Kenali Osteomielitis (Infeksi Tulang) dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Kenali Osteomielitis (Infeksi Tulang) dan Gejalanya

28 April 2026 6 menit waktu baca
Osteomielitis adalah

Osteomielitis adalah kondisi medis berupa infeksi bakteri atau jamur yang terjadi pada tulang. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan sejumlah komplikasi serius jika tidak segera ditangani dengan tepat, seperti gangguan pertumbuhan tulang (jika terjadi pada anak-anak) hingga kematian jaringan tulang (osteonekrosis). Mari simak informasi selengkapnya mengenai apa itu osteomielitis melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Osteomielitis?

 

Osteomielitis adalah infeksi tulang yang disebabkan oleh penyebaran infeksi bakteri ataupun jamur dari area tubuh lain maupun dari tulang itu sendiri. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak ataupun orang dewasa. Pada anak-anak, osteomielitis biasanya terjadi pada tulang panjang, seperti tulang lengan atau tungkai. Sementara pada orang dewasa, osteomielitis sering kali menyerang tulang pinggul, tungkai, atau tulang belakang.

 

Penyebab Osteomielitis

 

Osteomielitis paling sering disebabkan oleh infeksi Staphylococcus aureus, yaitu bakteri yang umumnya ditemukan pada permukaan kulit atau hidung. Dalam kondisi normal, bakteri Staphylococcus aureus tidak menimbulkan masalah kesehatan tertentu. Namun, ketika daya tahan tubuh melemah, bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi.

 

Bakteri Staphylococcus aureus dapat masuk dan menginfeksi tulang melalui beberapa cara, di antaranya:

 

  • Melalui aliran darah, bakteri dari bagian tubuh lain dapat menyebar ke tulang melalui aliran darah.

  • Melalui jaringan atau sendi yang terinfeksi, kondisi ini memungkinkan bakteri bisa menyebar ke tulang di dekat jaringan atau sendi yang terinfeksi.

  • Melalui luka terbuka, bakteri dapat masuk ke dalam tubuh jika terdapat luka terbuka, seperti patah tulang dengan luka terbuka atau kontaminasi langsung saat prosedur pembedahan.

 

Selain bakteri Staphylococcus aureus, osteomielitis juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri lain, seperti Coagulase-negative staphylococci, Propionibacterium acnes, Mycobacterium tuberculosis, Brucella, dan Mycobacterium avium complex.

 

Pada kasus yang jarang terjadi, osteomielitis juga bisa diakibatkan oleh infeksi jamur. Osteomielitis akibat jamur biasanya terjadi di daerah endemis (jamur spesies Histoplasmosis dan Blastomycosis), karena pemakaian obat suntik atau kateter (jamur spesies Candida dan Aspergillus), atau pada pasien yang memiliki sistem imun tubuh lemah (jamur spesies Aspergillus).

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami osteomielitis adalah sebagai berikut:

 

  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit arteri perifer, anemia sel sabit, rheumatoid arthritis, atau HIV/AIDS.

  • Sedang menjalani hemodialisis (cuci darah) atau kemoterapi.

  • Memiliki riwayat luka atau cedera, misalnya patah tulang (fraktur).

  • Pernah menderita osteomielitis sebelumnya.

  • Pernah menjalani operasi tulang.

  • Menggunakan prostesis atau alat bantu yang dipasang di dalam tubuh, seperti pen untuk patah tulang.

  • Kebiasaan merokok.

  • Kecanduan minuman beralkohol.

  • Menggunakan obat golongan steroid dalam jangka panjang.

  • Malnutrisi.

  • Terbaring dalam waktu lama, seperti pada pasien koma.

 

Gejala Osteomielitis

 

Berdasarkan lama waktu terjadinya, osteomielitis dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu osteomielitis akut dan kronis. Gejala osteomielitis akut dapat terjadi secara mendadak dan berkembang dalam waktu 7–10 hari. Sementara itu, osteomielitis kronis berkembang secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang.

 

Osteomielitis kronis bisa saja tidak menimbulkan gejala selama beberapa bulan atau beberapa tahun, sehingga sering kali sulit untuk dideteksi. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat osteomielitis akut yang sulit ditangani dan terjadi secara berulang dalam jangka waktu yang lama.

 

Baik osteomielitis akut maupun kronis, keduanya dapat menimbulkan gejala yang serupa, yaitu:

 

  • Nyeri pada lokasi yang terdampak.

  • Bengkak dan kemerahan pada area yang terinfeksi.

  • Demam dan menggigil.

  • Keluarnya cairan nanah dari area yang terinfeksi.

  • Kaku atau kesulitan untuk menggerakkan area yang terinfeksi.

  • Rewel pada anak.

  • Mual dan muntah.

  • Hilang nafsu makan.

  • Berat badan menurun.

  • Rasa lelah dan lemas tanpa sebab.

  • Gangguan saraf jika infeksi terjadi pada tulang belakang.

 

Komplikasi Osteomielitis

 

Osteomielitis adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Pasalnya, apabila tidak segera ditangani, osteomielitis berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi serius, seperti septic arthritis hingga kanker kulit. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Septic arthritis, yaitu kondisi ketika infeksi menyebar dari dalam tulang ke sendi terdekat.

  • Osteonekrosis, yaitu kematian jaringan tulang yang disebabkan oleh terhalangnya sirkulasi darah di dalam tulang.

  • Gangguan pertumbuhan tulang pada anak-anak, terutama jika infeksi terjadi pada bagian lunak di tulang lengan atau kaki yang disebut dengan growth plates (epiphysis).

  • Kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa, terutama jika mengalami osteomielitis kronis.

  • Fraktur patologis, yaitu patah tulang akibat kondisi yang menyebabkan tulang melemah sehingga lebih mudah patah.

  • Amiloidosis (jarang terjadi).

  • Abses, kumpulan cairan nanah di dalam tulang akibat infeksi.

  • Deformitas tulang atau kelainan bentuk pada tulang.

  • Infeksi sistemik.

  • Infeksi jaringan lunak yang berdekatan.

 

Diagnosis Osteomielitis

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam mendiagnosis osteomielitis adalah anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi bagian tulang yang bermasalah.

 

Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dokter untuk membantu menegakkan diagnosis osteomielitis adalah: 

 

  • Tes darah.

  • Tes pencitraan, seperti foto rontgen, USG, CT scan, atau MRI untuk mengevaluasi kondisi tulang dan jaringan di sekitarnya.

  • Biopsi tulang, untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi sehingga dokter dapat memilih jenis antibiotik yang paling tepat.

 

Pengobatan Osteomielitis

 

Tujuan utama dari pengobatan osteomielitis adalah untuk mengatasi infeksi serta mempertahankan fungsi normal tulang. Secara umum, pengobatan osteomielitis dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan, jenis osteomielitis yang dialami, serta usia dan kondisi kesehatan pasien.

 

Adapun beberapa metode yang umum dilakukan dokter untuk menangani osteomielitis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian obat antibiotik untuk mengatasi osteomielitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat diberikan selama 6 minggu atau lebih.

  • Pemberian obat antijamur untuk mengatasi osteomielitis yang disebabkan oleh infeksi jamur.

  • Pemberian obat antinyeri untuk membantu meredakan nyeri.

  • Pemasangan bidai atau alat penyangga untuk membatasi pergerakan tulang yang terdampak guna mengoptimalkan proses pemulihan.

  • Tindakan operasi, dilakukan dengan mengeluarkan cairan, mengangkat tulang dan jaringan yang terinfeksi, mengembalikan aliran darah pada tulang, mengangkat benda asing, hingga melakukan prosedur amputasi.

 

Pencegahan Osteomielitis

 

Upaya yang dapat dilakukan sebagai cara mencegah osteomielitis adalah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari faktor-faktor yang dapat memicu osteomielitis adalah sebagai berikut:

 

  • Jika mengalami luka terbuka, segera bersihkan luka tersebut dan tutup menggunakan perban steril.

  • Segera kunjungi dokter jika mengalami luka terbuka yang cukup parah atau mengalami tanda-tanda awal infeksi, seperti nyeri dan demam.

  • Melakukan kontrol rutin ke dokter jika menderita kondisi medis yang berisiko menyebabkan osteomielitis, seperti diabetes.

  • Menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, rutin olahraga, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menghindari stres, dan lain-lain.

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  • Menghindari kebiasaan merokok yang bisa memicu penyakit pembuluh darah.

  • Melakukan vaksinasi secara berkala sesuai dengan jadwal yang dianjurkan oleh dokter.

  • Menggunakan alat pelindung diri yang tepat saat berolahraga.

 

Osteomielitis adalah kondisi medis yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Apabila Anda mengalami kondisi yang mengarah pada osteomielitis, seperti nyeri pada tulang pinggul atau tulang di area kaki disertai pembengkakan, segera lakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk mengevaluasi berbagai gejala yang Anda alami untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Pasalnya, gejala-gejala tersebut bisa saja mengindikasikan kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada osteomielitis.

 

Untuk mencapai pemulihan, diagnosis dan rencana terapi yang tepat memegang peranan penting. Karenanya, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit tulang terbaik untuk berobat atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail