Penglihatan Ganda: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Penglihatan Ganda: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

07 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal penglihatan ganda

Diplopia atau penglihatan ganda adalah gangguan penglihatan yang membuat penderitanya melihat dua gambar pada satu objek. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, namun juga bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang serius, seperti aneurisma hingga stroke.

 

Karena itulah, penting untuk mewaspadai diplopia dengan mengenali penyebab, gejala, cara mendiagnosis, hingga pengobatannya. Untuk mengetahui informasi lengkap dari diplopia, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini.

 

Apa itu Penglihatan Ganda (Diplopia)?

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa diplopia atau penglihatan ganda adalah kondisi ketika penderitanya melihat dua gambar pada satu objek. Berdasarkan sisi mata yang terdampak, diplopia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

 

  • Diplopia monokuler: Diplopia yang terjadi pada salah satu mata.

  • Diplopia binokuler: Diplopia yang terjadi pada kedua mata.

 

Penyebab Penglihatan Ganda

 

Penyebab yang mendasari terjadinya penglihatan ganda tersebut cenderung berbeda. Diplopia binokuler biasanya disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius dibandingkan dengan diplopia monokuler. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

 

1. Penyebab Diplopia Monokuler

 

Diplopia monokuler adalah jenis penglihatan ganda yang terjadi karena adanya gangguan pada kornea atau lensa mata. Secara umum, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pada kornea atau lensa mata sehingga memicu terjadinya diplopia monokuler, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Penggunaan kacamata atau lensa kontak yang tidak sesuai.

  • Sindrom mata kering.

  • Astigmatisme (mata silinder).

  • Trauma atau cedera pada mata.

  • Infeksi pada mata.

  • Katarak.

  • Kelainan pada iris.

  • Keratokonus.

 

2. Penyebab Diplopia Binokuler

 

Diplopia binokuler adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh gangguan pada otot, saraf, atau otak. Berikut adalah beberapa jenis gangguan pada otot, saraf, dan otak yang kerap menyebabkan terjadinya diplopia binokuler.

 

 

Selain sejumlah kondisi di atas, diplopia atau penglihatan ganda juga dapat disebabkan oleh efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antikejang dan antiepilepsi. Efek samping dari penggunaan obat-obatan ini dapat muncul meskipun sudah dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter, namun biasanya hanya bersifat sementara dan tidak berbahaya.

 

Gejala Penglihatan Ganda

 

Pada dasarnya, diplopia atau penglihatan ganda merupakan gejala dari suatu penyakit. Di samping itu, terdapat sejumlah gejala lain yang kerap menyertai diplopia, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Salah satu atau kedua mata terlihat tidak sejajar, terutama jika diplopia disebabkan oleh mata juling.

  • Pandangan kabur atau tidak jelas.

  • Nyeri saat menggerakkan mata.

  • Nyeri di sekitar mata, seperti alis atau pelipis.

  • Nyeri kepala.

  • Mual.

  • Kelopak mata menurun.

  • Kelemahan pada mata atau area di sekitarnya.

 

Diagnosis Penglihatan Ganda

 

Dokter pertama-tama akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Setelah itu, dokter dapat melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi mata pasien.

 

Apabila penglihatan ganda hanya terjadi pada salah satu mata (diplopia monokuler), pasien biasanya tidak memerlukan pemeriksaan penunjang lainnya di samping pemeriksaan fisik. Namun, jika mengalami diplopia binokular, dokter perlu mengidentifikasi gangguan kesehatan yang menyebabkan kondisi tersebut melalui sejumlah pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

 

 

Cara Mengatasi Penglihatan Ganda

 

Pengobatan penglihatan ganda dapat dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Namun secara umum, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini adalah sebagai berikut.

 

  • Menggunakan penutup mata.

  • Menempelkan prisma Fresnel pada lensa kacamata untuk menggeser cahaya ke arah tertentu. Cara ini umumnya dilakukan untuk mengatasi diplopia akibat hipertensi atau diabetes.

  • Suntik botox pada salah satu otot yang berfungsi untuk mengontrol gerakan mata, sesuai dengan anjuran dokter.

  • Tindakan operasi untuk menangani myasthenia gravis atau trauma fisik pada mata yang cukup serius.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu dan terapi hormon insulin untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes.

 

Cara Mencegah Penglihatan Ganda

 

Secara umum, tidak ada cara spesifik yang dapat dilakukan untuk mencegah penglihatan ganda. Namun, Anda dapat meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini dengan menjaga kesehatan mata secara menyeluruh, seperti:

 

  • Menggunakan lensa kontak atau kacamata yang sesuai.

  • Menggunakan kacamata pelindung saat sedang melakukan aktivitas berisiko tinggi, seperti olahraga atau bekerja di lapangan.

  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Mengistirahatkan mata dari paparan blue light yang dihasilkan oleh perangkat elektronik.

  • Bagi penderita diabetes, pastikan untuk selalu mengontrol kadar gula darah secara rutin guna menghindari risiko kerusakan saraf yang bisa berdampak pada kesehatan mata.

  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin, setiap 1–2 tahun sekali.

 

Penting bagi setiap individu untuk mewaspadai penglihatan ganda karena bisa menjadi indikasi dari masalah kesehatan serius. Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau orang terdekat mengalami gangguan penglihatan, termasuk diplopia.

 

Anda juga bisa mendapatkan perawatan medis secara berkelanjutan di rumah dengan memesan paket Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari layanan Siloam at Home.

 

Anda bisa melakukan pemesanan paket Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga menyediakan informasi lengkap mengenai jadwal praktik hingga pembuatan appointment dengan dokter pilihan. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail