat mengganggu kemampuan jantung memompa darah dengan baik.
Cara Kerja ICD Jantung
ICD bekerja dengan memantau aktivitas listrik jantung secara terus-menerus sepanjang hari. Perangkat ini dapat mengenali perubahan pola detak jantung yang menandakan adanya gangguan irama. Ketika sistem mendeteksi irama yang tidak normal, alat akan memberikan respons listrik untuk membantu mengembalikan detak jantung ke ritme yang lebih stabil.
Pada beberapa jenis perangkat, ICD juga dilengkapi dengan fungsi pacemaker. Fitur ini berperan ketika detak jantung terlalu lambat (bradikardia). Dalam kondisi tersebut, alat akan mengirimkan impuls listrik kecil ke jantung untuk membantu menjaga detak jantung tetap stabil.
Sebaliknya, jika jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur, ICD dapat memberikan kejutan listrik yang lebih kuat untuk menghentikan atau mengoreksi irama abnormal tersebut. Respons ini bertujuan agar jantung dapat kembali berdetak dengan ritme yang normal.
Prosedur ICD Jantung
ICD jantung adalah perangkat medis yang ditanam di dalam tubuh sehingga pemasangannya memerlukan prosedur khusus. Berikut adalah persiapan, prosedur pemasangan, dan perawatan setelahnya.
Persiapan Pemasangan ICD Jantung
Sebelum menjalani prosedur pemasangan ICD, pasien biasanya akan menjalani beberapa persiapan medis untuk memastikan tindakan dapat dilakukan dengan aman. Salah satu persiapannya adalah berpuasa selama 6–8 jam sebelum prosedur. Beberapa hal lain yang umumnya perlu dipersiapkan seperti:
-
Memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi obat, gangguan pembekuan darah, atau penyakit katup jantung.
-
Mengikuti instruksi dokter terkait penggunaan atau penghentian obat tertentu sebelum prosedur.
-
Dalam beberapa kasus, pasien dapat menjalani pemeriksaan penunjang, seperti echocardiography, EKG, dan X-ray dada.
Prosedur Pemasangan ICD Jantung
Pemasangan ICD jantung biasanya dilakukan di ruang cathlab (catheterization lab) rumah sakit dan dapat memakan waktu sekitar 1–3 jam. Secara umum, langkah-langkah pemasangan ICD jantung meliputi:
-
Perangkat ICD ditempatkan di bawah kulit, biasanya di area dada, di bawah tulang selangka.
-
Kabel khusus dihubungkan ke dalam pembuluh darah jantung untuk mendeteksi aktivitas listrik jantung.
-
Kabel yang sudah terpasang akan dihubungkan ke ICD. Sistem akan diprogram sesuai kondisi jantung pasien agar dapat merespons gangguan irama secara tepat.
Setelah Pemasangan ICD Jantung
Setelah prosedur selesai, dokter juga dapat menyesuaikan pengaturan perangkat ICD agar sesuai dengan kondisi irama jantung pasien. Kemudian, pasien biasanya akan menjalani pemantauan tanda vital terlebih dahulu sebelum diperbolehkan pulang.
Setelah pemasangan ICD, area dada tempat alat ditanamkan dapat mengalami bengkak atau nyeri selama beberapa hari hingga minggu. Untuk membantu proses pemulihan, pasien biasanya disarankan membatasi aktivitas tertentu, seperti mengangkat lengan terlalu tinggi, melakukan olahraga berat, atau mengangkat beban.
Menjalani Hidup dengan ICD Jantung
Setelah pemasangan ICD, pasien tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perangkat tetap berfungsi dengan baik, antara lain:
-
Memberi tahu petugas keamanan bandara atau tenaga medis bahwa pasien memiliki ICD sebelum menjalani pemeriksaan atau prosedur tertentu.
-
Menghindari paparan medan magnet yang kuat, seperti dari mesin industri besar atau peralatan listrik berdaya tinggi.
-
Melindungi area dada dari benturan, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
-
Memberi tahu dokter sebelum menjalani prosedur medis tertentu, seperti operasi atau pemeriksaan yang menggunakan peralatan elektromagnetik.
Risiko Komplikasi ICD Jantung
Secara umum, pemasangan ICD tergolong prosedur yang relatif aman dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Namun, seperti tindakan medis lainnya, tetap ada kemungkinan efek samping yang dapat terjadi, terutama yang berkaitan dengan proses pemasangan perangkat.
Menurut National Library of Medicine (2022), terdapat beberapa komplikasi yang mungkin terjadi setelah pemasangan ICD. Komplikasi tersebut dapat berupa infeksi pada area pemasangan alat, mulai dari infeksi ringan hingga yang memerlukan penanganan medis. Selain itu, pemasangan ICD juga dapat menimbulkan komplkasi lain, seperti:
-
Infeksi pada area pemasangan.
-
Perdarahan atau memar di sekitar lokasi tindakan.
-
Gangguan pada kabel atau fungsi ICD.
-
Reaksi terhadap obat atau tindakan selama prosedur.
-
Gangguan pada pembuluh darah di sekitar jantung atau gangguan paru (pneumotoraks) di sisi pemasangan ICD.
Demikian penjelasan mengenai ICD jantung yang perlu diketahui. ICD jantung adalah perangkat medis yang dapat membantu mengatasi aritmia. Namun, perlu diingat bahwa pemasangan ICD memerlukan penilaian dan pertimbangan medis dari dokter sehingga informasi di atas tidak dapat mewakili seluruh kondisi pasien.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami aritmia atau termasuk dalam kelompok berisiko, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan menilai dan mempertimbangkan apakah ICD dapat menjadi solusi yang tepat untuk Anda.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan penanganan di setiap rumah sakit dapat berbeda, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter dan tenaga medis akan tetap memastikan bahwa Anda mendapatkan penanganan yang tepat dan aman sesuai kondisi kesehatan.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan lebih mudah, seperti mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan dalam mengelola kesehatan Anda.
Sumber
National Library of Medicine. Implantable Defibrillator. Diakses pada 2026 | American Heart Association. Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD). Mayo Clinic. Implantable Cardioverter-Defibrillators (ICDs). Diakses pada 2026 | Journal of Advances in Medicine and Medical Research. Effectiveness of Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) vs. Medical Therapy in Reducing Mortality in Patients with Heart Failure: Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) Insertion. Diakses pada 2026 | British Heart Foundation. Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD). Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000






