Kesehatan Tubuh
Apa Itu Glaukoma? Waspada Ketika Penglihatan Kabur!

Table of Contents
Glaukoma adalah gangguan penglihatan akibat adanya kerusakan pada saraf mata. Individu dengan kondisi ini biasanya mengalami gejala berupa penglihatan kabur, penyempitan jarak pandang, serta munculnya rasa nyeri di bagian mata. Sebagai upaya pencegahan glaukoma, mari kenali kondisi ini lebih lanjut melalui artikel berikut.
Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma adalah kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata. Pada umumnya, kerusakan saraf mata terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata. Namun pada beberapa kasus, glaukoma juga dapat terjadi meski tekanan pada bola mata masih dalam batas normal.
Glaukoma dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada seseorang berusia di atas 60 tahun. Penyakit ini membutuhkan penanganan dengan tepat dan sedini mungkin mengingat glaukoma yang sudah parah berisiko menyebabkan kebutaan.
Penyebab Glaukoma
Glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular pada mata karena produksi aqueous humour yang berlebih sehingga menyebabkan kerusakan saraf optik. Aqueous humour adalah cairan alami pada mata yang berfungsi untuk membersihkan kotoran, menjaga bentuk, serta menyuplai nutrisi pada mata.
Berdasarkan penyebabnya, glaukoma dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
Glaukoma sudut terbuka: Jenis glaukoma yang terjadi karena saluran trabecular meshwork (saluran pengalir aqueous humour) tersumbat sebagian.
-
Glaukoma sudut tertutup: Jenis glaukoma yang terjadi karena saluran trabecular meshwork tertutup atau tersumbat sepenuhnya. Jenis glaukoma ini sering ditemukan pada orang Asia.
-
Glaukoma kongenital: Jenis glaukoma yang terjadi pada anak-anak karena kondisi bawaan sejak lahir.
-
Glaukoma tekanan normal: Jenis glaukoma yang terjadi meski tekanan bola mata masih berada dalam batas normal. Biasanya, jenis glaukoma ini dipengaruhi oleh hipersensitivitas atau aliran darah yang tidak baik.
-
Glaukoma sekunder: Jenis glaukoma karena komplikasi penyakit lain, seperti diabetes atau hipertensi, atau karena obat-obatan tertentu.
Faktor Risiko Glaukoma
Selain beberapa penyebab di atas, seseorang dengan kondisi berikut ini diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengidap glaukoma:
-
Berusia di atas 60 tahun.
-
Memiliki keluarga kandung dengan riwayat glaukoma.
-
Mengidap hipermetropi (rabun dekat) atau miopi (rabun jauh).
-
Mengidap penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya.
-
Memiliki riwayat menggunakan obat kortikosteroid dalam kurun waktu lama, terutama yang berbentuk obat tetes.
-
Memiliki riwayat menjalani operasi mata tertentu.
-
Memiliki riwayat cedera mata.
Gejala Glaukoma
Gejala glaukoma biasanya muncul beberapa tahun setelah penderita mengidap kondisi tersebut. Penderita glaukoma cenderung baru menyadari kondisinya ketika sudah mengalami masalah penglihatan, seperti jarak pandang menyempit, penglihatan kabur, dan lain sebagainya. Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita glaukoma adalah sebagai berikut:
-
Mata terlihat berkabut. Gejala glaukoma ini biasanya dialami oleh bayi.
-
Sakit kepala.
-
Nyeri pada area mata.
-
Mual dan muntah.
-
Penglihatan terlihat kabur.
-
Jarak pandang menyempit, seperti muncul tunnel vision atau penglihatan mengerucut ke depan membentuk terowongan.
-
Munculnya titik berwarna kehitaman yang terlihat melayang-layang mengikuti gerakan mata.
Pengobatan Glaukoma
Apabila dokter telah mendiagnosis bahwa pasien mengalami glaukoma, sejumlah metode pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah:
-
Penggunaan obat-obatan, seperti obat tetes mata dan obat minum.
-
Operasi laser, seperti trabekuloplasti dan iridotomi. Tindakan medis ini dilakukan untuk membantu menguras cairan yang menumpuk pada bola mata.
-
Operasi pembedahan, seperti trabekulektomi dan implan glaukoma. Tindakan medis ini dilakukan sebagai langkah terakhir jika penggunaan obat-obatan dan tindakan laser tidak dapat mengurangi tingkat keparahan glaukoma.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan pada artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari tenaga medis profesional. Penyebab dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik mewakili penyakit glaukoma mengingat penyebab serta gejala tersebut juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya.
Apabila Anda mengalami gejala serupa, seperti penglihatan kabur, jarak pandang menyempit, disertai rasa nyeri pada mata yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata (Oftalmologi) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda berdasarkan ketersediaan fasilitas medis. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis tersebut telah sesuai dengan kondisi pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







