Radang Otak (Ensefalitis), Kenali Penyebab & Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Radang Otak (Ensefalitis), Kenali Penyebab & Gejalanya

22 Oktober 2025 5 menit waktu baca
radang otak adalah

Table of Contents

Radang otak adalah kondisi ketika jaringan otak mengalami peradangan akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur yang dapat menyebabkan gangguan pada saraf. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penurunan kesadaran, gangguan koordinasi, dan kejang-kejang. Simak penjelasan lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati radang otak melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Radang Otak (Ensefalitis)?

 

Radang otak atau dikenal juga dengan ensefalitis adalah inflamasi otak yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Radang otak merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis dengan segera. Pada tahap awal, kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa keluhan yang menyerupai flu.

 

Apabila tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, gejala radang otak dapat berkembang hingga menyebabkan linglung, menurunnya kesadaran, dan kejang. Gejala radang otak perlu dideteksi lebih dini agar tidak menimbulkan komplikasi yang serius. Radang otak dapat menyerang semua kalangan usia. Meski begitu, kondisi ini lebih rentan dialami oleh seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah atau memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit autoimun atau HIV/AIDS.

 

Penyebab Radang Otak

 

Penyebab radang otak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Namun, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh infeksi parasit, bakteri, jamur pada otak, dan bisa juga berupa dampak dari respons sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meski begitu, radang otak umumnya disebabkan oleh infeksi beberapa jenis virus berikut ini:

 

  • Virus penyebab campak, gondong, atau rubella.

  • Virus rabies yang menular melalui gigitan binatang yang terinfeksi rabies.

  • Virus yang ditularkan dari gigitan kutu, seperti virus Powassan.

  • Virus yang menular melalui gigitan nyamuk, seperti Japanese encephalitis.

  • Golongan enterovirus, seperti virus polio atau coxsackie yang dapat memunculkan gejala menyerupai flu.

  • Virus herpes simpleks tipe 1 dan 2.

  • Virus golongan herpes lainnya, seperti varicella zoster (penyebab cacar air dan cacar api) dan Epstein-Barr.

 

Jenis Radang Otak

 

Berdasarkan penyebabnya, radang otak terbagi menjadi dua jenis, yaitu radang otak primer dan radang otak sekunder. Berikut penjelasannya.

 

A. Radang Otak Primer

 

Radang otak primer disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur yang langsung menyerang otak. Infeksi bisa terjadi pada satu atau beberapa area di otak. Infeksi primer ini juga dapat terjadi ketika terdapat virus yang sebelumnya sudah dormant kembali aktif. Kondisi tersebut biasanya dialami oleh seseorang dengan riwayat infeksi sebelumnya.

 

B. Radang Otak Sekunder

 

Radang otak sekunder terjadi ketika respons sistem imun tubuh salah mengenali sel yang sehat. Alih-alih melawan infeksi pada area tubuh lain, sistem imun justru menyerang sel otak yang sehat. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah post-infection encephalitis.

 

Faktor Risiko Radang Otak

 

Radang otak adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami radang otak, antara lain:

 

  • Anak-anak dan orang dewasa berusia 20–40 tahun.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pengidap HIV/AIDS.

  • Mengonsumsi pengobatan imunosupresan.

  • Tinggal di daerah yang terdapat banyak nyamuk atau kutu pembawa virus.

 

Gejala Radang Otak

 

Gejala radang otak terbagi menjadi dua tingkat, yaitu ringan dan parah. Radang otak ringan biasanya memunculkan gejala yang hampir mirip dengan flu, seperti demam dan nyeri kepala. Namun, pada tingkat lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, atau gangguan pada indra tubuh. Beberapa gejala radang otak ringan yaitu:

 

  • Rasa lelah berlebih.

  • Demam.

  • Nyeri kepala.

  • Mual dan muntah.

  • Nyeri otot dan sendi.

  • Rasa kaku pada leher.

 

Sementara itu, sejumlah gejala radang otak yang lebih parah adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan pada indra pengecap.

  • Mengalami masalah pendengaran dan kemampuan berbicara.

  • Kehilangan kesadaran.

  • Mudah terpancing emosi.

  • Kejang.

  • Linglung dan kebingungan.

  • Perubahan mental.

  • Gerakan motorik tubuh menjadi lebih lambat.

  • Lebih sensitif terhadap cahaya.

  • Kelumpuhan di area wajah dan tubuh.

  • Mengalami halusinasi.

  • Demam tinggi hingga 39 derajat Celsius.

 

Gejala radang otak pada bayi dan anak-anak biasanya lebih sulit untuk dideteksi daripada orang dewasa. Maka dari itu, orang tua harus lebih waspada dan tidak meremehkan munculnya satu atau lebih gejala yang tidak normal. Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh bayi atau anak-anak pengidap radang otak adalah:

 

  • Rewel dan sering menangis.

  • Mual dan muntah.

  • Timbul benjolan di bagian ubun-ubun kepala.

  • Tubuh anak terlihat lebih kaku.

  • Nafsu makan menurun atau tidak mau menyusu.

 

Diagnosis Radang Otak

 

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatannya. Selanjutnya, terdapat beberapa pemeriksaan yang biasanya dijalani oleh pasien radang otak, seperti:

 

  • Tes pencitraan: Tes pencitraan yang dilakukan dengan CT scan atau MRI bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada otak, seperti tumor atau pembengkakan, yang dapat memicu inflamasi di otak.

  • Lumbal pungsi: Tujuan pemeriksaan lumbal pungsi bagi pasien radang otak adalah untuk mengidentifikasi apakah infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jarum ke tulang belakang untuk mengambil sampel cairan serebrospinal.

  • EEG (elektroensefalogram): Melalui pemeriksaan EEG, dokter akan melihat aktivitas otak dan memastikan area yang mengalami infeksi.

  • Biopsi otak: Biopsi otak dilakukan dengan mengambil sampel jaringan otak dan dilanjutkan ke pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penyebab infeksi.

 

Pengobatan Radang Otak

 

Beberapa pengobatan yang umumnya dilakukan dokter untuk pasien radang otak adalah:

 

  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat antiradang dan obat antivirus atau antibiotik, dan kortikosteroid.

  • Perawatan di rumah sakit, biasanya direkomendasikan bagi pengidap ensefalitis yang sudah parah.

  • Menjalani terapi pendukung, seperti terapi fisik, okupasi, wicara, dan psikoterapi.

 

Komplikasi Radang Otak

 

Radang otak dapat menyebabkan kerusakan otak yang berlangsung selama berbulan-bulan bahkan seumur hidup. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat radang otak adalah:

 

  • Kelumpuhan.

  • Amnesia (hilang ingatan) atau gangguan ingatan.

  • Epilepsi.

  • Gangguan kecemasan.

  • Gangguan kepribadian.

  • Gangguan bicara dan bahasa.

  • Masalah indra pendengaran dan penglihatan.

 

Risiko komplikasi radang otak dapat berbeda-beda di setiap pasien, tergantung dari usia, penyebab infeksi, tingkat keparahan, lokasi kerusakan otak serta kecepatan penanganan. Pada radang otak yang parah, penderita dapat mengalami koma bahkan kematian.

 

Sebagai bentuk pencegahan terjadinya radang otak, lakukan vaksinasi MMR yang dapat memberikan perlindungan terhadap rubella, campak, atau gondong yang bisa menyebabkan radang otak. Anda dapat memesan paket vaksin secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Lakukan transaksi dari mana dan kapan saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Apabila Anda mengalami gejala yang merujuk pada kondisi radang otak, seperti demam tinggi, nyeri kepala, hingga kejang, jangan ragu juga untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar bisa memperoleh diagnosis yang akurat serta pengobatan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait radang otak mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail