Kesehatan Tubuh
Lesi Prakanker pada Kulit, Ini Penyebab dan Pengobatannya

Table of Contents
Lesi prakanker pada kulit adalah perubahan yang terjadi pada sel-sel kulit normal dan berisiko berkembang menjadi kanker seiring dengan berjalannya waktu. Namun, tidak semua lesi prakanker pasti akan berkembang menjadi kanker kulit. Untuk itu, dokter dapat melakukan prosedur pengobatan guna mencegah berkembangnya sel-sel prakanker tersebut menjadi kanker kulit. Mari simak informasi selengkapnya dalam pembahasan berikut ini.
Apa itu Lesi Prakanker pada Kulit?
Precancerous skin lesion atau lesi prakanker pada kulit adalah pertumbuhan sel abnormal yang bersifat jinak (nonkanker) di permukaan kulit, namun berpotensi berkembang menjadi kanker. Dengan kata lain, sel abnormal ini mungkin dapat terlihat menyerupai sel kanker, namun tidak memiliki sifat sel kanker yang bisa berkembang dengan sangat cepat dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya (metastasis).
Penyebab Lesi Prakanker pada Kulit
Pada dasarnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya precancerous skin lesion. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan atau mutasi pada gen tertentu, sehingga menyebabkan sel kulit membelah secara abnormal. Di samping itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya precancerous skin lesion adalah sebagai berikut:
-
Memiliki kulit putih, mata berwarna terang (hijau atau biru muda), dan rambut pirang (blonde) atau merah (red head).
-
Memiliki pekerjaan yang membuatnya sering terpapar sinar matahari, seperti pekerja lapangan.
-
Pernah mengalami kulit terbakar sinar matahari (sunburn) yang parah pada masa kanak-kanak.
-
Berjenis kelamin laki-laki.
-
Lansia.
-
Pernah menjalani transplantasi organ dan perlu mengonsumsi imunosupresan (obat untuk kerja sistem imun tubuh).
Gejala Lesi Prakanker pada Kulit
Gejala precancerous skin lesion dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Secara umum, lesi prakanker pada kulit bisa dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya keratosis aktinik, leukoplakia, dan penyakit Bowen. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Keratosis aktinik (actinic keratosis): Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan jaringan abnormal dari sel keratinosit epidermal karena pajanan sinar ultraviolet jangka panjang. Kondisi ini sering ditemukan pada populasi lansia, laki-laki, kulit putih, dan pada orang dengan riwayat keganasan kulit sebelumnya.
Keratosis aktinik merupakan bentuk prakanker dari karsinoma sel skuamosa yang memiliki berbagai tipe klinis seperti eritematosa, hiperkeratotik, pigmented, dan aktinik keilitis. Keratosis aktinik menyerupai kutil yang mungkin berwarna merah atau seperti warna kulit, biasanya tumbuh di wajah, leher, dan tangan, namun tidak menutup kemungkinan untuk muncul di daerah lain.
Keratosis aktinik juga dapat dikelompokkan kembali menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
Actinic cheilitis: Dikenal juga dengan farmer’s lip. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak bersisik dan kasar di area bibir, paling sering di bagian bawah. Selain bersisik, beberapa gejala lainnya adalah bibir bengkak serta hilangnya batas luar antara bibir dan kulit. Actinic cheilitis berisiko berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa apabila tidak diobati.
-
Eritematosa: Bercak kemerahan yang muncul pada permukaan kulit karena adanya pelebaran pembuluh darah.
-
Hiperkeratotik: Kondisi yang ditandai dengan penebalan pada lapisan kulit yang terdampak.
-
Pigmented.
-
Leukoplakia: Lesi prakanker yang ditandai dengan munculnya bercak kulit pada mulut yang tidak bisa dikerok dan tidak dapat dikaitkan dengan kondisi medis lainnya.
-
Penyakit Bowen: Penyakit neoplasia sel keratinosit yang memengaruhi lapisan epidermis dan kerap dikaitkan dengan paparan sinar ultraviolet, arsenik, radiasi pengion, dan infeksi HPV.
Diagnosis Lesi Prakanker pada Kulit
Dalam menegakkan diagnosis precancerous skin lesion, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, serta jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat bagian kulit yang mengalami perubahan.
Untuk menyingkirkan kemungkinan kanker kulit, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan biopsi. Prosedur pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit untuk dianalisis di laboratorium.
Pengobatan Lesi Prakanker pada Kulit
Tujuan utama pengobatan lesi prakanker pada kulit adalah untuk menghindari risiko berkembangnya sel prakanker tersebut menjadi kanker kulit. Dalam hal ini, dokter dapat melakukan observasi (pemantauan) secara berkala atau menyarankan pasien untuk menjalani prosedur operasi kecil guna mengangkat lesi prakanker tersebut.
Pencegahan Lesi Prakanker pada Kulit
Karena penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, munculnya lesi prakanker cenderung sulit untuk dicegah. Namun, Anda dapat meminimalkan risiko munculnya jaringan prakanker tersebut dengan menghindari faktor-faktor pemicunya. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko lesi prakanker adalah:
-
Menggunakan pakaian yang tertutup, seperti baju berlengan panjang, celana panjang, dan topi bertepi lebar saat keluar ruangan di siang hari.
-
Menggunakan tabir surya yang mengandung SPF minimal 30 menit sebelum keluar ruangan di siang hari. Jangan lupa juga untuk mengaplikasikan tabir surya kembali setiap 2 jam sekali.
-
Suplementasi vitamin D.
-
Menghindari paparan sinar matahari pada siang hari sebisa mungkin.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk memeriksa kulit secara teratur. Carilah apakah terdapat perkembangan pertumbuhan kulit baru atau perubahan pada tahi lalat, bintik-bintik, benjolan, dan tanda lahir yang sudah ada. Anda dapat memeriksa bagian wajah, leher, telinga, lengan, tangan dan kulit kepala dengan bantuan cermin. Segera periksakan ke dokter apabila terdapat lesi kulit baru atau lesi yang mengalami perubahan.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas juga bisa terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis maupun saran medis dari tenaga medis profesional.
Apabila mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan precancerous skin lesion, berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika di Siloam Hospitals terdekat bisa menjadi langkah awal untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, pasien mungkin akan menjalani tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang bervariasi, mengingat prosedur medis yang dilakukan perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan memastikan setiap tahapan tindakan medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Apabila dokter menyarankan pasien untuk menjalani perawatan kanker, maka bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menjadi pusat unggulan kanker di Siloam Hospitals Group.
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap serta tim dokter multidisiplin berpengalaman yang memungkinkan pasien untuk deteksi dini kanker, onkologi bedah, radioterapi, kemoterapi, serta pengobatan kanker lainnya secara komprehensif.
Sumber
Maine Health. Pre Cacerous Lesions. Diakses pada 2024 | Fox Chase Cancer Center. My Doctor Told Me I Have A “Precancerous” Lesion. Do I Have Cancer?. Diakses pada 2024 | City of Hope. Does pre-cancer mean I’m going to get cancer?. Diakses pada 2024 | Webmd. Skin Cancer Slideshow. Diakses pada 2024 | PERDOSKI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Spesialis Dermatologi Dan Venereologi Indonesia. Diakses pada 2024 | Nevakivi, Reetta., et all. Spectrum of malignant and premalignant skin lesions in 505 adult subjects at risk of skin cancers. Diakses pada 2024 | American Academi of Dermatology Assotiation. How To Spot A Precancerous Growth On Your Skin. Diakses pada 2024 | Hopkins Medicine. Actinic Keratosis (A Precancerous Condition). Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Actinic keratosis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







