Kesehatan Tubuh
Mengenal Kanker Kulit, Ini Penyebab dan Gejalanya

Table of Contents
Kanker kulit adalah jenis kanker yang menyerang kulit akibat dari pertumbuhan sel-sel abnormal. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya tahi lalat dengan bentuk tidak normal di permukaan kulit. Mari waspadai kondisi kanker kulit dengan mengenali penyebab dan gejalanya melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Kanker Kulit?
Kanker kulit adalah kondisi terjadinya perkembangan sel secara tidak normal, seperti mutasi, yang terjadi pada jaringan kulit. Berdasarkan letak pertumbuhan sel tidak normalnya, kanker kulit dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
-
Karsinoma sel basal, merupakan kanker kulit yang berasal dari jaringan sel pada bagian paling dalam di epidermis.
-
Karsinoma sel skuamosa, merupakan kanker kulit yang berasal dari jaringan sel pada bagian tengah serta terluar di epidermis.
-
Melanoma, merupakan jenis kanker kulit yang berasal dari jaringan sel penghasil pigmen pada kulit atau melanosit.
Penyebab Kanker Kulit
Penyebab kanker kulit adalah adanya mutasi atau kerusakan genetik di jaringan sel kulit. Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV), baik dari cahaya matahari maupun alat (tanning atau sterilisasi), secara berlebihan menjadi penyebab terjadinya kerusakan genetik tersebut.
Di samping paparan sinar ultraviolet, terdapat faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker kulit pada seseorang. Faktor risiko kanker kulit bisa dibedakan menjadi dua tipe, yaitu internal dan eksternal. Berikut penjelasannya.
1. Faktor Internal
Faktor internal dari terjadinya kanker kulit adalah hal-hal yang berkaitan dengan kondisi tubuh seseorang. Beberapa faktor internal pemicu risiko kanker kulit yaitu:
-
Riwayat keluarga: Risiko terkena kanker kulit akan meningkat bagi seseorang yang memiliki keluarga dekat dengan kondisi medis ini sebelumnya.
-
Kadar melanin kulit rendah: Melanin merupakan pigmen yang memberi warna kulit alami dan berfungsi sebagai pelindung sinar ultraviolet. Karena itulah, risiko terkena kanker kulit akan meningkat bagi seseorang yang memiliki kadar melanin rendah.
-
Lemahnya imunitas tubuh: Imunitas yang lemah akan membuat seseorang berisiko lebih tinggi untuk terserang penyakit, salah satunya kanker kulit.
-
Tahi lalat: Tahi lalat yang berjumlah banyak dan berukuran besar pada tubuh juga dapat memicu risiko kanker kulit.
-
Solar keratosis: Solar keratosis adalah bercak kasar, bersisik, serta berwarna tidak normal pada kulit karena paparan sinar matahari. Kondisi ini cukup berisiko untuk berubah menjadi sel kanker.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal dari kanker kulit adalah hal-hal yang dipicu dari pengaruh luar. Berikut beberapa faktor eksternal pemicu risiko kanker kulit:
-
Paparan cahaya matahari berlebih: Orang yang terkena paparan sinar matahari secara berlebihan serta tidak menggunakan tabir surya lebih berisiko terkena kanker kulit karena tingginya paparan sinar UV yang diterima oleh kulit.
-
Paparan radiasi berlebih: Seseorang yang melakukan perawatan kulit menggunakan terapi radiasi perlu mewaspadai risiko terkena kanker kulit.
-
Penggunaan bahan kimia: Salah satu bahan kimia yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu terjadinya kanker adalah arsenik.
Gejala Kanker Kulit
Umumnya, gejala awal kanker kulit adalah muncul perubahan di bagian permukaan kulit, seperti tahi lalat, benjolan, ataupun bercak acak yang tumbuh secara tidak normal. Tak hanya itu, ciri-ciri kanker kulit juga dapat meliputi:
-
Pada kanker kulit karsinoma sel basal biasanya muncul benjolan lunak dan mengilap.
-
Gejala kanker kulit karsinoma sel skuamosa yaitu munculnya benjolan merah dan keras serta munculnya lesi atau jaringan abnormal berbentuk datar bersisik. Terkadang, lesi tersebut akan terasa gatal, berkerak, dan berdarah.
-
Gejala kanker kulit melanoma umumnya ditandai dengan bercak, benjolan, atau tahi lalat berwarna cokelat yang berbentuk tidak normal di permukaan kulit.
Pada jenis melanoma, terdapat cara membedakan jenis kanker kulit tersebut dengan tahi lalat biasa menggunakan metode ABCDE, yaitu:
-
Asimetris: Melanoma umumnya memiliki bentuk yang tidak simetris.
-
Border atau pinggiran: Tepian dari melanoma tidak beraturan.
-
Color atau warna: Warna melanoma umumnya lebih dari satu.
-
Diameter: Biasanya diameter melanoma lebih dari 6 milimeter.
-
Evolusi: Adanya perubahan bentuk, warna, serta ukuran dari melanoma.
Diagnosis Kanker Kulit
Dokter biasanya akan mendiagnosis kanker kulit melalui beberapa langkah, yaitu melakukan anamnesis (wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatannya), pemeriksaan fisik, dan dilanjutkan dengan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium.
Pengobatan Kanker Kulit
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan mengambil tindakan pengobatan kanker kulit yang disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Adapun beberapa metode pengobatan kanker kulit adalah:
-
Pemberian krim untuk kanker kulit stadium awal.
-
Krioterapi, yaitu pengobatan menggunakan nitrogen cair untuk membunuh sel kanker stadium awal.
-
Operasi dengan mengangkat jaringan kanker.
-
Kemoterapi, yaitu pemberian obat-obatan yang membunuh sel kanker.
Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait kanker kulit di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Pasalnya, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga dapat terjadi pada kondisi medis lain sehingga penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







