Kesehatan Tubuh
Tahi Lalat Berubah Bentuk? Bisa Jadi Gejala Melanoma!

Table of Contents
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang terjadi akibat pertumbuhan sel melanosit secara tidak normal. Melanosit merupakan sel pigmen kulit yang berperan dalam menghasilkan melanin (pigmen penghasil warna kulit manusia).
Kanker kulit melanoma termasuk jarang terjadi, namun sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Bahkan, tak hanya di kulit, terkadang kanker melanoma juga bisa terjadi pada mata, hidung dan tenggorokan. Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Melanoma?
Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang berkembang dari melanosit. Penyakit ini termasuk jenis kanker kulit ganas dan berbahaya yang dapat menyebar dengan cepat ke organ tubuh lain, seperti mata, hidung, tenggorokan, otak, dan paru-paru.
Kanker kulit melanoma umumnya ditandai dengan munculnya tahi lalat baru di kulit atau perubahan bentuk, ukuran, dan warna pada tahi lalat. Hanya 1:100 kasus kanker kulit yang merupakan melanoma. Meski begitu, penyakit langka ini tetap perlu diwaspadai.
Jenis-Jenis Melanoma
Berdasarkan lokasi pertumbuhan sel kanker, melanoma terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu;
-
Superficial spreading melanoma, yaitu melanoma yang paling umum terjadi dan biasanya muncul di batang tubuh atau anggota tubuh, misalnya punggung atas dan kaki. Pada jenis ini, sel kanker cenderung tumbuh di sepanjang permukaan atas kulit lalu meluas di area permukaan, terkadang ke lapisan kulit yang lebih dalam.
-
Nodular melanoma, yaitu jenis kanker kulit yang muncul di batang tubuh, seperti kepala atau leher. Tumor ganas yang muncul pada jenis ini berbentuk benjolan berwarna hitam atau kemerahan. Pertumbuhan tipe kanker ini cenderung lebih cepat dari lainnya.
-
Lentigo maligna melanoma, yaitu jenis kanker kulit yang sering menyerang orang lanjut usia, terutama di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari.
-
Acral lentiginous melanoma, yaitu tipe melanoma yang paling langka, biasanya muncul di telapak kaki dan tangan atau di bawah kuku. Melanoma jenis ini lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap.
Penyebab Melanoma
Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, faktor paling umum yang dicurigai menyebabkan melanoma adalah paparan sinar UV secara langsung. Melanoma terjadi ketika adanya kerusakan DNA yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh tak terkendali sehingga membentuk massa yang bersifat kanker.
Selain paparan sinar UV, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit melanoma adalah:
-
Kulit putih, hal ini karena kulit putih tidak memiliki melanin yang cukup untuk melindungi kulit dari paparan radiasi UV.
-
Memiliki jumlah tahi lalat yang banyak atau lebih dari 50 tahi lalat di tubuhnya.
-
Sering terpapar matahari dan ultraviolet secara langsung.
-
Tinggal di daerah garis khatulistiwa bumi.
-
Memiliki keluarga dengan riwayat melanoma (faktor genetik).
-
Memiliki sistem imun yang lemah.
-
Pernah memiliki luka bakar akibat terpapar matahari.
-
Freckles atau bintik-bintik coklat pada kulit.
Gejala Melanoma
Gejala utama melanoma adalah kemunculan tahi lalat di area tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti punggung, wajah, lengan, dan kaki. Namun, bisa juga muncul di bagian tertutup seperti telapak tangan atau kaki dan kuku. Selain itu, beberapa gejala umum dari kanker kulit melanoma adalah:
-
Perubahan bentuk, warna, dan ukuran tahi lalat.
-
Tahi lalat yang rapuh dan mudah berdarah.
-
Perih pada tahi lalat yang tak kunjung hilang.
-
Kemerahan atau pembengkakan di area sekeliling tahi lalat.
-
Muncul noda atau pigmen yang tidak biasa pada kulit.
-
Tahi lalat terasa nyeri dan gatal saat ditekan.
-
Nyeri tulang, apabila melanoma menyebar ke tulang.
-
Sesak napas dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Lantas, bagaimana cara membedakan tahi lalat biasa dan gejala melanoma? Kedua hal tersebut dapat dibedakan dengan metode ABCDE, yaitu:
-
Asimetris: Bentuk tahi lalat yang tidak beraturan.
-
Border (pinggiran): Pinggiran melanoma tidak rata, kasar, dan tidak terlihat seperti tahi lalat pada umumnya.
-
Colour (warna): Melanoma biasanya berwarna tidak merata, terlihat seperti campuran dua atau tiga warna.
-
Diameter: Melanoma biasanya memiliki diameter lebih dari 6 mm.
-
Enlargement dan Evolution: Pembesaran atau perubahan pada bentuk dan warna tahi lalat.
Diagnosis Melanoma
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kulit yang mengalami gangguan. Apabila terdapat dugaan melanoma, maka dokter akan meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan kulit untuk memastikan adanya melanoma.
-
Biopsi kelenjar getah bening, untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.
-
Tes pencitraan dengan sinar X, CT scan, MRI atau PET scan untuk memeriksa penyebaran sel kanker.
Cara Mengobati Kanker Kulit Melanoma
Pada tahap awal, pengobatan melanoma bisa dilakukan melalui tindakan operasi dengan mengangkat area kanker. Setelah itu, pasien akan menjalani radioterapi menggunakan sinar radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi memiliki beberapa kemungkinan efek samping, seperti rambut rontok (pada area terapi), mual, kelelahan, sensasi terbakar pada kulit, hingga perubahan warna kulit.
Apabila kanker sudah menyebar ke beberapa organ lain, maka dokter akan melakukan terapi sistematik, seperti:
-
Kemoterapi: Pemberian obat-obatan antikanker untuk menghancurkan sel kanker.
-
Imunoterapi: Terapi menggunakan zat buatan yang mirip dengan zat antikanker alami untuk meningkatkan imun tubuh dan melawan sel kanker.
-
Terapi target: Pemberian obat-obatan yang menargetkan sel kanker untuk membantu memperlambat pertumbuhannya.
Penting untuk diketahui bahwa tanda dan gejala terkait melanoma juga dapat terjadi pada kondisi medis lainnya sehingga diperlukan diagnosis lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda menyadari adanya perubahan pada bentuk, warna, dan ukuran tahi lalat di tubuh.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







