Sarkoidosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Sarkoidosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

13 November 2025 4 menit waktu baca
sarkoidosis adalah

Table of Contents

Penyakit sarkoidosis adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya granuloma atau sekumpulan sel-sel inflamasi. Kondisi ini sering kali menyerang beberapa bagian organ, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, jantung, kulit, hingga mata.

 

Sarkoidosis berpeluang besar untuk sembuh bila ditangani secara tepat, bahkan pada beberapa kasus bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memicu kerusakan organ.

 

Apa itu Sarkoidosis?

 

Sarcoidosis atau sarkoidosis adalah kondisi di mana terdapat pertumbuhan abnormal dari sel-sel radang yang membentuk suatu kumpulan bernama granuloma di beberapa bagian tubuh, namun paling sering ditemukan pada paru-paru dan kelenjar getah bening.

 

Sarkoidosis terbentuk akibat respon sistem imun tubuh yang berlebih terhadap benda asing atau infeksi yang masuk dalam tubuh. Apabila sarkoidosis dibiarkan dalam waktu yang lama, kondisi ini memungkinkan timbulnya jaringan parut (fibrosis) permanen di dalam jaringan organ tubuh.

 

Sarkoidosis dapat terjadi pada semua kalangan usia, namun lebih sering ditemukan pada orang dewasa berusia 20-60 tahun dan jarang dialami oleh anak-anak. Masyarakat Afrika dan Eropa lebih sering mengidap penyakit ini.

 

Penyebab Sarkoidosis

 

Sarkoidosis terjadi karena reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh saat menyerang zat asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga memicu pembentukan sel-sel peradangan menjadi gumpalan atau granuloma. Hingga kini, penyebab sarkoidosis belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, beberapa hal yang diduga berkaitan dengan sarkoidosis adalah:

 

  • Faktor genetik.
  • Infeksi virus, bakteri, atau jamur.
  • Paparan zat asing, seperti debu dan bahan kimia.

 

Selain beberapa faktor di atas, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sarkoidosis adalah:

 

  • Memiliki riwayat penyakit limfoma.
  • Berusia 20-60 tahun.
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit sarkoidosis.

 

Gejala Sarkoidosis

 

Gejala sarkoidosis berbeda-beda, tergantung dari organ yang terdampak. Gejala sarkoidosis yang muncul secara mendadak biasanya menimbulkan serangkaian kondisi khas (sindrom Lofgren) berupa: 

 

  • Mudah lelah.
  • Penurunan berat badan.
  • Mulut kering.
  • Nyeri dan pembengkakan sendi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Ruam kemerahan di kulit.
  • Pandangan kabur.
  • Nyeri pada mata serta lebih sensitif terhadap cahaya.

 

Sementara itu, gejala-gejala yang muncul pada beberapa organ akibat sarkoidosis adalah:

 

  • Hati dan limpa: Rasa tidak nyaman di perut, anemia, atau penyakit kuning.
  • Sistem saraf: Kesemutan, mati rasa, kejang, kelumpuhan, dan gangguan psikologis, seperti depresi.
  • Jantung: Kelelahan, aritmia (gangguan irama jantung), edema (pembengkakan akibat kelebihan cairan), jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, hingga kematian mendadak.
  • Kulit: Ruam atau bercak merah (eritema) keunguan pada kulit, biasanya muncul di sekitar pergelangan tangan, kaki, atau tulang kering dan terasa nyeri saat disentuh.
  • Mata: Mata terlihat merah, terasa kering, gatal, sensitif terhadap cahaya, dan pandangan menjadi samar.
  • Paru-paru: Sesak napas, batuk kering, mengi, nyeri dada, hingga batuk berdarah.

 

Diagnosis Sarkoidosis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan pembengkakan di jantung, kelenjar getah bening dan paru-paru.

 

Pemeriksaan penunjang dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter akan menyarankan pasien menjalani sejumlah tes, seperti:

 

  • Tes darah: Untuk mengukur kadar hormon, sel darah, sekaligus fungsi ginjal dan hati.
  • Rontgen dada: Untuk mendeteksi granuloma di paru-paru serta pembesaran jantung atau kelenjar getah bening.
  • Tes fungsi paru: Mengukur kapasitas paru-paru.
  • Tes pencitraan dengan CT Scan, MRI, dan PET Scan: Untuk melihat kondisi organ secara lebih jelas.
  • Bronkoskopi: Untuk memantau kondisi saluran pernapasan melalui selang kecil yang dimasukkan melalui tenggorokan.
  • Biopsi: Mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai granuloma untuk diperiksa di laboratorium.

 

Cara Mengobati Sarkoidosis

 

Sarkoidosis umumnya bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Meski begitu, pasien tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan secara berkala.

 

Pengobatan sarkoidosis biasanya ditujukan bagi pasien yang mengalami gangguan fungsi organ. Tujuannya yaitu untuk meringankan gejala dan mencegah munculnya komplikasi. Beberapa pilihan pengobatan untuk sarkoidosis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian obat-obatan, seperti obat kortikosteroid, obat imunosupresi (untuk menekan sistem kekebalan tubuh), dan hydroxychloroquine (mengatasi gangguan di kulit), dan obat inhibitor salah satu mediator inflamasi.
  • Transplantasi organ, yaitu mengganti organ yang rusak akibat sarkoidosis dengan organ baru dari pendonor.

 

Komplikasi Sarkoidosis

 

Apabila tidak ditangani dengan tepat, beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh sarkoidosis adalah:

 

 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala yang menyerupai sarkoidosis, jangan ragu mengonsultasikannya kepada dokter melalui layanan telekonsultasi di aplikasi MySiloam atau berkunjung langsung ke Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.


Anda dapat membuat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau melalui fitur yang juga tersedia di aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail