Bahaya Sinar UV (Ultraviolet) bagi Kulit Jika Berlebihan
Kesehatan Tubuh

Bahaya Sinar UV (Ultraviolet) bagi Kulit Jika Berlebihan

08 Mei 2025 5 menit waktu baca
bahaya sinar uv bagi kulit

Sinar ultraviolet (UV) adalah salah satu bentuk radiasi gelombang elektromagnetik. Sinar matahari adalah salah satu gelombang yang mengandung radiasi ultraviolet. Selain itu, energi ini juga bisa dipancarkan dari mesin buatan, seperti dari mesin tanning beds.

 

Secara umum, penting bagi setiap individu untuk mewaspadai paparan radiasi sinar UV berlebihan karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya masalah kulit. Lantas, apa saja bahaya sinar UV berlebihan bagi kulit? Untuk memahami lebih lanjut mengenai sinar ultraviolet serta dampaknya bagi kesehatan kulit, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Mengenal Radiasi Sinar Ultraviolet (UV)

 

Seperti yang telah dijelaskan, sinar ultraviolet adalah bentuk radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat terpancar dari matahari maupun sumber cahaya buatan. Secara umum, radiasi sinar ultraviolet bersifat pengion. Sebagai informasi, pengion merupakan jenis radiasi yang membawa energi yang cukup untuk melepaskan elektron dari atom maupun molekul, sehingga bisa mengionisasi atom atau molekul tersebut.

 

Perlu diketahui bahwa proses ionisasi ini bisa merusak materi genetik atau DNA di dalam sel tubuh. Namun, sinar UV dengan energi tertinggi diketahui tidak memiliki energi yang cukup untuk menembus bagian tubuh yang lebih dalam, sehingga hanya memengaruhi bagian terluar tubuh, yaitu kulit.

 

Berdasarkan panjang gelombangnya, radiasi UV dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Sinar ultraviolet A (UVA): Jenis UV yang memiliki energi paling sedikit dibandingkan dengan sinar UV lainnya.

  • Sinar ultraviolet B (UVB): Jenis UV yang memiliki energi sedikit lebih banyak dibandingkan sinar UVA.

  • Sinar ultraviolet C (UVC): Jenis UV yang memiliki energi paling besar dibandingkan jenis sinar UV lainnya. Namun, sinar radiasi ini akan diserap oleh atmosfer dan tidak dipancarkan ke permukaan bumi.

 

Bagaimana Seseorang Dapat Terpapar Sinar UV?

 

Pada dasarnya, sumber utama radiasi UV, terutama sinar UVA dan UVB adalah sinar matahari. Dilansir dari American Cancer Society, sekitar 95% sinar UV matahari yang sampai ke permukaan tanah merupakan sinar UVA. sementara itu, 5% sisanya merupakan sinar UVB. Karena itu, seseorang dapat terpapar sinar UV dari matahari jika berada di luar ruangan pada siang hari.

 

Di sisi lain, paparan radiasi ini juga bisa berasal dari sumber sinar UV buatan, seperti:

 

  • Tanning beds and booths.

  • Fototerapi, yaitu prosedur medis yang menggunakan pancaran sinar UV untuk menangani kondisi medis tertentu, seperti psoriasis.

  • Black-light lamps.

  • Mercury-vapor lamps.

  • High-pressure xenon.

 

Bahaya Sinar UV bagi Kulit Jika Berlebihan

 

Apabila terpapar oleh radiasi sinar UV secara berlebihan,dalam jangka waktu yang lama, serta tanpa pelindung kulit, hal tersebut bisa memicu terjadinya berbagai gangguan kulit. Adapun beberapa bahaya sinar UV berlebih bagi kulit adalah sebagai berikut:

 

1. Penuaan Dini

 

Bahaya sinar UV bagi kulit berlebihan yang pertama adalah munculnya tanda-tanda penuaan dini. Pada dasarnya, paparan sinar ultraviolet secara berlebihan dapat merusak struktur kulit sehingga bisa menyebabkan kulit kering, muncul kerutan, dark spot, dan tanda-tanda penuaan dini lainnya.

 

2. Actinic Keratosis

 

Efek sinar UV berlebih pada kulit selanjutnya adalah actinic keratosis. Sebagai informasi, actinic keratosis adalah pertumbuhan jaringan kulit abnormal, biasanya terjadi di area tubuh yang sering terkena paparan sinar matahari, seperti wajah, tangan, lengan bagian bawah, dan leher.

 

Jaringan abnormal ini pada dasarnya merupakan tumor prakanker, sehingga berisiko berkembang menjadi kanker kulit, terutama karsinoma sel skuamosa. Beberapa gejala umum dari actinic keratosis adalah penebalan kulit (terkadang seperti benjolan) pada bagian tubuh yang terdampak, kulit berwarna kemerahan, dan bertekstur kasar.

 

3. Kanker Kulit

 

Salah satu bahaya sinar UV berlebih bagi kulit yang perlu diwaspadai adalah kanker kulit. Adapun beberapa jenis kanker kulit akibat paparan sinar UV berlebih, di antaranya:

 

  • Karsinoma sel basal, yaitu kanker kulit yang menyerang sel basal (jaringan yang berada di lapisan terdalam epidermis yang berfungsi memproduksi sel-sel kulit baru).

  • Karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker kulit yang menyerang sel skuamosa (sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit).

  • Melanoma, yaitu kanker kulit yang menyerang sel melanosit (sel pigmen kulit yang menghasilkan melanin untuk memberikan warna pada kulit manusia).

 

Tips Menghindari Bahaya Sinar UV Berlebih bagi Kulit

 

Agar terhindar dari risiko bahaya sinar UV berlebih bagi kulit seperti ulasan di atas, sangat penting untuk menjaga kulit agar tidak terpapar sinar matahari maupun sumber sinar UV lainnya dalam jangka waktu yang lama. Dalam hal ini, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya masalah kulit tersebut, di antaranya:

 

  • Berada di tempat yang teduh saat pancaran sinar matahari sedang terlalu terik di siang hari.

  • Mengenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari paparan sinar matahari, seperti topi lebar, kacamata hitam, dan lain sebagainya.

  • Menggunakan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Jangan lupa juga untuk mengaplikasikan kembali tabir surya setiap 2 jam sekali.

 

Itu dia berbagai bahaya sinar UV berlebih bagi kulit yang penting untuk diwaspadai oleh setiap individu. Meski memiliki sejumlah bahaya, dalam jumlah yang tepat, sinar UV juga dibutuhkan tubuh karena dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Sehingga, Anda tidak harus menghindarinya sama sekali.

 

Perlu diketahui bahwa informasi yang dijelaskan di atas tidak bisa menggantikan diagnosis, evaluasi, dan saran medis dari dokter. Maka dari itu, jika Anda mengalami masalah kulit yang berkaitan dengan paparan sinar UV secara berlebihan, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Secara umum, tahapan prosedur medis yang Anda jalani terkait dengan masalah kulit akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, sehingga mungkin saja berbeda di setiap rumah sakit. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan memastikan prosedur medis tersebut sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket perawatan Dermatologue - Aquapure Facial (3x treatment) yang dapat membantu menjaga dan merawat kesehatan kulit, terutama kulit wajah. Pemesanan paket Aquapure Facial dapat dilakukan dengan praktis melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

Cleveland Clinic. Ultraviolet Radiation. Diakses pada 2024 | United States Environmental Protection Agency. Health Effects of UV Radiation. Diakses pada 2024 | American Cancer Society. UV (Ultraviolet) Radiation and Cancer Risk. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail