Kesehatan Tubuh
Miopi (Rabun Jauh) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Table of Contents
Miopi adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat suatu objek dari jarak jauh.
Kondisi ini termasuk dalam salah satu kelainan refraksi mata, di mana mata tidak dapat memfokuskan cahaya secara tepat di retina.
Miopi dapat terjadi pada semua kalangan usia, baik anak-anak hingga orang dewasa. Ingin tahu penyebab dan cara menanganinya? Mari simak penjelasannya berikut ini.
Apa itu Miopi (Rabun Jauh)?
Miopi adalah masalah pada mata yang membuat penderitanya tidak dapat melihat suatu objek dari jarak jauh secara jelas.
Kondisi ini sering dikenal oleh orang umum dengan sebutan mata minus. Tanda-tanda umum miopi adalah sakit kepala atau pusing, sulit membaca tulisan dari jauh, dan penglihatan buram.
Miopi adalah kondisi yang biasanya dirasakan sejak anak-anak dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu, bisa secara cepat atau perlahan.
Miopi adalah gangguan mata yang sudah sangat umum terjadi pada semua kalangan usia, namun sering kali mulai muncul ketika umur 8-12 tahun.
Penyebab Miopi
Pada dasarnya, penyebab miopi adalah ketika cahaya yang masuk ke mata, jatuhnya tidak tepat pada retina.
Kondisi tersebut terjadi karena bentuk bola mata pengidap miopi lebih panjang daripada bola mata normal.
Selain itu, penyebab miopi juga bisa karena adanya kelainan pada kornea dan lensa mata yang berfungsi memfokuskan cahaya pada retina.
Ketika kornea dan lensa mata tidak melengkung secara mulus dan merata, maka sinar cahaya tidak dapat dibiaskan dengan sempurna, sehingga terjadi kelainan refraksi.
Nah, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami miopi, di antaranya yaitu:
- Terbiasa membaca atau menonton dengan jarak terlalu dekat
- Faktor genetik
- Kurang mendapatkan sinar matahari
- Kekurangan vitamin D
Baca Juga: Waspada! Bahaya Skleritis pada Mata
Jenis-jenis Miopi
Jenis-jenis miopi dibagi menjadi dua berdasarkan penyebabnya, yaitu miopi degeneratif dan tinggi. Berikut masing-masing penjelasannya.
Miopi Degeneratif
Miopi degeneratif adalah jenis gangguan rabun jauh yang cukup langka, sering kali muncul karena adanya faktor genetik.
Pada kondisi ini, bola mata memanjang dengan cepat dan mengakibatkan miopi parah, sering kali terjadi pada remaja atau orang dewasa awal.
Miopi degeneratif dapat bertambah parah seiring berjalannya waktu dan usia. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan melihat benda jarak jauh.
Bahkan, berisiko mengalami komplikasi seperti glaukoma, retina lepas, dan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal.
Miopi Tinggi
Selanjutnya, salah satu jenis miopi adalah miopi tinggi, yaitu kondisi rabun jauh yang lebih parah, terjadi ketika bola mata lebih panjang dari ukuran normal.
Kondisi ini dapat membaik seiring berjalannya waktu, pada umur 20-30 tahun. Pengidap miopi tinggi memiliki risiko terkena gangguan mata seperti, retina sobek, dan glaukoma.
Baca Juga: Hati-hati, Hipertensi Bisa Sebabkan Kerusakan Mata!
Gejala Miopi
Adapun gejala rabun jauh atau miopi adalah sebagai berikut:
- Perlu menyipitkan mata atau menutup sebagian mata agar dapat melihat objek dengan jelas
- Penglihatan buram saat melihat benda dari jauh
- Mengalami sakit kepala karena mata kelelahan
- Kesulitan melihat jalan saat berkendara, terlebih pada malam hari
Miopi adalah kondisi yang sebenarnya dapat terdeteksi sejak kecil. Beberapa gejala miopi pada anak-anak adalah sebagai berikut:
- Tidak menyadari adanya benda jauh
- Sering menggosok mata
- Saat melihat televisi harus duduk lebih dekat dengan layar
- Sering mengedipkan mata
- Terus-menerus menyipitkan mata saat melihat sesuatu
Diagnosis Miopi
Miopi adalah kondisi yang dapat dipastikan atau didiagnosis melalui serangkaian pemeriksaan mata secara lengkap.
Pemeriksaan mata dilakukan untuk mengetahui kemampuan penglihatan Anda serta menentukan jenis lensa yang tepat.
Anda dapat melakukan tes mata di dokter spesialis ataupun optik. Salah satu tes yang paling umum dilakukan yaitu tes visus mata.
Cara Mengatasi Miopi
Cara mengatasi rabuh jauh dapat dilakukan denga beberapa upaya, berikut di antaranya.
1. Menggunakan Kacamata
Penggunaan kacamata adalah salah satu cara mengatasi miopi tanpa operasi yang umum dilakukan pada pengidap miopi.
Dengan bantuan kacamata, seseorang yang mengalami miopi dapat melihat dengan jelas, sekalipun dari jarak jauh.
Pengobatan ini berlaku sementara, karena cara ini tidak dapat menyembuhkan miopi, hanya saja dapat memperlambat keparahannya dan membantu melihat secara lebih jelas.
Penderita miopi menggunakan lensa cekung untuk membantu bayangan kembali terbentuk tepat pada retina.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mata Anak dengan 6 Cara Ini
2. Implantasi Lensa Buatan
Upaya implantasi lensa buatan pada miopi adalah pencangkokan lensa pada mata dengan jenis lensa buatan yang disesuaikan kebutuhan pengidapnya.
Selain memperbaiki penglihatan bagi pengidap miopi. Cara ini juga dapat digunakan pada pengidap mata katarak.
3. Operasi LASIK
Operasi LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) merupakan salah satu cara mengatasi miopi yang dapat mengembalikan penglihatan normal pengidapnya.
Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk kornea mata pada penderita miopi agar kembali normal dan dapat melihat jelas tanpa bantuan kacamata.
Namun, tidak semua pengidap miopi dapat melakukan operasi LASIK. Mengapa begitu?
Pasalnya, prosedur ini tidak dapat dilakukan bila ukuran minus seseorang masih fluktuatif, karena dapat menyebabkan bentuk kornea tetap kembali ke semula meski telah menjalani operasi.
Cara Mencegah Miopi
Miopi adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, terlebih jika memiliki keluarga dengan riwayat miopi.
Nah, untuk mencegahnya atau memperlambat perkembangannya, Anda dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut:
- Melakukan pemeriksaan mata secara teratur meski tidak merasakan gejala apa pun
- Menggunakan kacamata anti radiasi untuk melindungi mata dari sinar UV atau saat berada di depan gawai
- Mengonsumsi makanan yang baik untuk mata, seperti vitamin A, omega-3
- Mengurangi aktivitas yang berisiko membuat mata kelelahan
- Perbanyak menghabiskan waktu di luar ruangan
- Mengontrol kondisi kesehatan, seperti diabetes dan hipertensi
- Menghindari kebiasaan merokok
Nah itu dia penjelasan mengenai penyebab miopi, gejala, faktor risiko, cara mengatasi hingga pencegahannya.
Kondisi ini sudah sangat umum terjadi, terlebih kini sebagian besar orang banyak menghabiskan waktu di depan gawai, entah untuk bekerja atau hal lain.
Maka dari itu, jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan berkualitas mengenai gangguan mata dengan dokter spesialis oftalmologi.
Dapatkan informasi mengenai jadwal dokter spesialis oftalmologi di Siloam Hospitals dan buat janji temu untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Mata Lelah Akibat Gawai Secara Alami
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
Paket Hidup Sehat 3 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp2.199.000
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Paket Hidup Sehat 2 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
6 Service/Item
Rp875.000







