Kesehatan Tubuh
Memahami Selulitis, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Selulitis adalah penyakit pada kulit yang terjadi karena infeksi bakteri. Kondisi ini menyebabkan kulit membengkak, kemerahan, dan nyeri saat disentuh. Selulitis dapat dialami oleh seseorang yang memiliki luka terbuka pada kulit yang kemudian terinfeksi bakteri. Namun, penyakit ini juga dapat menyerang penderita diabetes meski tanpa adanya luka terbuka. Mari kenali penyebab, gejala, hingga penanganan penyakit selulitis selengkapnya dalam ulasan berikut.
Apa itu Selulitis?
Selulitis adalah kondisi medis yang terjadi karena adanya infeksi bakteri pada kulit atau jaringan di bawahnya sehingga menyebabkan peradangan. Infeksi kulit ini cukup sering terjadi terutama pada seseorang yang memiliki luka terbuka di kulitnya dan penderita diabetes.
Penyakit selulitis biasanya terjadi pada bagian bawah kaki, yaitu tungkai dan telapak kaki. Namun, tidak menutup kemungkinan selulitis juga muncul pada beberapa bagian tubuh lain, seperti lengan, wajah, atau perut.
Bila tidak ditangani dengan segera, infeksi selulitis bisa menyebar hingga aliran darah atau kelenjar getah bening yang berisiko mengancam nyawa pengidapnya.
Penyebab Selulitis
Penyebab utama selulitis adalah infeksi bakteri. Kelompok bakteri yang paling umum menginfeksi dan menyebabkan selulitis adalah Staphylococcus dan Streptococcus.
Di samping itu, terdapat sejumlah faktor yang turut meningkatkan risiko seseorang mengalami selulitis, yaitu:
- Cedera, seperti terkena sayatan, patah tulang, atau luka bakar yang membuka jalur bagi bakteri untuk masuk ke dalam jaringan kulit.
- Mengidap penyakit kulit lain, seperti dermatitis atopik atau psoriasis.
- Menjalani perawatan kemoterapi.
- Pernah mengidap selulitis sebelumnya.
- Berat badan berlebih (obesitas).
- Daya tahan tubuh lemah. Beberapa kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh lemah dan meningkatkan risiko selulitis adalah diabetes, HIV/AIDS, dan leukimia.
- Mengonsumsi obat imunosupresan.
Gejala Selulitis
Umumnya, gejala selulitis akan muncul hanya pada bagian tubuh yang terdampak. Adapun beberapa gejala umum dari selulitis adalah sebagai berikut:
- Nyeri pada area kulit yang terinfeksi, terutama saat ditekan.
- Kulit bengkak, melepuh, serta berwarna kemerahan.
- Kulit mengilap.
- Bernanah.
- Muncul bintik-bintik berwarna merah.
- Area yang bengkak terasa panas.
Selain itu, pengidap penyakit selulitis juga bisa mengeluhkan demam hingga pembengkakan kelenjar getah bening apabila infeksi memburuk dan menyebar ke bagian tubuh lain.
Diagnosis Selulitis
Untuk mendiagnosis selulitis, dokter akan melakukan wawancara medis dengan menanyakan beberapa hal terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan pada area kulit yang terinfeksi serta bagian tubuh lainnya juga diperlukan untuk memastikan kemunculan gejala-gejala fisik tertentu. Setelah itu, diagnosis penyakit selulitis akan dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang bila diperlukan, seperti:
- Pemeriksaan darah, untuk mengevaluasi infeksi bakteri yang telah menyebar ke aliran darah.
- Pemeriksaan kultur jaringan, prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum untuk mengambil cairan dari area yang telah terinfeksi. Pemeriksaan kultur jaringan bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.
- Tes pencitraan, seperti CT scan, USG, MRI, atau rontgen. Prosedur ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
Penanganan Selulitis
Apakah selulitis bisa sembuh? Selulitis bisa sembuh apabila mendapatkan penanganan medis dengan segera. Penanganan selulitis dilakukan untuk mengatasi infeksi, mengurangi gejala, serta mencegah komplikasi serius.
Adapun sejumlah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menangani selulitis adalah sebagai berikut:
1. Pemberian Antibiotik
Pemberian antibiotik merupakan langkah utama pengobatan selulitis. Obat antibiotik ini ditujukan untuk melawan infeksi bakteri yang ada pada tubuh.
Dokter akan meresepkan beberapa jenis obat antibiotik untuk menangani selulitis, seperti penisilin, clindamycin, sefalosporin, dan makrolid. Obat-obatan tersebut perlu dikonsumsi oleh pengidap selulitis selama 5 sampai 14 hari.
Biasanya, dokter juga meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan demam dan rasa nyeri yang sering dikeluhkan oleh pengidap selulitis.
2. Operasi
Prosedur operasi dilakukan apabila dokter menemukan abses atau penumpukan nanah di dalam tubuh pengidap selulitis. Prosedur ini dilakukan dengan membersihkan nanah dari tubuh pengidap.
3. Penanganan untuk Pemulihan
Selain prosedur medis di atas, dokter juga menyarankan pengidap selulitis untuk melakukan perawatan mandiri guna mengoptimalkan proses pemulihan. Beberapa perawatan mandiri tersebut di antaranya:
- Minum air putih yang cukup.
- Hindari menggunakan stoking kompresi yang menghambat aliran darah.
- Mengangkat bagian tubuh yang terinfeksi selulitis saat sedang berbaring atau duduk.
- Menggerakkan bagian tubuh yang terinfeksi selulitis secara perlahan untuk mencegah kekakuan.
Pencegahan Selulitis
Pada dasarnya, selulitis bisa dicegah dengan menjaga kebersihan kulit terutama jika terdapat luka terbuka. Berikut beberapa langkah pencegahan selulitis yang penting untuk dilakukan.
- Membersihkan kulit yang terluka secara rutin menggunakan air dan antiseptik.
- Menutup luka menggunakan perban. Perban tersebut juga perlu diganti setiap hari untuk menjaga kebersihan kulit yang terluka.
- Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
- Menjaga kelembapan kulit.
- Menjaga berat badan ideal.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab selulitis serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili penyakit selulitis, karena penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat dengan berkunjung ke Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan serta metode mengatasinya yang Anda jalani terkait kondisi selulitis ini dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Unduh MySiloam sekarang dan dapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan di Siloam Hospitals.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini








