Kesehatan Tubuh
Orbital Cellulitis, Infeksi Bakteri yang Bisa Sebabkan Kebutaan!

Table of Contents
Orbital cellulitis adalah infeksi serius yang menyerang jaringan lunak di sekitar mata. Meski tergolong sebagai kondisi medis yang jarang terjadi, penyakit ini dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Lantas, apa penyebab orbital cellulitis? Bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Orbital Cellulitis?
Orbital cellulitis atau selulitis orbita adalah infeksi bakteri pada kulit, lemak, dan otot di sekitar mata. Kondisi ini mirip dengan selulitis yang dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, yang biasanya terjadi pada kaki. Orbital cellulitis dapat menyebabkan munculnya gejala yang parah dan komplikasi serius jangka panjang pada mata, termasuk kebutaan.
Kondisi ini tidak menular, dan siapa pun dapat mengalaminya. Namun, kondisi ini paling sering menyerang anak kecil. Selulitis orbita adalah kondisi yang berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi serius sehingga memerlukan penanganan segera dari dokter.
Penyebab Orbital Cellulitis
Penyebab orbital cellulitis adalah infeksi bakteri yang masuk ke kulit, lemak, dan otot di sekitar mata. Streptococcus dan Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri yang paling umum menyebabkan kondisi ini. Cara yang paling umum dari bakteri masuk ke kulit, lemak, dan otot di sekitar mata meliputi:
-
Infeksi sinus (sinusitis) yang menyebar.
-
Infeksi di gigi, wajah, mulut, saluran air mata, atau telinga yang menyebar.
-
Cedera mata atau trauma pada area di sekitar mata.
Menurut jurnal Orbital Cellulitis (2023), sebagian besar kasus selulitis orbita diketahui bermula dari infeksi sinus yang tidak diobati dengan baik sehingga menyebar ke belakang septum orbita. Septum orbita adalah membran tipis berserat yang menutupi bagian depan mata.
Selulitis orbita pada anak-anak berusia 9 tahun ke bawah biasanya hanya disebabkan oleh satu jenis bakteri. Pada anak-anak yang berusia lebih besar dan orang dewasa, infeksi ini mungkin dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri secara bersamaan, sehingga lebih sulit diobati.
Gejala Orbital Cellulitis
Gejala selulitis orbital pada anak-anak dan orang dewasa cenderung sama. Secara umum, gejalanya meliputi:
-
Pembengkakan pada kelopak mata dan kulit di sekitar mata.
-
Mata menonjol (proptosis).
-
Mata merah.
-
Masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda (diplopia).
-
Mata terasa nyeri atau sulit digerakkan.
-
Nyeri hidung.
-
Ketidakmampuan untuk membuka mata.
-
Keluarnya cairan dari mata.
-
Demam.
-
Sakit kepala.
-
Penurunan kemampuan penglihatan.
Diagnosis Orbital Cellulitis
Dalam proses menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik di area mata yang terdampak dan sekitarnya. Pasien harap memberi tahu dokter jika mengalami salah satu dari hal-hal sebagai berikut:
-
Cedera pada mata atau kulit di sekitarnya yang terjadi baru-baru ini.
-
Riwayat terdiagnosis infeksi.
-
Sedang menjalani pengobatan tertentu.
Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus yang perlu dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis orbital cellulitis. Namun, dokter mungkin akan meminta pasien untuk menjalani tes darah untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi atau kondisi medis lainnya. Tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI juga bisa dilakukan untuk membedakan selulitis orbital dengan jenis infeksi lainnya.
Pengobatan Orbital Cellulitis
Mengingat potensi keparahan kondisi dan kecepatan penyebarannya, pasien yang terdiagnosis orbital cellulitis biasanya perlu segera diberikan obat antibiotik spektrum luas melalui infus di rumah sakit. Antibiotik spektrum luas biasanya diberikan sebagai pengobatan utama karena dinilai efektif dalam mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Namun, terkadang obat antibiotik dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti:
-
Reaksi alergi.
-
Gejala gangguan sistem pencernaan, seperti sakit perut atau diare.
-
Resistensi antibiotik terhadap infeksi di masa mendatang.
Jika gejala pasien tidak membaik atau justru memburuk setelah pemberian obat antibiotik, pembedahan mungkin diperlukan. Pembedahan akan membantu menghentikan perkembangan infeksi dengan mengeluarkan cairan dari sinus atau rongga mata yang terinfeksi. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan abses yang terbentuk. Prosedur pembedahan ini lebih sering direkomendasikan untuk orang dewasa daripada anak-anak.
Pencegahan Orbital Cellulitis
Selulitis orbita dapat dicegah dengan mengobati infeksi apa pun sesegera mungkin. Jika mengalami infeksi di mata, gigi, mulut atau sinus, segera kunjungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Mengobati infeksi dengan segera dapat membantu menghentikan penyebarannya ke jaringan di sekitar mata.
Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili orbital cellulitis. Dengan kata lain, gejala serta tanda tersebut bisa serupa dengan gejala serta tanda dari kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat bila mengalami gangguan atau permasalahan pada mata.
Perlu diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis atau pun saran penanganan dari dokter. Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. What to Know About Orbital Cellulitis. Diakses pada 2024 | StatPearls Publishing. Orbital Cellulitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Orbital Cellulitis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini






