Multiple Sclerosis: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Multiple Sclerosis: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

27 April 2026 4 menit waktu baca
multiple sclerosis adalah

Multiple sclerosis adalah gangguan saraf yang menyerang fungsi otak, mata, dan sumsum tulang belakang. Terdapat beberapa gejala multiple sclerosis yang umum dialami penderitanya, seperti mati rasa pada bagian tubuh tertentu, sulit menjaga keseimbangan tubuh, dan tremor.

 

Kondisi ini perlu ditangani secara cepat dan tepat untuk menghindari risiko terjadinya kerusakan saraf permanen. Lantas, apa saja metode pengobatan multiple sclerosis dan bisakah kondisi ini dicegah? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan lengkap mengenai multiple sclerosis pada artikel berikut.

 

Apa Itu Multiple Sclerosis?

 

Multiple sclerosis adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi kerja dari sistem saraf pusat, seperti otak dan sumsum tulang belakang. Multiple sclerosis diduga disebabkan oleh kondisi autoimun, artinya penyakit ini terjadi karena sistem imun tubuh secara keliru menyerang lapisan lemak yang melindungi serabut saraf.

 

Multiple sclerosis merupakan kondisi medis yang perlu diwaspadai. Pasalnya, sklerosis multipel yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, yaitu terjadinya kerusakan sistem saraf permanen hingga kelumpuhan.

 

Penyebab Multiple Sclerosis

 

Multiple sclerosis dapat terjadi ketika sistem imun tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan lapisan lemak yang melindungi serabut saraf pada otak dan sumsum tulang belakang (kondisi autoimun). Namun, masih belum diketahui apa faktor yang menyebabkan sistem imun dengan keliru menyerang lapisan pelindung serabut saraf tersebut.

 

Sejumlah kondisi yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami multiple sclerosis adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit autoimun.

  • Berusia di antara 16–55 tahun.

  • Wanita lebih berisiko terkena jenis relapsing-remitting multiple sclerosis dibandingkan pria.

  • Kebiasaan merokok.

  • Infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr.

  • Kekurangan vitamin D.

  • Mengidap penyakit tiroid, diabetes tipe 1, atau radang usus.

  • Obesitas, terutama pada anak perempuan.

  • Kelainan genetik.

 

Gejala Multiple Sclerosis

 

Gejala multiple sclerosis cenderung beragam tergantung pada lokasi saraf yang terdampak. Namun, sejumlah gejala umum dari multiple sclerosis adalah sebagai berikut:

 

  • Lemah atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

  • Kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan tubuh.

  • Tremor.

  • Sensasi seperti tersengat listrik saat menggerakkan leher.

  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda, atau terasa nyeri saat menggerakkan mata.

  • Kesulitan berbicara.

  • Lemas.

  • Gangguan kandung kemih, usus, atau organ reproduksi.

  • Gangguan mood.

  • Gangguan fungsi kognitif.

 

Jenis-Jenis Multiple Sclerosis

 

Multiple sclerosis dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Relapsing-remitting multiple sclerosis: Ditandai dengan timbul gejala secara tiba-tiba dan menghilang dengan sendirinya. Kondisi ini bersifat kambuhan atau dapat terjadi berulang kali.

  • Secondary-progressive multiple sclerosis: Terjadi setelah penderitanya mengalami relapsing-remitting selama beberapa tahun. Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala yang bertahan lebih lama dengan perburukan fungsi neurologis.

  • Primary-progressive multiple sclerosis: Timbul gejala yang memburuk seiring dengan berjalannya waktu dengan tingkat keparahan dan masa kambuh yang beragam.

  • Progressive-relapsing multiple sclerosis: Gejala dapat muncul secara perlahan. Namun, seiring berjalannya waktu, gejala tersebut dapat memburuk dengan cepat.

 

Diagnosis Multiple Sclerosis

 

Diagnosis multiple sclerosis biasanya akan melibatkan beberapa prosedur pemeriksaan, di antaranya adalah:

 

  • Wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat penyakit, dan riwayat keluarga.

  • Pemeriksaan fisik.

  • Tes darah.

  • Lumbal pungsi, yaitu prosedur pemeriksaan dengan mengambil sampel cairan serebrospinal untuk memeriksa kelainan pada otak dan sumsum tulang belakang.

  • Evoked potential test untuk memeriksa sinyal listrik dari sistem saraf saat menerima rangsangan.

  • MRI otak dan sumsum tulang belakang.

 

Komplikasi Multiple Sclerosis

 

Apabila tidak ditangani dengan tepat dan segera, multiple sclerosis berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Kekakuan atau spasme otot.

  • Deep vein thrombosis.

  • Epilepsi.

  • Kerusakan saraf permanen.

  • Depresi akibat penurunan kualitas hidup.

  • Gangguan fungsi seksual.

  • Kelumpuhan atau kelemahan tubuh yang parah, terutama di kaki.

 

Pengobatan Multiple Sclerosis

 

Apa multiple sclerosis bisa sembuh? Hingga saat ini, belum diketahui metode pengobatan yang dapat secara total menyembuhkan multiple sclerosis. Pengobatan multiple sclerosis hanya bertujuan untuk mengendalikan gejala, mengurangi kekambuhan, dan memperlambat perkembangan penyakit. 

 

Beberapa tindakan atau pengobatan medis yang umum dilakukan untuk menangani multiple sclerosis adalah:

 

  • Meresepkan obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada saraf.

  • Meresepkan obat pelemas otot untuk mengurangi kaku otot.

  • Fisioterapi untuk meminimalkan keterbatasan fisik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Plasmapheresis (pertukaran plasma) untuk membuang plasma darah lalu menggantinya dengan albumin dan digabungkan dengan sel-sel darah.

  • Menyarankan pasien untuk menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan mengelola stres sebaik mungkin.

 

Pencegahan Multiple Sclerosis

 

Pada dasarnya, multiple sclerosis adalah kondisi yang sulit dicegah. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko seseorang mengalami multiple sclerosis, yaitu:

 

  • Tidak merokok.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terutama makanan yang mengandung vitamin D tinggi.

  • Memeriksakan diri ke dokter secara rutin apabila mengidap penyakit yang dapat meningkatkan risiko multiple sclerosis.

  • Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10 menit setiap harinya.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas kesehatan yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit saraf terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan pengobatan maupun mendapatkan second opinion.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis yang lengkap di Indonesia. Kunjungi Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda. 

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

 

Dokter Kami
dr-anyeliria-sutanto-sps

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anyeliria Sutanto, Sp.N-F. Neuroinfection-Neuroimmunology

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail