Cara Mengatasi Gas Air Mata untuk Hindari Efek Jangka Panjang
Kesehatan Tubuh

Cara Mengatasi Gas Air Mata untuk Hindari Efek Jangka Panjang

08 Agustus 2025 3 menit waktu baca
cara mengatasi gas air mata

 

Gas air mata adalah kumpulan senyawa kimia dalam bentuk bubuk bertekanan yang dapat menghasilkan kabut ketika disemprotkan. Jika mengenai manusia, senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi gas air mata yang tepat agar tidak memicu masalah kesehatan yang lebih parah. Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Gas Air Mata?

 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gas air mata adalah senyawa kimia yang akan menghasilkan kabut ketika digunakan melalui tabung, granat, atau semprotan. Pada dasarnya, gas air mata kerap digunakan untuk mengendalikan serta membubarkan massa, terutama dalam situasi kerusuhan atau demonstrasi.

 

Beberapa bentuk gas air mata yang paling umum adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (CS gas), oleoresin capsicum (pepper spray), dibenzoxazepine (CR gas), dan chloroacetophenone (CN gas). Sementara itu, oleoresin capsicum, zat aktif yang terkandung dalam pepper spray, merupakan ekstrak dari tanaman genus Capsicum (cabai), yang bisa menghasilkan efek serupa dengan gas air mata lainnya. 

 

Efek Gas Air Mata bagi Tubuh

 

Kontak dengan gas air mata bisa menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Iritasi ini dapat terjadi karena zat kimia dalam gas air mata berikatan dengan salah satu dari dua reseptor nyeri di tubuh, yakni TRPA1 serta TRPV1.

 

TRPA1 adalah reseptor nyeri yang diaktifkan oleh senyawa alami yang terdapat dalam minyak dalam wasabi (tanaman jepang yang kerap diolah sebagai saus hijau bercita rasa pedas) untuk menghasilkan rasa yang kuat. Sementara itu, gas CS dan CR bersifat 10 ribu kali lebih kuat dari minyak wasabi tersebut.

 

Gas air mata juga dapat menimbulkan efek jangka pendek dan panjang yang beragam. Efek jangka pendek biasanya dapat mereda dalam kurun waktu 15–20 menit setelah terpapar gas air mata. Beberapa efek jangka pendek dari gas air mata adalah sebagai berikut:

 

  • Mata merah dan berair.

  • Sensasi panas pada mata.

  • Penglihatan kabur.

  • Iritasi dan sensasi panas pada mulut dan hidung.

  • Kesulitan menelan.

  • Mual dan/atau muntah.

  • Sesak napas.

  • Batuk.

  • Bersin.

  • Iritasi pada kulit.

  • Kulit kemerahan.

 

Sementara itu, belum diketahui secara pasti berapa lama waktu dan kondisi yang bisa memicu munculnya efek jangka panjang dari gas air mata. Beberapa efek jangka panjang yang dapat muncul, yaitu:

 

  • Glaukoma.

  • Kebutaan.

  • Cedera otak.

  • Gagal napas.

  • Kematian.

 

Cara Mengatasi Gas Air Mata

 

Sampai saat ini, tidak ada penawar untuk gas air mata. Dengan demikian, pengobatannya akan dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, pertolongan pertama setelah terpapar gas air mata adalah untuk segera menjauh dari sumber gas air mata dan mencari udara segar.

 

Uap dari gas air mata dapat mengendap di tanah, sehingga disarankan untuk mencari tempat yang lebih tinggi jika memungkinkan guna menghindari paparan gas air mata lebih banyak. Kemudian, berikut adalah sejumlah yang dapat dilakukan untuk mengatasi paparan gas air mata:

 

  • Jangan mengucek atau menggosok mata dengan keras. Hal ini dapat menyebarkan kristal gas air mata ke permukaan mata lainnya.

  • Jika menggunakan lensa kontak, segera lepaskan.

  • Membilas mata dengan air bersih atau obat pencuci mata khusus selama 10–15 menit.

  • Melepas pakaian yang mungkin terkontaminasi.

  • Segera membersihkan tubuh dengan mandi menggunakan sabun dan air.

  • Sering-sering berkedip untuk mempercepat keluarnya gas air mata.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Dalam kebanyakan kasus, orang yang terpapar gas air mata tidak mengalami efek jangka panjang. Namun, pada kasus tertentu, paparan gas air mata bisa menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian. Jika terpapar gas air mata, segera cari pertolongan medis untuk memperoleh penanganan yang tepat.

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanyalah penanganan awal dari cara mengatasi gas air mata. Guna memperoleh penanganan lebih lanjut, segera konsultasi dengan dokter Dokter Spesialis Oftalmologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien terkait kondisi matanya bisa berbeda di setiap rumah sakit, bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Untuk itu, tenaga medis profesional akan menentukan setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatannya sesuai dengan kondisi pasien.

 

Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter, hingga memeriksa hasil skrining kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fitur yang dapat memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Tear Gas and Pepper Spray Toxicity. Diakses pada 2025 | Healthline. How Does Tear Gas Affect the Human Body. Diakses pada 2025 | Healthline. How to Safely Flush Out Your Eye. Diakses pada 2025 | American Academy of Ophthalmology. Eye Safety During Protests. Diakses pada 2025 | Medical News Today. Effects of Tear Gas on The Body. Diakses pada 2025 | Frontiers in Epidemiology. More Than Tears: Associations Between Exposure To Chemical Agents Used By Law Enforcement And Adverse Reproductive Health Outcomes. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail