Kesehatan Tubuh
Penyakit Alzheimer, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Table of Contents
Penyakit Alzheimer adalah penyakit degeneratif pada otak yang paling sering terjadi. Kondisi ini berlangsung perlahan dan semakin memberat seiring perjalanan waktu. Gejala penyakit Alzheimer meliputi penurunan daya ingat, gangguan bahasa, dan berkurangnya kemampuan otak dalam berpikir. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang terserang penyakit Alzheimer? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut.
Apa Itu Penyakit Alzheimer?
"Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berbicara dan berpikir, serta perubahan perilaku. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini akan terus berkembang dan menimbulkan gejala yang semakin parah."
Dr. dr. Rocksy Fransisca V Situmeang, Sp.N
Penyakit Alzheimer juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami rasa cemas dan linglung, serta selalu mencurigai orang lain. Pada akhirnya, penderita penyakit Alzheimer akan merasa sulit atau bahkan tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari.
Beberapa orang mungkin masih bingung mengenai perbedaan penyakit Alzheimer dan demensia, bahkan menganggap bahwa keduanya merupakan kondisi yang sama. Sebenarnya, dua kondisi ini berbeda namun berkaitan. Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyebab demensia yang paling umum. Penyakit ini umumnya menyerang individu berusia 65–74 tahun.
Penyebab Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya plak amiloid dan kumparan protein tau di dalam otak. Kondisi ini mengganggu komunikasi sel-sel saraf (neuron) di otak dan pada akhirnya menyebabkan kerusakan hingga kematian pada sel-sel otak.
Kondisi ini dapat berlangsung dalam jangka panjang. Secara perlahan, otak akan kehilangan kemampuannya dalam mengingat, berbahasa, mengendalikan pikiran, dan pada akhirnya kehilangan kemampuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer adalah sebagai berikut:
-
Berusia 65 tahun ke atas.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Alzheimer.
-
Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan tidak berolahraga.
-
Memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti pernah mengalami cedera kepala, gangguan kognitif, maupun mengidap penyakit hipertensi atau kolesterol tinggi.
Gejala Penyakit Alzheimer
Gejala penyakit Alzheimer dapat berbeda-beda pada setiap penderitanya. Namun, secara umum gejala penyakit Alzheimer diawali dengan:
-
Mudah lupa (pikun).
-
Kesulitan berkomunikasi.
-
Kesulitan mengenali wajah orang-orang di sekitarnya, sekalipun yang dikenal dekat (prosopagnosia).
Pada beberapa kasus, penderita penyakit Alzheimer juga dapat mengalami gangguan mental, seperti delusi dan depresi.

Diagnosis Penyakit Alzheimer
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu kepada pasien, dilanjutkan dengan pemeriksaan fungsi kognitif yang meliputi domain atensi, bahasa, memori, visuospasial dan fungsi eksekutif. Pemeriksaan ini memerlukan tools yang khusus dan umumnya dilakukan di klinik memori.
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat adakah kelainan pada fungsi saraf. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti radiologi (MRI kepala, PET scan), laboratorium (darah ataupun cairan otak) dan penunjang lain seperti EEG.
Mengingat penyakit Alzheimer memiliki beberapa gejala yang mirip dengan jenis demensia lainnya, dapat dipahami jika pasien merasa membutuhkan opini kedua (second opinion) dalam mempertimbangkan rencana terapinya. Diagnosis yang akurat merupakan hal penting dalam menentukan strategi perawatan dan memperlambat progresivitas penyakit.
Komplikasi Penyakit Alzheimer
Gejala utama penyakit Alzheimer adalah kehilangan daya ingat, penurunan kemampuan komunikasi, serta perubahan otak lainnya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderita kesulitan mengutarakan kondisi yang dialami, seperti rasa sakit atau keluhan lain kepada orang lain. Jika sudah memasuki tahap akhir, perubahan pada otak dapat memengaruhi fisik penderita sehingga menyebabkan:
-
Menurunnya kemampuan menelan makanan maupun minuman, sehingga meningkatkan risiko malnutrisi dan dehidrasi.
-
Menurunnya koordinasi tubuh, sehingga menjadi mudah terjatuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang (fraktur).
-
Penderita yang sudah tidak bisa bangun dan hanya berbaring di tempat tidur, berisiko mengalami ulkus dekubitus (luka baring).
Pengobatan Penyakit Alzheimer
Saat ini pengobatan penyakit Alzheimer bertujuan untuk memperbaiki gejala yang dialami pasien dan mempertahankan kualitas hidupnya. Perkembangan terkini merekomendasikan pula pengobatan pada penyakit Alzheimer yang masih dini sehingga dapat menghentikan proses perburukan dari penyakit ini.
Di samping itu, dokter biasanya juga meresepkan obat untuk memperbaiki gejala-gejala perilaku pada pasien seperti halusinasi, agitasi, agresi, delusi dan gangguan tidur. Agar hasilnya lebih optimal, pengobatan juga perlu didukung dengan perawatan mandiri di rumah.
Adapun sejumlah perubahan gaya hidup yang dapat menghambat perkembangan penyakit Alzheimer adalah:
-
Menghentikan kebiasaan merokok.
-
Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
-
Menerapkan pola makan sehat.
-
Melakukan olahraga jika memungkinkan.
-
Menyederhanakan rutinitas harian.
-
Menghindari pikiran-pikiran negatif.
Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang tidak dapat dicegah. Namun, risiko terjadinya penyakit Alzheimer dapat dikurangi dengan penerapan gaya hidup sehat. Selain itu, akan lebih baik jika penyakit ini bisa terdeteksi lebih awal, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa penyebab serta gejala yang disebutkan juga tidak secara spesifik mewakili penyakit Alzheimer, mengingat penyebab dan gejala tersebut dapat terjadi pula pada kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti mudah lupa dan kesulitan berkomunikasi tanpa penyebab yang jelas, segera kunjungi Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait penyakit Alzheimer akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Penanganan medis yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, reputasi, rekam jejak, serta standar layanan internasional dapat menjadi pertimbangan penting dalam memilih rumah sakit saraf, baik untuk pengobatan maupun mencari second opinion pada diagnosis penyakit Alzheimer.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis kedua, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Rocksy Fransisca V Situmeang, Sp.N
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000
TERPOPULER
CT Head Non-CNTRS / CT Scan Kepala
CT Scan
Rp1.664.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI 3T Head Non Contrast / MRI 3T Kepala
MRI / MRA
Rp5.282.000






