Kesehatan Tubuh
Lumbar Puncture (Pungsi Lumbal), Ini Tujuan dan Prosedurnya

Table of Contents
Spinal tap, pungsi lumbal, atau lumbar puncture adalah prosedur pengambilan sampel cairan serebrospinal (CSF) untuk diperiksa di laboratorium. Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum ke celah atau ruang antar tulang belakang pada punggung bagian bawah. Pungsi lumbal biasanya dilakukan untuk mendeteksi kondisi medis tertentu, seperti perdarahan subarachnoid atau meningitis. Mari kenali apa itu lumbar puncture selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Lumbar Puncture (Spinal Tap)?
Pungsi lumbal atau lumbar puncture adalah prosedur pengambilan sampel cairan serebrospinal dengan memasukkan jarum ke dalam ruang di antara dua tulang belakang bagian lumbal. Pada dasarnya, cairan serebrospinal berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari trauma atau cedera.
“Prosedur pungsi lumbar dilakukan dengan minimal invasif di tulang belakang untuk mendiagnosis secara cepat penyakit-penyakit berbahaya khusus otak dan tulang belakang. Tindakan minimal invasif ini hanya menggunakan jarum yang memiliki risiko yang sangat kecil.”
Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS., F.NF., IFAANS.
Tujuan dan Indikasi Lumbar Puncture
Secara umum, tujuan dilakukannya prosedur lumbar puncture adalah untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosis gangguan pada sistem saraf pusat maupun masalah kesehatan lainnya. Adapun beberapa penyakit yang bisa didiagnosis melalui prosedur lumbar puncture adalah:
-
Infeksi pada otak, seperti ensefalitis atau meningitis.
-
Perdarahan pada ruang subarachnoid (ruang berisi cairan yang berfungsi sebagai pelindung otak).
-
Kanker pada otak atau sumsum tulang belakang.
-
Mielitis (infeksi sumsum tulang belakang).
-
Pseudotumor cerebri, yaitu peningkatan tekanan intrakranial (dalam rongga kepala) tanpa penyebab yang jelas.
Selain membantu menegakkan diagnosis, pungsi lumbal juga bisa digunakan untuk:
-
Memberikan obat-obatan ke dalam sistem saraf, seperti obat bius epidural dan obat kemoterapi.
-
Mengukur tekanan di dalam rongga kepala (intrakranial) maupun tulang belakang.
-
Memasukkan zat kontras/pewarna (untuk prosedur mielografi) atau radioaktif (untuk prosedur cisternography) ke dalam cairan serebrospinal untuk mendapatkan hasil pemindaian yang lebih jelas.
-
Mengurangi tekanan berlebih di dalam rongga kepala.
Kontraindikasi Lumbar Puncture
Agar terhindar dari risiko komplikasi, sebelum menjalani prosedur pungsi lumbal, pasien perlu menginformasikan ke dokter jika sedang atau pernah mengalami kondisi tertentu, seperti sedang hamil, menderita penyakit tertentu yang melibatkan konsumsi obat pengencer darah atau antibiotik, serta riwayat alergi terhadap obat bius tertentu.
Di samping itu, pungsi lumbal tidak disarankan apabila pasien mengalami beberapa kondisi berikut ini:
-
Terdapat infeksi atau penyakit kulit lainnya di area yang akan disuntik dalam prosedur pungsi lumbal.
-
Herniasi otak (kondisi kegawatdaruratan medis ketika otak bergeser dari tempat yang seharusnya dan menekan struktur atau jaringan di sekitarnya).
-
Gangguan pembekuan darah.
Persiapan Sebelum Lumbar Puncture
Dalam persiapan prosedur lumbar puncture, dokter akan terlebih dahulu menanyakan riwayat kesehatan pasien, dan melakukan pemeriksaan fisik serta tes darah. Dokter juga dapat melakukan tes pencitraan dengan CT scan atau MRI untuk mendeteksi pembengkakan pada otak.
Di sisi lain, pasien juga dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih mulai dari 2 hari sebelum menjalani prosedur pungsi lumbal. Jika sedang mengonsumsi obat antikoagulan, pasien perlu menghentikan konsumsi obat tersebut untuk sementara waktu. Dokter juga akan meminta pasien untuk puasa makan dan hanya minum air putih sebelum prosedur.
Bagaimana Prosedur Lumbar Puncture Dilakukan?
Pada beberapa jam sebelum prosedur lumbar puncture, pasien perlu memakai pakaian khusus yang telah disediakan dari rumah sakit dan melepaskan seluruh perhiasan yang digunakan. Kemudian, langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh dokter dalam prosedur lumbar puncture adalah sebagai berikut:
-
Meminta pasien berbaring miring dengan lutut ditekuk ke bagian dada semaksimal mungkin atau duduk dan bersandar ke depan pada permukaan yang stabil.
-
Menentukan lokasi penusukan jarum pungsi.
-
Membersihkan area punggung pasien menggunakan antiseptik dan menutupnya dengan kain steril.
-
Menyuntikkan obat bius lokal ke ruang antar tulang belakang di punggung bagian bawah untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tersebut.
-
Menusukkan jarum khusus ke celah tulang belakang pada punggung bagian bawah. Kemudian, jarum tersebut akan melewati membran spinal yang disebut duramater dan masuk ke dalam kanal tulang belakang. Selama prosedur ini, pasien mungkin akan merasakan adanya tekanan pada bagian punggungnya.
-
Selama dokter sedang memasukkan jarum, pasien dilarang untuk bergerak.
-
Setelah jarum sudah berada di dalam kanal tulang belakang dan posisinya sudah tepat, dokter mungkin akan meminta pasien untuk sedikit mengubah posisinya agar cairan serebrospinal bisa keluar dengan mudah.
-
Setelah sampel sudah berhasil didapatkan, dokter akan mencabut jarum dan menutup bagian tersebut menggunakan perban dan mengirimkan sampel cairan ke laboratorium.
Prosedur ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 30–45 menit.
Setelah Lumbar Puncture
Setelah prosedur pungsi lumbal selesai dilakukan, pasien akan dipantau sementara. Pasien umumnya diperkenankan untuk bergerak, namun tidak boleh mengangkat kepala dari kasur. Pasien juga perlu menggunakan pispot untuk buang air kecil.
Sebagian besar pasien dapat pulang di hari yang sama, tergantung kondisi medisnya. Namun, dokter akan menganjurkan pasien untuk menghindari aktivitas berat atau berolahraga paling tidak selama 1 minggu setelah menjalani prosedur ini.
Pasien juga diminta untuk memperbanyak minum air putih guna menjaga hidrasi tubuh. Untuk membantu meredakan nyeri kepala, dokter dapat meresepkan obat analgesik, seperti parasetamol, kepada pasien.
Risiko Komplikasi Lumbar Puncture
Secara umum, lumbar puncture adalah prosedur yang aman dilakukan. Meski demikian, serupa dengan tindakan medis lainnya, lumbar puncture juga dapat menimbulkan efek samping atau komplikasi tertentu. Beberapa risiko komplikasi lumbar puncture adalah:
-
Pusing atau sakit kepala.
-
Nyeri atau sensasi tidak nyaman pada punggung bagian bawah.
-
Perdarahan.
-
Herniasi otak (jarang terjadi).
Informasi ini disajikan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda mengalami gejala seperti demam disertai kaku leher, penurunan kesadaran, kejang, kelemahan anggota gerak, atau sakit kepala hebat mendadak, segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapat evaluasi lebih lanjut.
Penting diingat, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait prosedur lumbar puncture mungkin berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Tidak perlu jauh ke luar negeri. Untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis yang lengkap, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS
Bedah Saraf
Spesialis Bedah Saraf
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
CT Head Non-CNTRS / CT Scan Kepala
CT Scan
Rp1.664.000
CT Scan Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/Lumbosacral (Non Kontras)
CT Scan, Tulang/ Ortopedi
Rp2.808.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI 3T Head Non Contrast / MRI 3T Kepala
MRI / MRA
Rp5.282.000






