Deteksi Dini Kanker dengan Biopsi, Begini Prosedurnya!
Kesehatan Tubuh

Deteksi Dini Kanker dengan Biopsi, Begini Prosedurnya!

30 Mei 2025 7 menit waktu baca
biopsi adalah

 

Biopsi adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sebagian kecil jaringan, sel, atau cairan tubuh pasien untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Biopsi merupakan prosedur pemeriksaan yang digunakan untuk menegakkan diagnosis kanker serta mendeteksi kondisi medis lain yang menyebabkan perubahan pada bentuk, struktur, dan fungsi organ tubuh.

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai fungsi, jenis, prosedur, hingga efek samping biopsi selengkapnya melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Biopsi?

 

Biopsi adalah tindakan yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan, sel, atau cairan tubuh untuk diperiksa di laboratorium. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui kondisi sel, cairan, atau jaringan pada suatu bagian tubuh yang mengalami gangguan. Adapun bagian tubuh yang kerap menjadi lokasi biopsi adalah kulit, leher, payudara, rahim, ginjal, tulang, hati, kelenjar tiroid, otot jantung, serta sumsum tulang.

 

Biopsi adalah prosedur pemeriksaan dengan tingkat efektivitas dan akurasi yang tinggi untuk mengonfirmasi diagnosis penyakit kanker. Selain itu, pemeriksaan ini juga mampu mendeteksi tingkat keparahan (stadium) serta jenis sel kanker yang menjangkiti pasien. Biopsi juga akan diperlukan apabila metode pencitraan (rontgen, CT scan, USG, atau MRI) tidak dapat membedakan sifat dari suatu tumor, seperti ganas atau jinak.

 

Fungsi Biopsi

 

Secara umum, biopsi adalah prosedur pemeriksaan yang berfungsi untuk:

 

  • Menentukan apakah tumor bersifat ganas atau jinak.

  • Menentukan tingkat keparahan atau stadium kanker.

  • Mendeteksi anemia, malabsorpsi (gangguan penyerapan nutrisi), atau penyakit celiac melalui biopsi usus halus.

  • Menunjang diagnosis penyakit liver, seperti kanker hati, hepatitis, fibrosis, dan sirosis hati melalui biopsi hati.

  • Mendeteksi tanda-tanda infeksi serta jenis patogennya, seperti infeksi tuberkulosis pada kelenjar getah bening.

  • Mendeteksi tanda-tanda peradangan dan inflamasi serta penyebabnya, seperti nefritis pada ginjal.

  • Mendeteksi kemungkinan reaksi penolakan organ pada pasien yang menjalani transplantasi organ, seperti pada renal transplant, heart transplant, atau liver transplant.

  • Menentukan kemungkinan kambuhnya suatu penyakit melalui teknik biopsi cairan untuk mendeteksi circulating tumor cells (CTCs) dan circulating tumor DNA (ctDNA). 

 

Prosedur Biopsi

 

Biopsi adalah metode pemeriksaan yang dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari persiapan, prosedur pelaksanaan, hingga analisis hasil pemeriksaan. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Persiapan

 

Langkah awal yang dilakukan oleh dokter dalam persiapan biopsi adalah wawancara medis atau anamnesis dengan pasien untuk menanyakan keluhan yang selama ini dirasakan, riwayat penyakit yang diderita, serta riwayat konsumsi suplemen atau obat-obatan.

 

Bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah, dokter akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut terlebih dahulu, setidaknya seminggu sebelum prosedur dilakukan, untuk meminimalkan risiko perdarahan. Selain itu, pasien mungkin akan diminta untuk berpuasa selama 6–8 jam sebelum prosedur biopsi dilakukan untuk mencegah efek mual dan muntah karena pemberian obat-obatan anestesi.

 

B. Prosedur Pelaksanaan

 

Setelah melakukan persiapan, dokter dapat mengarahkan pasien untuk mengenakan baju pasien (patient gown) dan melepas seluruh perhiasan. Lalu, dokter akan memulai prosedur biopsi dengan memberikan obat bius (anestesi), baik total ataupun lokal, untuk menghilangkan rasa nyeri. Jenis pembiusan tersebut akan disesuaikan dengan jenis serta lokasi biopsi.

 

Selain anestesi (total maupun lokal), dokter juga dapat memberikan obat penenang untuk membuat pasien tetap rileks selama prosedur biopsi berlangsung. Prosedur biopsi dapat disesuaikan dengan metode pengambilan sampelnya, mulai dari biopsi jarum, biopsi endoskopi, biopsi kulit, biopsi sumsum tulang, dan biopsi pembedahan. Berikut adalah penjelasan dari macam-macam biopsi beserta prosedurnya.

 

1. Biopsi Jarum

 

Biopsi jarum merupakan jenis biopsi yang umum dilakukan untuk mengonfirmasi kanker pada pembengkakan di kelenjar getah bening, benjolan payudara, serta pembengkakan pada tulang. Berdasarkan alat yang digunakan, biopsi jarum dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

  • Biopsi jarum besar (core needle biopsy): Menggunakan jarum berukuran besar yang terdapat tabung berlubang pada bagian ujungnya. Jarum ini memungkinkan dokter untuk mengambil sampel jaringan lebih banyak.

  • Aspirasi jarum halus (fine needle aspiration): Prosedur biopsi dengan memasukkan jarum tipis dan panjang ke bagian organ tubuh yang ditargetkan. Lalu, jarum tersebut akan mengambil sel dan cairan dengan bantuan tabung suntik.

  • Biopsi jarum dengan bantuan vakum: Biopsi yang dilakukan dengan bantuan vakum untuk menghisap sampel cairan dan sel dari organ tubuh pasien. Lalu, sampel tersebut akan diekstraksi menggunakan jarum. Jenis biopsi ini dapat digunakan untuk mengurangi jumlah penusukan jarum dalam prosedur biopsi.

  • Biopsi jarum dengan bantuan teknik pencitraan: Biopsi jarum yang menggunakan bantuan metode pencitraan (rontgen, CT scan, MRI, atau USG) agar dokter dapat mengakses jaringan dari organ tubuh yang letaknya dalam atau sulit teraba, seperti paru-paru, hati, dan prostat.

 

2. Biopsi Endoskopi

 

Biopsi endoskopi adalah jenis biopsi yang menggunakan bantuan alat endoskop (selang kecil yang fleksibel dan dilengkapi dengan lampu serta kamera kecil pada bagian ujungnya). Selain itu, alat pemotong berukuran kecil juga akan dipasang pada bagian ujung endoskop untuk membantu proses pengambilan sampel jaringan.

 

Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui mulut, hidung, dubur, vagina, saluran kemih, atau melalui sayatan kecil yang dibuat pada kulit di sekitar lokasi kanker. Umumnya, prosedur ini berlangsung selama 5 hingga 20 menit.

 

3. Biopsi Kulit

 

Biopsi kulit adalah prosedur pengambilan sampel dengan mengangkat jaringan dari permukaan kulit. Metode biopsi ini kerap digunakan untuk menegakkan diagnosis masalah kulit, seperti melanoma dan jenis kanker kulit lainnya. Umumnya, pasien yang akan menjalani biopsi kulit akan mendapatkan anestesi lokal sebelum prosedur berlangsung. Berdasarkan alat yang digunakan, prosedur biopsi kulit dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

  • Biopsi cukur (shave biopsy): Dilakukan dengan mengikis permukaan kulit dengan alat yang menyerupai pisau cukur.

  • Biopsi punch: Jenis biopsi ini menggunakan punch, yaitu pisau bulat berbentuk tabung melingkar untuk mengangkat semua lapisan kulit (epidermis, dermis, serta subkutan).

  • Biopsi eksisi: Dilakukan dengan mengangkat seluruh benjolan atau jaringan kulit yang bermasalah menggunakan pisau bedah. Nantinya, area pembedahan akan ditutup setelah sampel jaringan selesai diangkat.

  • Biopsi sayatan (incisional biopsy): Jenis biopsi ini akan menggunakan pisau bedah untuk mengangkat sedikit jaringan pada area kulit yang bermasalah. Setelah pengambilan sampel selesai dilakukan, dokter akan menutup area sayatan tersebut dengan jahitan.

 

4. Biopsi Sumsum Tulang (Bone Marrow Puncture)

 

Biopsi sumsum tulang (bone marrow puncture) dilakukan dengan mengambil sampel sumsum tulang pada bagian belakang tulang pinggul menggunakan jarum panjang. Prosedur ini  biasanya dilakukan untuk mendeteksi kanker pada sumsum tulang ataupun kelainan darah, seperti multiple myeloma, leukemia, limfoma, infeksi, atau jenis anemia tertentu.

 

5. Biopsi Pembedahan (Surgical Biopsy)

 

Biopsi pembedahan dapat dilakukan jika metode biopsi lainnya tidak dapat mencapai bagian dari organ tubuh tertentu atau tidak memperoleh hasil sampel yang memuaskan. Umumnya, tindakan pembedahan yang kerap digunakan untuk menunjang biopsi adalah dengan prosedur laparoskopi (sayatan minimal) maupun sayatan biasa (open surgery) agar dapat membuka jalan dan meningkatkan visualisasi menuju jaringan yang akan diambil.

 

Analisis Hasil Pemeriksaan Biopsi

 

Usai prosedur biopsi, pasien biasanya dilarang melakukan aktivitas berat dan diharuskan untuk beristirahat total selama 2 hari. Hasil pemeriksaan sampel biopsi biasanya akan keluar dalam waktu 2–3 hari. Namun, jika dilakukan untuk menunjang diagnosis penyakit yang lebih rumit, maka hasil pemeriksaan biopsi mungkin baru bisa didapatkan 7–10 hari setelah pengambilan sampel.

 

Hasil pemeriksaan biopsi akan dianalisis oleh dokter spesialis patologi anatomi. Adapun hasil kesimpulan dari pemeriksaan biopsi adalah sebagai berikut:

 

  • Ada tidaknya sel kanker.

  • Sifat dari sel kanker apakah jinak atau ganas.

  • Stadium kanker.

  • Ada tidaknya infeksi dan inflamasi.

  • Ada tidaknya reaksi penolakan organ pada pasien yang akan menerima transplantasi organ.

 

Efek Samping Biopsi

 

Biopsi adalah prosedur yang kerap dianggap berbahaya karena diduga dapat menyebarkan sel kanker ke jaringan yang sehat. Perlu diluruskan, hingga saat ini, masih belum ada penelitian ataupun laporan kasus yang membuktikan bahwa biopsi dapat memperburuk penyakit kanker.

 

Studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic Cancer Center pada tahun 2015 menjelaskan bahwa dari 2.000 pasien kanker pankreas yang diteliti, tidak ada yang menunjukkan kasus metastasis (penyebaran sel kanker) setelah menjalani biopsi. Bahkan, pasien yang melakukan biopsi cenderung memiliki harapan hidup lebih tinggi karena mendapatkan penanganan penyakit yang terarah sesuai dengan hasil pemeriksaan biopsi dibandingkan dengan pasien yang tidak menjalani prosedur tersebut.

 

Di samping itu, kemungkinan biopsi untuk menyebarkan sel kanker ke jaringan lain masih sangat kecil dan dapat diminimalkan dengan melakukan metode-metode pencegahan tertentu, seperti selalu menggunakan jarum biopsi yang baru untuk mengambil sampel di beberapa bagian tubuh.

 

Meski cenderung aman, terdapat beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur biopsi, yakni:

 

  • Nyeri dan kesemutan pada lokasi dilakukannya biopsi.

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Salah mengambil sampel jaringan sehingga terjadi kekeliruan pada hasil biopsi.

  • Jumlah sampel jaringan yang diambil tidak mencukupi atau kurang mewakili penyakit yang dialami sehingga diperlukan biopsi ulang.

 

Risiko terjadinya efek samping tersebut tergantung dengan jenis biopsi serta tingkat keparahan kanker yang dialami oleh pasien. Pasien dengan kanker stadium lanjut cenderung lebih berisiko mengalami efek samping setelah menjalani biopsi. Selain itu, prosedur biopsi yang lebih agresif, seperti biopsi pembedahan, juga berisiko lebih tinggi dibandingkan dengan biopsi jarum.

 

Dapat disimpulkan bahwa biopsi adalah prosedur pemeriksaan yang relatif aman untuk digunakan sebagai deteksi dini dan diagnosis kanker. Dokter pun akan memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani pemeriksaan tersebut. 

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau memiliki keluhan, seperti munculnya benjolan di bagian tubuh tertentu yang dikhawatirkan menjadi tanda awal dari tumor, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.


Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

 

Laboratory Digital Booking

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail