Karsinoma Sel Basal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Karsinoma Sel Basal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

26 Mei 2025 5 menit waktu baca
karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal atau kanker sel basal adalah jenis kanker kulit yang menyerang sel basal. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tumbuhnya benjolan yang mudah berdarah dan bisa semakin membesar seiring berjalannya waktu. Kanker sel basal juga lebih sering terjadi di area kulit yang sering terpapar sinar matahari. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai karsinoma atau kanker sel basal melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Karsinoma Sel Basal (Kanker Sel Basal)?

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karsinoma sel basal adalah kanker kulit yang menyerang sel basal. Kondisi ini merupakan jenis kanker kulit yang paling sering terjadi. Kepala, wajah, dan leher adalah bagian yang paling banyak terdampak karena sering terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

 

Sel basal adalah jaringan aktif yang berada di dalam lapisan terdalam epidermis (lapisan kulit terluar) dan berperan dalam pembentukan dan produksi sel-sel kulit baru untuk menggantikan sel-sel kulit lama yang mengalami kematian. Jenis kanker ini terjadi ketika sel basal tumbuh secara tidak terkendali, sehingga merusak sel serta jaringan di sekitarnya. 

 

Adapun beberapa jenis karsinoma sel basal yang umumnya ditemui adalah sebagai berikut:

 

  • Nodular: Terlihat seperti jerawat bulat dengan pembuluh darah di sekelilingnya. Jenis ini paling sering ditemukan.

  • Superficial spreading: Menyebabkan munculnya lesi berukuran kecil dan dangkal pada kulit disertai warna kemerahan menyerupai dermatitis yang tidak kunjung sembuh. Biasanya muncul di lengan, batang tubuh, serta tungkai.

  • Sclerosing (morpheaform): Terlihat seperti bekas luka (jaringan parut) berwarna putih ivory yang timbul tanpa ada riwayat bekas luka. Pada tipe ini, tidak dijumpai bentukan tumor namun lebih menyerupai bentuk plak dengan batas tidak tegas yang perlahan-lahan meluas, sering kali tumbuh di wajah.

  • Pigmented: Jenis kanker sel basal yang menyebabkan hiperpigmentasi (warna kulit menjadi lebih gelap dibandingkan area kulit sekitarnya). 

 

Penyebab Karsinoma Sel Basal

 

Karsinoma sel basal disebabkan oleh adanya mutasi (perubahan) DNA. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi DNA tersebut. Kendati demikian, terdapat dugaan kuat bahwa kanker ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan (misalnya, paparan sinar matahari dalam jangka panjang).

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena karsinoma atau kanker sel basal adalah sebagai berikut:

 

  • Paparan sinar matahari, terutama gelombang UVB. Lamanya paparan dan intensitas menjadi faktor utama jenis kanker ini.

  • Memiliki warna kulit yang terang atau putih.

  • Memiliki warna iris mata yang terang.

  • Berusia 50 tahun ke atas.

  • Jenis kelamin pria.

  • Menjalani prosedur indoor tanning (penggelapan kulit).

  • Memiliki riwayat kanker kulit sebelumnya.

  • Terdapat keluarga dengan riwayat kanker kulit.

  • Pernah menjalani radioterapi.

  • Penyakit genetik yang berisiko menyebabkan kanker kulit, misalnya nevoid basal cell carcinoma syndrome.

  • Paparan racun arsenik dan sinar matahari secara langsung.

  • Memiliki riwayat penyakit genetik, seperti Gorlin syndrome dan Rombo syndrome.

 

Gejala Karsinoma Sel Basal

 

Gejala kanker sel basal ini biasanya muncul berupa benjolan dengan pembuluh darah di dalamnya di area kulit yang paling sering terpapar sinar matahari. Pada pemilik kulit putih, karsinoma sel basal sering kali terlihat seperti benjolan berwarna kulit atau merah muda. Sementara itu, pada pemilik kulit cokelat dan hitam, permukaan benjolan terlihat mengkilap dan memiliki batas yang membelendung.

 

Selain benjolan, sejumlah gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah:

 

  • Luka terbuka yang tidak kunjung sembuh, biasanya berbentuk ulserasi (luka berbentuk kawah) dengan batas tidak rata.

  • Ruam kulit, disertai kulit bersisik dan berwarna kemerahan.

  • Luka terasa gatal dan mudah berdarah.

 

Karsinoma sel basal umumnya berkembang secara lambat dan tidak menimbulkan gejala signifikan dalam waktu yang lama. Jenis kanker ini juga tidak mudah menyebar (metastasis). Namun, perkembangan sel kanker ini juga tidak mudah dihentikan dan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya.

 

Diagnosis Karsinoma Sel Basal

 

Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik, utamanya pada area kulit yang mengalami gejala. Lalu, guna memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diuji di laboratorium.

 

Setelah diagnosis karsinoma sel basal telah terkonfirmasi, dokter akan menentukan stadium kanker berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut masing-masing klasifikasinya:

 

  • Stadium 0 (karsinoma in situ): Sel kanker masih berada di lapisan epidermis, belum menyebar ke lapisan dalam atau kelenjar getah bening.

  • Stadium 1: Sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain. Ukurannya masih kurang dari 2 cm, namun memiliki satu faktor yang meningkatkan risiko penyebaran (misalnya, lokasi kanker berada di dekat saraf di kulit).

  • Stadium 2: Sel kanker berukuran lebih dari 2 cm, belum menyebar ke organ lain maupun kelenjar getah bening, namun memiliki dua atau lebih faktor yang meningkatkan risiko penyebaran.

  • Stadium 3: Tumor semakin berkembang hingga berukuran 2–4 cm dan sudah menyebar ke lebih dari satu kelenjar getah bening atau tulang wajah, namun belum mencapai organ lain.

  • Stadium 4: Sel kanker sudah menyebar ke lebih dari satu kelenjar getah bening dan organ lainnya (metastasis), dengan ukuran berapa pun.

 

Pengobatan Karsinoma Sel Basal

 

Tujuan utama pengobatan kanker sel basal adalah mengangkat atau menghilangkan sel kanker di dalam tubuh. Dokter akan memilih metode pengobatan yang paling tepat, sesuai dengan stadium dan kondisi kesehatan pasien. Adapun beberapa metode pengobatan yang digunakan untuk menangani kanker ini adalah:

 

  • Eksisi tumor, yaitu pemotongan area kulit yang terdampak kanker menggunakan pisau bedah.

  • Operasi Mohs.

  • Kuretase dan elektrodesikasi, yaitu pengikisan sel kanker di permukaan kulit dan membakar sel kanker yang tersisa menggunakan jarum elektrik.

  • Krioterapi (pengobatan menggunakan cairan khusus yang mengandung nitrogen untuk membekukan sel kanker).

  • Terapi fotodinamik.

  • Radioterapi (terapi radiasi).

  • Kemoterapi.

 

Itulah penjelasan mengenai karsinoma sel basal yang perlu Anda ketahui. Bila Anda atau kerabat mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.


Jika memerlukan perawatan kanker secara komprehensif, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur pengobatan kanker lain yang dilakukan oleh tim dokter berpengalaman. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail