Kesehatan Tubuh
Ulkus Dekubitus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Ulkus dekubitus atau bed sores adalah luka yang terbentuk di kulit akibat posisi tubuh yang tidak berubah dalam waktu yang lama. Luka tersebut biasanya muncul di beberapa area kulit yang sering mendapatkan tekanan, seperti tulang ekor, pinggul, siku, dan tumit. Kondisi ini sering kali terjadi pada orang-orang yang mengalami keterbatasan gerak. Simak penjelasan selengkapnya tentang ulkus dekubitus melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Ulkus Dekubitus?
Seperti yang sudah dijelaskan, ulkus dekubitus adalah luka pada kulit yang terjadi karena adanya tekanan yang berlebihan pada bagian tubuh tertentu. Biasanya, ulkus dekubitus dialami oleh seseorang yang harus berbaring di tempat tidur dalam waktu yang lama, misalnya karena lumpuh. Itulah sebabnya, kondisi ini dikenal juga dengan bed sores atau luka baring.
Penyebab Ulkus Dekubitus
Ketika seseorang tidak berganti posisi dalam waktu yang lama, maka aliran darah ke jaringan yang berada di bagian tubuh tersebut menjadi terhambat. Lama-kelamaan, jaringan tersebut akan mati dan menciptakan sebuah luka yang disebut sebagai ulkus dekubitus.
Lebih jelasnya, luka bisa terbentuk karena adanya tekanan terus-menerus pada bagian tubuh tertentu sehingga aliran darah ke jaringan tubuh tersebut terhambat. Akibatnya, jaringan tersebut tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga mengalami kerusakan.
Selain tekanan, gesekan yang terjadi antara kulit dan pakaian atau kulit dan sprei saat seseorang terlalu lama berbaring tanpa berpindah arah juga bisa menimbulkan luka. Di samping itu, beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko timbulnya ulkus dekubitus adalah sebagai berikut:
-
Menurunnya kemampuan indra perasa atau saraf sensoris akibat cedera saraf tulang belakang atau gangguan saraf. Akibatnya, pasien tidak bisa merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada kulit karena tekanan yang terus-menerus hingga terbentuknya luka.
-
Gangguan aliran darah akibat penyakit jantung, diabetes, gagal ginjal, atau multiple sclerosis.
-
Kekurangan asupan cairan dan nutrisi. Tubuh memerlukan nutrisi dan cairan yang cukup untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah kerusakan pada jaringan.
-
Inkontinensia urine atau tinja. Kondisi ini bisa menyebabkan jaringan kulit melemah dan mudah rusak karena paparan urine dan tinja dalam jangka panjang.
-
Berusia di atas 70 tahun. Lansia yang berusia lebih dari 70 tahun dan lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur atau duduk berisiko lebih tinggi mengalami bed sores.
Gejala Ulkus Dekubitus
Ulkus dekubitus bisa muncul di mana saja namun lebih sering terbentuk di area kulit yang menonjol karena tulang. Pada pengguna kursi roda, luka biasanya terbentuk di tulang ekor, bokong, tulang belakang, punggung lengan, tulang belikat, serta kaki yang bersandar di kursi roda.
Sementara pada orang yang sehari-harinya berbaring di tempat tidur, luka biasanya terbentuk di belakang dan samping kepala, pinggul, tulang belikat, tulang ekor, tumit dan pergelangan kaki, atau lutut bagian belakang.
Ulkus dekubitus dibagi menjadi 4 tingkat sesuai dengan tingkat keparahannya. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Tingkat 1: Perubahan warna di area kulit tertentu, misalnya kebiruan atau kemerahan yang terkadang disertai rasa nyeri dan gatal.
-
Tingkat 2: Timbulnya luka lecet atau luka terbuka di area yang terdampak.
-
Tingkat 3: Timbulnya luka terbuka yang lebih dalam hingga beberapa lapisan kulit.
-
Tingkat 4: Luka terbuka yang lebih dalam hingga mencapai otot dan tulang.
Diagnosis Ulkus Dekubitus
Dalam proses diagnosis ulkus dekubitus, dokter biasanya melakukan wawancara medis (anamnesis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan di bagian area yang terdampak. Bila dokter menemukan adanya ulkus dekubitus, dokter akan menentukan tingkat keparahannya.
Apabila diperlukan, dokter dapat meminta pasien menjalani beberapa tes untuk memeriksa infeksi, seperti:
Pengobatan Ulkus Dekubitus
Pengobatan ulkus dekubitus melibatkan berbagai upaya untuk mengurangi tekanan pada tubuh yang terdampak, merawat luka, mengurangi rasa nyeri, mencegah risiko infeksi, dan menjaga asupan nutrisi di dalam tubuh. Secara umum, berikut adalah beberapa rangkaian pengobatan untuk mengatasi ulkus dekubitus.
1. Mengurangi Tekanan
Langkah pertama dalam penanganan luka baring adalah mengurangi tekanan dan gesekan pada tubuh yang menjadi penyebab utama ulkus dekubitus. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah posisi tidur sesering mungkin. Seberapa sering penderita perlu mengubah posisi tergantung dari kualitas permukaan dan kondisinya.
Selain itu, mengurangi tekanan juga bisa dilakukan dengan menggunakan permukaan penyangga. Gunakan kasur, tempat tidur, atau bantal khusus yang bisa membantu penderita duduk atau berbaring dengan tepat untuk melindungi kulit yang rentan terluka.
2. Merawat Luka
Perawatan luka untuk ulkus dekubitus akan disesuaikan dengan kedalaman luka yang dialami oleh pasien. Umumnya, proses perawatan dan pembersihan luka biasanya menggunakan cairan salin dan perban. Namun, untuk mendukung proses penyembuhan, jaringan yang mati atau berubah menjadi koreng akan diangkat. Hal ini bertujuan untuk membantu regenerasi sel kulit baru yang sehat. Tindakan ini dilakukan melalui prosedur debridement.
3. Pemberian Obat-obatan
Dokter dapat memberikan beberapa jenis obat untuk mengurangi rasa nyeri dan mengatasi infeksi pada penderita luka baring, seperti ibuprofen atau natrium diclofenac (obat antinyeri golongan NSAID). Sementara untuk mengatasi infeksi, dokter akan memberikan antibiotik, bisa berupa obat minum atau salep, tergantung luas dan keparahan infeksi.
4. Operasi
Luka baring yang besar dan tidak kunjung sembuh mungkin memerlukan pembedahan. Pada prosedur ini, dokter bedah akan menggunakan bantalan dari otot, kulit atau jaringan lain untuk menutupi luka dan melindungi tulang yang terkena. Prosedur tersebut dikenal dengan operasi flap.
5. Pemenuhan Nutrisi
Untuk membantu pemulihan ulkus dekubitus, dokter juga menyarankan penderita memenuhi
kebutuhan cairan tubuh dan nutrisi, utamanya protein, serta vitamin A, C, dan E. Nutrisi dibutuhkan untuk mempercepat proses penyembuhan kulit, sedangkan asupan cairan dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperlambat proses pemulihan luka.
Ulkus dekubitus merupakan suatu kondisi yang membutuhkan perawatan secara tepat agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, misalnya seperti selulitis, infeksi tulang, sepsis, bahkan kanker.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi ulkus dekubitus. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ulkus dekubitus dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Rontgen Tulang Belakang Bawah Dan Ekor/VERT. Lumbosacral AP + LAT
Rontgen / X-Ray
Rp509.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
X-RAY WHOLE SPINE / LONG VIEW SPINE
Rontgen / X-Ray
Rp670.000







